Menuju konten utama

Benarkah Wanita Lebih Cepat Gemuk dari Pria? Ini Dia Faktanya

Apakah wanita lebih cepat gemuk dari pria? Cek faktanya di sini dan faktor penyebab kegemukan pada wanita, mulai dari hormon hingga penggunaan kontrasepsi.

Benarkah Wanita Lebih Cepat Gemuk dari Pria? Ini Dia Faktanya
Ilustrasi Perempuan Obesitas. [Foto/vemale.com]
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kita mungkin pernah mendengar ungkapan bahwa wanita lebih cepat gemuk dari pria. Salah satu fakta wanita gemuk yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang adalah bahwa berat badan bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari hormon hingga aktivitas otak.

Kegemukan merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh banyak orang. Bukan hanya soal penampilan, tapi kegemukan juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari risiko diabetes, penyakit jantung, hingga mengganggu kesuburan.

Mengingat risiko kesehatan yang cukup serius, mengetahui faktor-faktor penyebab kegemukan bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan, termasuk menelaah lebih dalam apakah wanita lebih cepat gemuk dari pria.

Benarkah Wanita Lebih Cepat Gemuk daripada Pria?

Perlu dipahami bahwa kegemukan atau kenaikan berat badan bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya disebabkan oleh faktor eksternal seperti pola makan dan gaya hidup.

Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang secara jelas membuktikan bahwa wanita lebih cepat gemuk dari pria secara alamiah. Akan tetapi, sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa obesitas memang lebih banyak dialami oleh kaum hawa.

Tak hanya itu, wanita juga kemungkinan lebih sulit untuk diet atau menurunkan berat badan karena faktor hormon dan struktur otak yang berbeda dengan pria.

Pengaruh Hormon di Otak

Ilustrasi Otak
Ilustrasi Otak. FOTO/iStockphoto

Dikutip dari laman University of Aberdeen, Profesor Lora Heisler dari Rowett Institute of Nutrition and Health beserta timnya pernah melakukan penelitian terkait pengaruh perbedaan gender dengan kenaikan berat badan.

Sejumlah ilmuwan dari beberapa universitas telah melakukan percobaan terhadap tikus. Hasilnya, terdapat bagian otak yang memiliki pengaruh signifikan terhadap cara tubuh menggunakan kalorinya, dan hal ini berbeda antara pria dan wanita.

Bagian otak tersebut memproduksi hormon penting bernama peptida pro-opiomelanocortin (POMC) yang berperan mengatur nafsu makan, aktivitas fisik, pengeluaran energi, hingga berat badan.

Studi menunjukkan bahwa tidak setiap neuron POMC menjalankan fungsi yang sama. Pada tikus jantan dan betina, neuron ini membantu mengontrol nafsu makan. Akan tetapi, bagian ini juga bisa memengaruhi aktivitas fisik dan pengeluaran energi pada tikus jantan saja.

Jadi, apabila pria diberi obat anti obesitas seperti lorcaserin, maka efeknya tidak hanya menekan nafsu makan, tapi juga meningkatkan aktivitas fisik dan pengeluaran energi yang tentunya berkontribusi dalam mencegah kegemukan.

Dorongan Nafsu Makan yang Berbeda

Ilustrasi Makan
Ilustrasi Makan. FOTO/iStockphoto

Penelitian yang dilakukan oleh University of California, Los Angeles (UCLA) membuktikan bahwa pria dan wanita memiliki mekanisme yang berbeda dalam hal penambahan berat badan.

Dilansir dari Psychology Today, struktur otak pria dan wanita ternyata tidaklah sama, terutama di daerah yang bertanggung jawab mengendalikan nafsu makan dan energi.

Hasil studi menemukan fakta bahwa wanita memiliki insula yang lebih besar, bagian otak yang mengendalikan rasa lapar dan kenyang. Di sisi lain, pria memiliki hipotalamus dan amigdala yang lebih besar.

Hipotalamus dikenal sebagai bagian otak yang mengendalikan rasa lapar, sementara amigdala berhubungan erat dengan sistem penghargaan (reward system) yang bisa memengaruhi perilaku makan terkait imbalan/kesenangan.

