tirto.id - Kementerian Pertahanan Taiwan mengabarkan bahwa pihak Cina (kini Tiongkok) sedang marak beraktivitas militer di dekat wilayahnya. Cina diklaim tengah meningkatkan kemampuan demi menyerang Taiwan secara mendadak, demikian dikutip dari laporan pihaknya pada Kamis (9/10).
Laporan dua tahunan tentang pertahanan nasional Taiwan tersebut juga menyampaikan tentang adanya strategi perang daring hibrida. Langkah ini dianggap dapat merusak kepercayaan masyarakat Taiwan kepada pemerintahnya.
Taiwan sendiri sudah mengalami berbagai tekanan militer dari pihak Tiongkok sejak lima tahun lalu. Tekanan dari pihak militer Cina kepada Taiwan ini dikabarkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Lantas, benarkah Taiwan akan berperang melawan Cina? Apa penyebab awal konflik di antara kedua negara tersebut? Berikut penjelasannya.
Benarkah Taiwan vs Cina Perang?
Tekanan kepada Taiwan, wilayah yang diklaim Cina termasuk bagian negaranya, belakangan ini mengalami peningkatan. Pihak Taiwan pun merespons sejumlah aktivitas Tiongkok sebagai ancaman.
"Komunis Tiongkok telah mengadopsi taktik pelecehan zona abu-abu rutin, dikombinasikan dengan patroli kesiapan tempur gabungan, latihan militer terarah, dan perang kognitif, sehingga menimbulkan ancaman menyeluruh bagi kami," kata Kementerian Pertahanan dalam laporan, dikutip dari Reuters.
Sesuai keterangan pihaknya, ada juga beberapa operasi nonmiliter Cina yang dianggap menekan Taiwan. Misalnya kerusakan kabel bawah laut, patroli pantai, dan penerbangan balon.
Melansir sumber serupa, aktivitas patroli oleh penjaga pantai Cina dianggap bisa meluas hingga memunculkan tindakan penahanan agresif. Bahkan, diprediksi melibatkan operasi militer pada masa mendatang.
Adapun penerbangan drone atau pesawat tanpa awak Cina di daerah Taiwan meningkat selama dua tahun terakhir. Khususnya insiden ini terjadi di sekitar wilayah Matsu dan Kinmen.
Taiwan merespons kejadian tersebut dengan melatih militer yang khusus disiapkan untuk menembak jatuh drone. Kemudian berniat memperkuat pertahanan udaranya dengan Iron-Dome, seperti alat yang dipakai Israel dalam konflik belakangan ini.
Presiden Taiwan Lai Ching-te diperkirakan akan menyampaikan perihal sistem pertahanan Irone-Dome melalui pidato nasional. Narasinya akan disampaikan pada hari ini, Jumat (10/10).
Apa Penyebab Awal Konflik Cina vs Taiwan?
Taiwan memiliki pemerintahan demokratisnya tersendiri. Sementara itu, Tiongkok sebagai negara komunis menganggap bahwa wilayah Taiwan merupakan bagian dari negaranya.
Hal ini menjadi penyebab awal konflik Taiwan vs Cina selama lima tahun terakhir. Sebut misalnya tujuh putaran latihan perang besar di sekitar pulau Taiwan sejak 2022 silam.
Tiongkok menggelar latihan perang selama sehari di sekitar pulau tersebut pada pidato nasional Presiden Lai Ching-te tahun lalu. Tindakan yang dianggap Taiwan separatis ini menjadi dasar pelacakan aktivitas Tiongkok.
Dalam acara "The Clay Travis and Buck Sexton Show", Lai sempat berbicara mengenai permasalahan Cina vs Taiwan. Ia membahas perihal komentar Donald Trump pada Agustus lalu.
Sebelumnya, Trump sempat menjalankan dialog dengan Presiden Cina Xi Jinping. Pemimpin Tiongkok berkata kepada Trump bahwa pihaknya tak akan menginvasi wilayah Taiwan.
Presiden Taiwan mengharapkan agar Trump bisa terus memberikan dukungan kepada negaranya. Kemudian menuturkan bahwa Presiden AS akan menerima nobel perdamaian, seandainya berhasil menghentikan tindakan militer Cina.
"Kami berharap dapat terus menerima dukungan Presiden Trump. Jika Presiden Trump berhasil membujuk Xi Jinping untuk menghentikan agresi militer apa pun terhadap Taiwan secara permanen, Presiden Trump niscaya akan menjadi peraih Nobel Perdamaian," kata Lai.
Ingin melihat informasi mengenai konflik Taiwan vs Cina dan berbagai negara lainnya? Pantau terus berita terbaru mengenai kejadian-kejadian internasional di tautan berikut.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Indyra Yasmin
Masuk tirto.id
































