tirto.id - Penayangan kartun asal Rusia, “Masha and the Bear” terancam dihentikan di Inggris. Puluhan anggota parlemen dari kelompok lintas partai mendesak pemerintah segera turun tangan memblokir tayangan tersebut di platform Netflix dan ITVX karena dinilai menjadi alat propaganda terselubung Rusia.
"Anak-anak Inggris dijangkau melalui platform streaming global utama maupun lembaga penyiaran domestik terkemuka, dan kami yakin hal ini tidak dapat diterima," tulis para anggota parlemen dalam surat desakannya kepada Menteri Kebudayaan Inggris, dilansir dari The Guardian, Kamis (2/7/2026).
Surat yang diprakarsai oleh Tom Gordon dari Partai Liberal Demokrat dan ditandatangani oleh lebih dari 50 legislator lainnya itu menyatakan bahwa tingkah laku tokoh Masha secara terang-terangan memuat konten propaganda.
Para legislator menyoroti episode saat Masha mengenakan atribut militer era Soviet, termasuk topi penjaga perbatasan yang secara historis dikaitkan dengan dinas polisi rahasia Uni Soviet (NKVD) yang bertanggung jawab atas deportasi massal, eksekusi, serta penganiayaan terhadap puluhan juta orang.
Menurut para anggota parlemen, pihak studio telah secara aktif menormalisasi simbol militer dan ikonografi era Soviet yang memiliki sejarah kelam kepada audiens anak-anak di seluruh dunia.
Tak hanya di layar kaca, para anggota parlemen Inggris juga mengungkapkan bahwa visual militer tersebut turut dipublikasikan melalui akun X berbahasa Inggris milik Animaccord, studio animasi Rusia yang berkantor pusat di Siprus.
Unggahan tersebut menampilkan keterangan yang berbunyi: "Seorang gadis tentara sejati dengan jaring kupu-kupu! Hore, aku sekarang di militer!" ("A real army girl with a butterfly net! Woo hoo, I'm in the army now!").
Namun, serial yang diadaptasi dari cerita rakyat Rusia ini justru menjadi salah satu acara paling populer di YouTube. Terlihat di salah satu episodenya yang berjudul 'Recipe for Disaster' telah sukses ditonton lebih dari 4,6 miliar kali.
Menanggapi desakan pemblokiran tersebut, Animaccord membantah keras adanya pendanaan dari negara maupun pesan politik dalam serial produksinya.
"Klien saya menolak secara tegas anggapan keliru dan mencemarkan nama baik bahwa ‘Masha and the Bear’ dikaitkan dengan propaganda," tegas Juru Bicara Animaccord, Melanie Bonvicino, dilansir dari Antara.
Pihak Animaccord menambahkan bahwa tayangan yang telah beredar di lebih dari 100 negara tersebut murni merupakan bisnis swasta yang berfokus pada hiburan keluarga.
Mereka menegaskan isi kartun selama hampir dua dekade hanya mengangkat tema universal seperti persahabatan dan kebaikan, tanpa muatan politik apa pun.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






