Lebih lanjut, studi menunjukkan bahwa obesitas pada wanita sering dikaitkan dengan nafsu makan yang didorong oleh emosi dan kompulsif, sedangkan perilaku makan pria lebih banyak dipengaruhi oleh sensasi dari saluran pencernaan dan respons visceral.

Beberapa studi lain tentang kinerja otak turut mengungkapkan bahwa wanita cenderung lebih sulit mengatasi rangsangan yang memicu emosi negatif. Hal ini menimbulkan stres yang akhirnya memicu keinginan untuk makan yang tidak terkendali.

Kesimpulannya, pria dan wanita sebenarnya sama-sama berpotensi mengalami kenaikan berat badan. Namun, wanita mungkin lebih susah untuk diet karena mereka cenderung lebih mudah menuruti keinginan makan saat menghadapi situasi emosional dibandingkan kaum pria.

Perlu dicatat bahwa semua studi tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa wanita lebih cepat gemuk dari pria secara alami. Studi di atas hanya menunjukkan adanya perbedaan mekanisme tubuh, khususnya otak, terkait dengan nafsu makan dan penambahan berat badan.

Fakta yang Membuat Perempuan Lebih Mudah Gemuk

Ilustrasi Timbangan Badan

Ilustrasi Timbangan Badan. FOTO/iStockphoto

Wanita lebih cepat gemuk dari pria memang belum terbukti secara ilmiah, tapi tak bisa dipungkiri bahwa wanita memang berisiko mudah gemuk karena berbagai faktor. Berikut beberapa hal yang membuat wanita mudah mengalami kegemukan atau naik berat badan:

  • Faktor Hormon dan Penyimpanan Lemak
Wanita memiliki hormon estrogen yang tinggi, sedangkan hormon ini berperan dalam penyimpanan lemak. Dibandingkan pria, wanita umumnya memiliki 6-11% lebih banyak lemak dalam tubuhnya.

Di sisi lain, pria memiliki kadar hormon testosteron yang tinggi. Hormon ini justru mendorong pertumbuhan massa otot sekaligus meningkatkan jumlah energi yang dibakar sehingga berpengaruh pada berat badan.

  • Area Penyimpanan Lemak yang Berbeda
Pria dan wanita menyimpan lemak di bagian tubuh yang berbeda. Pria biasanya menyimpan lemak di area perut, sedangkan wanita umumnya menyimpan lemak di bagian pinggul dan paha sehingga terlihat lebih berisi.

  • Kebiasaan Makan
Fluktuasi hormon pada wanita, terutama saat menstruasi atau hamil, dapat menyebabkan stres dan menimbulkan keinginan untuk makan, terutama makanan yang tidak sehat yang dapat berujung pada penambahan berat badan.

  • Perbedaan Metabolisme
Pria dan wanita memiliki tingkat metabolisme yang berbeda. Pria cenderung membakar lemak lebih cepat dibandingkan dengan wanita karena memiliki lebih banyak massa otot.

Otot juga membakar lebih banyak kalori daripada lemak. Massa otot pria yang lebih tinggi secara alami menghasilkan metabolisme yang lebih cepat sehingga pria pun lebih mudah untuk menurunkan berat badan.

  • Penggunaan Kontrasepsi Hormonal
Dibandingkan pria, wanita lebih sering menggunakan kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi ini bekerja dengan memengaruhi hormon reproduksi di dalam tubuh, sedangkan salah satu efek samping yang bisa terjadi adalah naiknya berat badan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa meskipun belum ada bukti ilmiah yang secara gamblang menyebutkan bahwa wanita lebih cepat gemuk dari pria, wanita tetap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kegemukan karena berbagai faktor.

Penting bagi kita untuk menyadari penyebab kenaikan berat badan demi menjaga kesehatan. Dengan menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, hingga mengelola stres, risiko kelebihan berat badan maupun obesitas dapat diminimalkan, baik pada pria maupun wanita.

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani