tirto.id - Kebocoran soal Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) diduga terjadi di SMP Negeri 10 Yogyakarta. Dugaan tersebut mencuat setelah beredar sejumlah foto soal matematika ASPD di media sosial pada Selasa (6/5/2025).
Informasi awal menyebutkan bahwa kebocoran ini diduga berasal dari salah satu guru matematika di sekolah tersebut, yang juga terlibat dalam tim penyusun soal ASPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
‼️KECURANGAN ASPD SMP/MTS YOGYAKARTA‼️
— tiα ᯓᡣ𐭩 ִֶָ ִֶָ (@glvtochulsoo) May 6, 2025
Theard ini dibuat untuk melampirkan bukti-bukti bahwa soal ASPD sudah BOCOR sebelum pelaksanaan berlangsung. pic.twitter.com/YfbANPF0MA
ASPD adalah alat ukur yang digunakan untuk menilai kemampuan akademis siswa pada tingkat akhir SD/MI/Sederajat dan SMP/MTs/Sederajat. Penilaian dalam ASPD mencakup tiga aspek utama yakni literasi membaca, literasi numerasi, dan literasi Sains.
Benarkah Kebocoran Soal ASPD Berasal dari Guru SMPN 10 Yogya?
Kepala SMPN 10 Yogyakarta, Edy Thomas Suharta, menyampaikan pihaknya belum dapat memberikan banyak komentar terkait isu dugaan kebocoran soal ASPD. Sebab, proses penelusuran masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa dugaan kebocoran tersebut saat ini sedang ditangani oleh Disdikpora DIY.
“Terima kasih teman-teman. Jadi begini, ini [dugaan kebocoran ASPD] masih dalam proses penelusuran karena itu kan di media sosial dan kita tidak tahu kebenarannya,” ujar Thomas saat ditemui di sekolahnya, Rabu (7/5/2025).
Thomas mengimbau publik agar tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang beredar di medsos. Ia menekankan pentingnya menjaga objektivitas dan memberikan ruang bagi proses klarifikasi yang sedang dilakukan oleh pihak Disdikpora DIY.
“Jangan sampai kita terjebak pada pernyataan-pernyataan yang di media sosial yang belum tentu kebenarannya,” kata Thomas.
Terkait guru yang disebut-sebut sebagai pembuat soal matematika ASPD, Thomas mengatakan bahwa yang bersangkutan telah dimintai klarifikasi oleh Disdikpora DIY. Namun menurutnya, hingga kini belum ditemukan indikasi bahwa guru tersebut terlibat dalam dugaan kebocoran soal.
“Alhamdulillah tidak ada indikasi guru kami yang membocorkan. Untuk lebih jelasnya nanti tanya ke Dinas Provinsi,” jelas Thomas.
Ia juga mengakui terdapat kemiripan antara soal yang beredar di media sosial dan soal ASPD, namun menurutnya hal tersebut belum tentu menunjukkan identitas soal yang sama. “Ada kemiripan bentuk-bentuk, mirip tidak berarti sama. Tapi kami tidak dalam ranah untuk berbicara,” ujarnya.
Thomas menambahkan bahwa penyebutan siswa SMPN 10 dalam unggahan media sosial juga masih perlu diverifikasi. Sebab semua orang dapat dengan mudah membuat pengakuan serupa.
“Aku mengaku dari kelompok A, B, C, dari sekolah manapun juga bisa. Pengakuan tanpa pembuktian. Dan itu di media sosial. Nah itu sekarang lagi diklarifikasi. Terima kasih. Untuk lengkapnya, teman-teman nanti bisa ke provinsi. Nanti akan dijawab lebih tuntas dan jauh lebih detail,” tegasnya.
Dispdikpora DIY berupaya melakukan proses klarifikasi dan verifikasi terhadap dugaan kebocoran. Disdikpora DIY belum berani membenarkan dugaan kebocoran soal ASPD.
“Ini dugaan, tapi kami akan cari dulu sumbernya. Kami teliti betul. Sore ini kami lanjutkan kembali. Kami belum tahu bocor atau tidaknya," ujar Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, saat diwawancarai di Kompleks Kantor Gubernur DIY atau Kepatihan, Kota Yogyakarta, pada Rabu (7/5/2025).
Disdikpora DIY juga telah berdialog dengan Kepala SMPN 10 Yogyakarta dan guru yang terlibat sebagai tim penyusun soal ASPD.
"Memang betul di sana ada salah satu guru ada yang jadi penyusun. Tapi bukan [penyusun] untuk soal itu [yang diduga bocor]. Artinya gurunya merasa tidak memberikan soal-soal semacam itu [bocoran ASPD]” kata Suhirman.
Selain itu, Suhirman juga menyampaikan bahwa Disdikpora DIY telah mengamati proses pembelajaran dan les dalam rangka persiapan ASPD di SMPN 10 Yogyakarta.
Kapan ASPD SMP/MTs Yogyakarta 2025?
Pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) tahun 2025 untuk jenjang SMP/MTs/Sederajat tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Nomor 1003.180 tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Satuan Pendidikan di Kota Yogyakarta Tahun Pelajaran 2024/2025.
Berdasarkan keputusan tersebut, pelaksanaan utama ASPD bagi siswa tingkat akhir SMP/MTs/Sederajat dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 5 hingga 7 Mei 2025.
Selain itu, Disdikpora DIY juga telah mengatur jadwal ASPD susulan bagi siswa yang berhalangan mengikuti ujian pada jadwal utama. ASPD susulan akan diselenggarakan pada tanggal 12 hingga 15 Mei 2025.
Penulis: Febriyani Suryaningrum
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id






































