Menuju konten utama

BMKG Bantah Ada Ancaman Gempa Megathrust di Jakarta

Menurut Rinina, video yang beredar di TikTok soal ancaman gempa megathrust di Jakarta adalah hoaks karena menampilkan potongan informasi yang tak utuh.

BMKG Bantah Ada Ancaman Gempa Megathrust di Jakarta
Pengamat memeriksa alat pengukur hujan di halaman kantor BMKG Stasiun Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (26/1/2024). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.

tirto.id - Advisor Kepala BMKG Bidang Komunikasi Publik dan Kelembagaan, Rinina, membantah pernyataan narasi sebuah video TikTok yang menyebut akan ada gempa megathrust di DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Video pernyataan Ibu Dwikorita yang dicatut oleh video Tiktok tersebut konteksnya tidak terkait dengan Sesar Baribis, dan tidak sedang fokus membahas gempa megathrust dan dampaknya bagi Jakarta," kata Rinina dalam siaran pers yang diterima Tirto pada Sabtu (16/3/2024).

Rinina menegaskan, video tersebut hoaks karena hanya menampilkan potongan video Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat melakukan rapat kerja dengan Komisi V DPR RI.

Dwikorita saat itu sedang menjawab pertanyaan dari anggota Komisi V tentang “Kenapa BMKG membangun operasional di Bali, padahal di Jakarta sudah ada?”

"Video pernyataan Ibu Dwikorita tersebut disampaikan pada acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi V DPR RI pada hari Kamis tanggal 14 Maret 2024 di Senayan Jakarta," kata dia.

Rinina menambahkan, Dwikorita saat itu menyampaikan topik mengenai urgensi pembangunan gedung operasional InaTews di Bali sebagai back up gedung operasional InaTews di Jakarta.

"Konteks pernyataan yang disampaikan Ibu Dwikorita adalah pentingnya membangun gedung operasional InaTEWS di Bali sebagai back up gedung operasional InaTEWS di Kemayoran Jakarta," ungkapnya.

Dalam penjelasannya, pembangunan gedung serep di Bali menjadi penting bukan karena ancaman gempa, namun menjadi cadangan bilamana ada gangguan operasional saat BMKG sedang bekerja.

"Fungsi back up/serep ini penting sebagai antisipasi jika ada gangguan operasional di Jakarta," ujarnya.

Pihak BMKG juga sudah bersurat kepada Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria untuk menurunkan video tersebut dari aplikasi TikTok.

Baca juga artikel terkait HOAKS atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash news
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Irfan Teguh Pribadi