Menuju konten utama

Berbasis AI & Dual Degree, XJTLU Tarik Minat Pelajar Indonesia

XJTLU menarik minat pelajar Indonesia lewat kurikulum berbasis AI dan program dual degree yang menghubungkan pendidikan dengan dunia kerja.

Berbasis AI & Dual Degree, XJTLU Tarik Minat Pelajar Indonesia
Suasana audiens Profesor Youmin Xi, Board Member and Executive President, XJTLU dalam acara Press Conference yang digelar di Jakarta pada Rabu (24/6/2026). tirto.id/Dwi Ayuningtyas
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, penguasaan kecerdasan buatan (AI) kini telah menjadi kualifikasi wajib untuk para pencari kerja.

Menanggapi tuntutan global tersebut, Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU) memperkenalkan pendekatan pendidikan inovatif yang mengintegrasikan AI ke dalam seluruh rantai ilmu pengetahuan, guna memastikan lulusannya siap menghadapi tantangan dunia kerja yang kian kompleks.

"Kami menggunakan AI untuk mendukung edukasi, melakukan upgrade, restructure, dan reshape. Tapi, kammi tidak ingin menggunakan AI untuk menggantikan edukasi. Jika ada manusia, edukasi akan bertahan sepanjang masa. Filosofi kami adalah X plus AI, bukan AI plus X," tegas Profesor Youmin Xi, Board Member and Executive President, XJTLU dalam acara Press Conference yang digelar di Jakarta pada Rabu (24/6/2026).

XJTLU adalah universitas hasil joint venture internasional antara Xi’an Jiaotong University (Tiongkok) dan University of Liverpool (Inggris). Kampus ini meleburkan AI dalam seluruh kurikulum pembelajaran kemudian memberikan kesempatan untuk menerapkannya berdasarkan kebutuhan mahasiswa.

Dalam konferensi pers tersebut, Profesor Xi menjelaskan secara mendalam bagaimana AI diintegrasikan sejak tahun pertama kuliah. Kemudian pada tahun selanjutnya, mahasiswa akan belajar penerapannya dalam keilmuan dan praktik di sektor industri.

"Di tahun pertama, mereka belajar apa itu AI, bagaimana cara menggunakan AI, dan apa itu etika AI. Kemudian di tahun kedua, mereka akan mulai belajar bagaimana menggunakan AI dengan benar pada mata kuliah Matematika, Teknik, atau Ilmu Sosial. Setelah itu, di tahun ketiga, mereka akan dibantu oleh AI untuk melakukan penelitian agar pemahaman mereka lebih mendalam," paparnya.

Model pendidikan visioner ini sukses menarik minat besar dari pelajar Indonesia. Saat ini, Indonesia merupakan pasar internasional terkuat bagi XJTLU dengan sekitar 700 mahasiswa aktif di kampus. Berdasarkan data resmi per 1 Juni, untuk intake September 2026, total aplikasi dari Indonesia sudah melonjak mencapai 1.500 pendaftar, atau menguasai 38 persen dari total keseluruhan aplikasi mahasiswa internasional.

“Saat ini XJTLU memiliki tenaga pengajar yang berasal lebih dari 60 negara dan wilayah yang berbeda-beda dari seluruh dunia. Dan mahasiswa kami juga berasal dari hampir 100 negara dan wilayah yang berbeda, sehingga mahasiswa di kampus kami sudah terbiasa dengan atmosfer ragam budaya yang berbeda,” imbuh Prof. Xi.

Tawarkan Dual Degree

Selain keunggulan di bidang teknologi, XJTLU tetap mempertahankan daya tarik utamanya melalui program dual degree. Melalui kemitraan strategis, mahasiswa berhak mendapatkan dua gelar sarjana sekaligus, yakni ijazah dari otoritas pendidikan Tiongkok dan ijazah dari University of Liverpool, Inggris.

Mahasiswa sarjana memperoleh dua gelar: gelar XJTLU yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Tiongkok dan gelar yang diakui secara global dari University of Liverpool. Mahasiswa pascasarjana memperoleh gelar dari University of Liverpool yang diakui oleh Kementerian Pendidikan.

Mahasiswa dapat memilih jalur "2+2" untuk belajar di Tiongkok dan Inggris, atau jalur "4+X" dengan studi penuh di kampus Suzhou, Cina. Saat ini, XJTLU menawarkan lebih dari 100 program gelar di bidang sains, teknik, bisnis, keuangan, arsitektur, perencanaan kota, bahasa, dan budaya. Semua program diajarkan dalam bahasa Inggris, kecuali mata kuliah umum dan dasar.

Keuntungan praktis lainnya adalah kerja sama masif dengan dunia industri dengan lebih dari 800 perusahaan mitra. Profesor Xi mengungkapkan bahwa kampus memiliki ekosistem yang terhubung langsung dengan pasar kerja nyata.

"Kita juga memiliki keuntungan karena memiliki banyak industri. Kami memiliki sekitar tujuh jenis industri dan ada 800 perusahaan yang dapat bekerja sama dengan mahasiswa. Jadi, kami mengajarkan mahasiswa untuk membawa masalah nyata ke dalam kelas agar mereka belajar memecahkannya bersama mentor, profesor, atau pakar industri luar," pungkas Profesor Xi.

XJTLU telah mendirikan perwakilan resmi di Indonesia pada tahun 2024, serta terus menjalin kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan di Tanah Air. Beberapa institusi tersebut, termasuk Binus University, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Petra Christian University Surabaya.

Pertumbuhan masif di Indonesia kian menegaskan posisi XJTLU sebagai batu loncatan global bagi talenta muda dalam mengejar pendidikan berkualitas dan peluang kerja internasional.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis