Menuju konten utama

Benarkah Pemerintah akan Blokir Game Roblox & Apa Alasannya?

Pemerintah berpotensi memblokir game Roblox, apabila ditemukan unsur kekerasan. Simak selengkapnya alasan pembatasan hingga potensi pemblokirannya.

Benarkah Pemerintah akan Blokir Game Roblox & Apa Alasannya?
Game Roblox. (FOTO/roblox)

tirto.id - Gim Roblox menghadapi potensi pemblokiran dari pemerintah jika terbukti memiliki dampak negatif terhadap perilaku generasi muda. Hal ini diungkapkan pemerintah seiring meningkatnya kekhawatiran terkait permainan ini.

Potensi pemblokiran tersebut disampaikan pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, pada Selasa (5/7/2025).

"Kalau memang kita merasa sudah melewati batas, apa yang ditampilkan di situ mempengaruhi perilaku dari adik-adik kita, ya tidak menutup kemungkinan [diblokir]," ucap Prasetyo, dikutip dari Antara.

Menurutnya, pemerintah tidak akan ragu menutup setiap platform yang dapat membentuk perilaku menyimpang pada anak-anak dan remaja.

"Kita mau melindungi generasi kita, enggak ragu-ragu juga kita. Kalau memang itu mengandung unsur-unsur kekerasan, ya kita tutup, enggak ada masalah," ujarnya.

Meskipun begitu, hingga artikel ini ditulis, pemblokiran game Roblox oleh pemerintah belum terjadi. Rencana konkret mengenai pemblokiran juga belum dikeluarkan pemerintah.

Benarkah Game Roblox Mengandung Kekerasan?

Roblox merupakan platform gim online yang diproduksi oleh perusahaan pengembang gim asal Amerika Serikat (AS), Roblox Corporation. Popularitasnya kini tengah berkembang di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Tak seperti gim video konvensional, Roblox lebih seperti semesta digital, setiap penggunanya bebas untuk melakukan apa saja. Platform ini memungkinkan pengguna untuk memainkan, membagikan, atau bahkan membuat permainan sendiri secara gratis.

Oleh karenanya, permainan yang ada di dalamnya dibuat oleh para pengguna untuk dimainkan oleh para pengguna lainnya.

Namun, permainan bukan satu-satunya hal dalam Roblox. Para pengguna juga bisa menciptakan item aksesoris untuk avatar mereka, membangun dunia virtual sendiri, atau berjualan item dengan sesama pengguna.

Pada Senin (4/8), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, sempat menyatakan larangan bagi anak-anak untuk memainkan gim Roblox. Dalam keterangannya itu, Abdul Mu'ti menyoroti banyaknya adegan kekerasan yang muncul dalam gim tersebut.

"Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek ... Nah yang main blok-blok [Roblox] tadi itu jangan manin yang itu ya karena itu tidak baik," katanya pada Senin (4/8).

Menurutnya, adegan-adegan kekerasan tersebut dapat menjadi masalah ke depan karena anak-anak berpotensi mereka-ulang adegan itu di dunia nyata.

"Kalau di game itu dibanting, itu kan tidak apa-apa orang dibanting di game. Kalau dia main dengan temennya, kemudian temennya dibanting, kan jadi masalah," katanya.

Belakangan, pada Rabu (6/8), Abdul Mu'ti mengklarifikasi pernyataannya pada Senin lalu, menyebut pernyataannya itu bukan larangan, melainkan imbauan agar tidak memainkan Roblox.

Akan tetapi, kekhawatiran terkait keamanan Roblox bagi anak-anak memang meningkat secara global dalam beberapa tahun terakhir.

Melansir The Guardian, kekhawatiran tersebut terjadi karena pola interaksi yang terjadi antara sesama pengguna Roblox, yang memungkinkan anak-anak di bawah umur berinteraksi dengan orang dewasa.

Hal tersebut membuat gim ini rawan disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab, seperti yang terjadi di California, Amerika Serikat pada April 2025 lalu, ketika seorang anak 10 tahun diculik setelah berkenalan dengan pelaku via Roblox.

Anak-anak yang masih rentan secara emosional dan intelektual menghadapi risiko dimanipulasi oleh pemain Roblox yang sudah dewasa. Ketika pemain dewasa tersebut adalah orang jahat, sistem roblox yang interaktif bisa membahayakan anak-anak.

Sementara itu, pada 2024 lalu, Turki memblokir gim Roblox. Pemerintah Turki menyebut upaya tersebut sebagai upaya perlindungan untuk anak-anak dari dampak buruk gim tersebut.

Dalam keterangannya di media sosial X pada 8 Agustus 2024, Menteri Kehakiman Turki, Yilmaz Tunc, menyebut Roblox diblokir karena "di dalamnya terdapat konten yang dapat mengarah pada eksploitasi anak."

Mengenai kekhawatiran orang tua tentang gim Roblox bagi anak-anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengimbau orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anak ketika bermain gim.

"Ini kan harus ada pengawasan dari orang tua juga ya, jadi pola asuh dalam keluarga harus diperhatikan," kata Arifatul, dikutip dari ANTARA.

Baca juga artikel terkait REGULASI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan