Menuju konten utama

Benarkah Shell Tutup SPBU di Indonesia 2026? Simak Penjelasannya

Shell akan melepas lini bisnis SPBU pada 2026. Cek apakah SPBU Shell masih ada di Indonesia tahun depan? Simak penjelasannya.

Benarkah Shell Tutup SPBU di Indonesia 2026? Simak Penjelasannya
SPBU Shell Indonesia Cipondoh 1, Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin (03/02/2205). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Perusahaan produsen minyak bumi asal Britania Raya, Shell, disebut akan menutup SPBU di Indonesia pada 2026. Bagaimana penjelasan resminya?

Isu Shell menutup SPBU di Indonesia pada 2026 tersebut mencuat seiring kelangkaan stok BBM di SPBU swasta dalam beberapa waktu belakangan. Kelangkaan itu sempat membuat beberapa SPBU swasta tidak bisa melayani pembeli.

Di tengah kelangkaan BBM dari perusahaan swasta, pemerintah kemudian mengeluarkan izin impor minyak guna memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, pemerintah mewajibkan perusahaan swasta untuk melakukan impor melalui Pertamina.

Sementara itu, merebaknya isu Shell akan menutup SPBU di Indonesia pada 2026 kemudian menyebabkan kekhawatiran akan adanya PHK massal para karyawannya.

Belakangan, pihak Shell memberikan klarifikasi terkait isu tersebut, juga perihal kaitan berkembangnya isu dengan kebijakan izin impor pemerintah lewat Pertamina.

Shell akan Lepas Bisnis SPBU di Indonesia & Benarkah Isu PHK Massal?

Vice President Corporate Relation PT Shell Indonesia, Susi Hutapea, menerangkan bahwa narasi SPBU Shell tutup pada 2026 tidaklah benar.

Pada 2026 mendatang, Shell bukan akan menutup SPBU-nya di Indonesia, melainkan melepaskan lini bisnis penjualan BBM tersebut ke perusahaan lain.

Dijelaskan Susi, PT Shell Indonesia kini tengah dalam proses untuk melepas kepemilikan SPBU mereka ke perusahaan patungan, Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

Menurutnya, setelah nanti proses pelepasan bisnis tersebut rampung, merek Shell masih tetap akan digunakan. Oleh karenanya SPBU Shell tidak tutup, hanya berganti kepemilikan.

"Setelah proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU ini selesai, merek Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek," kata Susi kepada Tirto pada Sabtu (27/9/2025).

Dalam keterangannya, Susi juga memastikan bahwa pengelola yang baru nanti akan mempertahankan kualitas BBM yang dijual ke masyarakat.

"Produk BBM akan dipasok melalui Shell dan pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi," tuturnya.

Susi juga menyampaikan bahwa rencana bisnis untuk melepas SPBU Shell di Indonesia kepada perusahaan lain tidak terkait dengan kebijakan impor pemerintah.

Menurutnya, rencana ini sudah mulai diproses Mei lalu, sebelum ramai pembicaraan tentang izin impor minyak bumi lewat Pertamina.

"Tidak ada kaitannya ya antara stok BBM dan proses pengalihan kepemilikan SPBU Shell ke Citadel-Sefas," katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (26/9), Juru Bicara Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, membantah bahwa kebijakan izin impor perusahaan SPBU swasta melalui Pertamina merupakan upaya monopoli.

Menurutnya, kebijakan itu merupakan bagian dari skema business to business (B2B) antara perusahaan swasta yang kehabisan kuota impor BBM dengan Pertamina.

"Tidak ada [monopoli], hanya mekanisme B2B dan kolaborasi," tuturnya.

Sementara itu, di lain kesempatan, manajemen Shell Indonesia membantah kabar terkait isu PHK massal yang akan berdampak pada karyawan SPBU.

"Shell Indonesia mengklarifikasi bahwa informasi yang disampaikan adalah tidak benar," jelas pihak manajemen Shell Indonesia pada Minggu (28/9), dikutip dari Antara.

Menurut pihak Shell, ada upaya untuk menyebarkan berita tidak benar tersebut di media sosial. Di Instagram, misalnya, pihak Shell Indonesia mencatat ada tiga sumber konten yang menyebarkan narasi tidak benar bernada serupa, yakni akun infotangerang.id, lawakscience, dan awreceh.id.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi," kata manajemen Shell Indonesia.

Baca juga artikel terkait BBM atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan