Menuju konten utama

Beras Premium Langka, Mendag Minta Bulog Segera Pasok ke Ritel

Mendag dorong Bulog memasok beras premium ke ritel modern. Bulog usulkan alihkan 300 ribu ton CBP untuk menekan harga.

Beras Premium Langka, Mendag Minta Bulog Segera Pasok ke Ritel
Petugas memeriksa produk-produk pangan saat melakukan sidak pangan di Denpasar, Bali, Kamis (12/2/2026).ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong Perum Bulog untuk segera memasok beras premium ke ritel modern untuk mengatasi persoalan kelangkaan. Pemerintah, kata dia, juga terus memperkuat koordinasi dengan sejumlah asosiasi, salah satunya Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), untuk memastikan ketersediaan stok beras premium di pasar.

"Dari Bulog, sekarang saya pikir sudah masuk ke ritel, kalau enggak salah namanya Befood," ungkap Budi saat menanggapi isu kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern di kantornya, Rabu (2/9/2026). "Jadi kita koordinasi terus supaya justru Bulog bisa masuk ke Aprindo, asosiasi di minimarket, maupun di ritel modern. Jadi kita terus berupaya produk-produk ini diisi dari Bulog," jelasnya.

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan perusahaannya tengah menyiapkan sekitar 300 ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk diolah menjadi beras premium.

Langkah tersebut akan dilakukan selama September hingga Desember 2026 untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, sekaligus memperkuat intervensi terhadap kenaikan harga beras premium yang terus terjadi di berbagai daerah.

"Ini kami sedang mengajukan untuk tahun 2026 ini per bulan September sampai dengan Desember, estimasi yang kami ajukan adalah sekitar 300 ribu ton," kata Rizal dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026) malam, seperti dikutip Antara.

Menurut Rizal, pengalihan CBP menjadi beras premium bertujuan untuk menekan harga kembali mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pasalnya, saat ini rata-rata harga beras premium telah melampaui HET dengan kisaran mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Adapun HET beras premium berdasarkan regulasi zonasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan di angka Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram menyesuaikan wilayah penjualan di berbagai daerah Indonesia.

Kajian internal Bulog sendiri, lanjut Rizal, menunjukkan bahwa inflasi komoditas beras pada Agustus 2026 yang sebesar 0,02 persen disumbang oleh produk premium, sedangkan harga beras medium relatif stabil bahkan tidak mengalami kenaikan yang berarti di pasar.

Ini lantaran Bulog selama ini mengelola CBP dalam bentuk beras medium, dengan total stok per 1 September 2026 mencapai 4,9 juta ton.

Karena itu, Bulog mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Badan Pangan Nasional agar memperoleh izin mengalihkan sebagian CBP menjadi beras premium sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Rizal, mekanisme pengalihan tersebut mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional sehingga pelaksanaannya tetap berada dalam koridor regulasi serta pengawasan pemerintah demi menjaga akuntabilitas pengelolaan cadangan beras nasional.

Usulan tersebut selanjutnya akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebelum pemerintah mengambil keputusan mengenai pelaksanaan pengalihan CBP menjadi beras premium.

Mengingat urgensinya dalam mengatasi masalah surutnya pasokan, Rizal berharap usulan pengalihan 300 ribu ton CBP menjadi beras premium ini dapat segera disetujui.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana