Menuju konten utama

Berapa Lama Masa Jabatan Paus & Apakah Dapat Gaji?

Masa jabatan seorang Paus adalah seumur hidup setelah ditetapkan, kecuali ada kejadian tertentu. Paus tidak menerima gaji dalam arti tradisional.

Berapa Lama Masa Jabatan Paus & Apakah Dapat Gaji?
Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus (tengah). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.

tirto.id - Meninggalnya Paus Fransiskus tentu mengejutkan banyak pihak dan menjadi perbincangan luas di berbagai belahan dunia. Kepergian Paus bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga menimbulkan sejumlah pertanyaan publik, terutama tentang bagaimana masa jabatan seorang Paus diatur, serta apa saja hak dan fasilitas yang melekat pada jabatan tersebut.

Tak sedikit orang yang penasaran dan bertanya-tanya, berapa lama sebenarnya masa jabatan seorang Paus? Apakah seperti presiden yang memiliki batas waktu tertentu dalam menjabat?

Selain itu, karena posisinya yang sangat penting dan penuh tanggung jawab, muncul juga rasa ingin tahu tentang besarnya gaji atau tunjangan yang diterima Paus selama menjabat. Artikel ini mengulas secara umum tentang masa jabatan dan tunjangan seorang Paus, berdasarkan catatan sejarah dan kebijakan yang berlaku di lingkungan Vatikan.

Lama Masa Jabatan Paus

Paus adalah pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma yang menjabat seumur hidup, kecuali jika ia memilih untuk mengundurkan diri, seperti yang terjadi pada Paus Benediktus XVI pada 2013.

Sejak zaman Santo Petrus yang secara tradisional diyakini sebagai Paus pertama hingga masa kini, telah ada lebih dari 260 Paus yang tercatat dalam sejarah gereja.

Masa jabatan seorang Paus sangat bervariasi, tergantung pada usia saat terpilih, kondisi kesehatan, dan situasi politik atau keagamaan di zamannya. Proses pemilihan Paus dilakukan melalui konklaf, yaitu pemilihan tertutup oleh para kardinal, yang berlangsung sejak abad ke-13 dan terus mengalami evolusi hingga kini.

Dalam sejarah panjang kepausan, masa jabatan terlama dipegang oleh Beato Pius IX, yang menjabat selama hampir 32 tahun, dari 1846 hingga wafatnya pada 1878. Pius IX dikenal karena menetapkan dogma infalibilitas Paus dalam Konsili Vatikan I dan menyaksikan hilangnya Negara Gereja setelah penyatuan Italia.

Masa jabatannya yang panjang menjadikannya figur penting dalam transisi Gereja Katolik ke era modern, meskipun juga kontroversial karena kebijakan-kebijakan konservatifnya yang kuat.

Paus dengan masa jabatan kedua terpanjang adalah Yohanes Paulus II, yang menjabat dari 1978 hingga 2005 selama lebih dari 26 tahun. Ia menjadi salah satu tokoh dunia paling berpengaruh di akhir abad ke-20.

Paus Yohanes Paulus II memainkan peran penting dalam meruntuhkan komunisme di Eropa Timur, memperluas jangkauan global gereja, dan menjadi ikon moral dalam banyak isu internasional. Kepemimpinannya yang karismatik menjadikannya salah satu Paus paling dikenal di dunia modern.

Di sisi lain, terdapat pula Paus dengan masa jabatan yang sangat singkat. Yang tercatat paling singkat adalah Paus Urbanus VII. Ia hanya menjabat selama 13 hari pada tahun 1590 sebelum wafat akibat malaria, bahkan sebelum sempat ditahbiskan secara penuh.

Selain Urbanus VII, ada pula Paus Bonifasius VI yang hanya menjabat selama 15 hari pada tahun 896. Masa jabatan yang singkat seperti ini umumnya disebabkan oleh kematian mendadak atau ketegangan politik dalam gereja.

Secara historis, lamanya masa jabatan Paus sangat bergantung pada konteks zaman. Pada masa-masa awal kekristenan hingga abad pertengahan, banyak Paus wafat muda karena penganiayaan atau konflik politik.

Sementara itu, masa jabatan Paus modern cenderung lebih panjang karena usia pemilihan yang lebih matang dan perawatan kesehatan yang lebih baik. Namun, mundurnya Paus Benediktus XVI menandai bahwa pengunduran diri kini menjadi opsi sah dalam hukum gereja, membuka kemungkinan bagi masa jabatan Paus yang lebih fleksibel di masa depan.

Gaji Paus sebagai Pemimpin Gereja Katolik

Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik tidak menerima gaji dalam arti tradisional seperti pekerja pada umumnya. Semua kebutuhan hidup Paus, termasuk tempat tinggal, makanan, pakaian, dan kendaraan, disediakan sepenuhnya oleh Negara Kota Vatikan.

Penegasan ini pernah disampaikan pada tahun 2001 oleh Juru Bicara Vatikan, Joaquín Navarro-Valls. Dalam laporan di The New York Times, ia menyatakan bahwa "Paus tidak dan tidak pernah menerima gaji," sekaligus membantah rumor yang sempat beredar mengenai pendapatan Paus Yohanes Paulus II.

Meskipun posisi Paus secara teknis dihubungkan dengan nominal gaji sebesar 32.000 dolar AS per bulan, Paus Fransiskus menolak untuk menerima bayaran tersebut.

Sejak terpilih pada tahun 2013, Paus Fransiskus yang berasal dari Serikat Yesuit mengikrarkan komitmen terhadap kaul kemiskinan dan memilih untuk tidak mengambil gaji pribadinya. Laporan menyebutkan bahwa dana tersebut didonasikan, disalurkan ke yayasan, atau digunakan untuk kegiatan amal.

Paus Fransiskus tetap memiliki akses terhadap fasilitas dan aset yang berkaitan dengan jabatannya. Diperkirakan, kekayaan bersihnya mencapai sekitar 16 juta dolar AS, yang mencakup penggunaan kendaraan resmi dan dana sosial gereja.

Salah satu bentuk nyata penggunaannya terlihat dalam donasi sebesar 500.000 dolar AS dari dana "Peter’s Pence" untuk membantu puluhan ribu pengungsi di Meksiko, menunjukkan orientasi pemanfaatan asetnya untuk kegiatan kemanusiaan.

Di sisi lain, Gereja Katolik sebagai institusi memiliki aset global yang sangat besar, mulai dari properti, investasi, hingga koleksi seni bernilai tinggi. Namun, keputusan Paus Fransiskus untuk menolak gaji pribadi dan menjalani hidup sederhana sejalan dengan ajaran kerendahan hati dalam tradisi Katolik. Sikap tersebut menegaskan perbedaan antara kekayaan institusional gereja dan prinsip kesederhanaan pribadi sang Paus.

Baca juga artikel terkait PAUS FRANSISKUS atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Elisabet Murni P