tirto.id - Rusia menyerang Kyiv dengan puluhan rudal balistik dan hampir 600 drone pada Minggu (24/5/2026) waktu setempat. Dampak serangan telah membuat situasi di ibu kota Ukraina mencekam dengan gedung dan bangunan yang terbakar, juga jatuhnya korban jiwa.
Dinukil dari Al Jazeera, serangan tersebut terjadi pada Minggu dini hari waktu Ukraina, sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Ledakan demi ledakan terjadi di kota-kota di Kyiv dan sekitarnya.
Militer Ukraina menyebut, 600 drone dan 90 rudal telah digunakan dalam serangan sepanjang malam, diluncurkan dari udara, laut, dan darat. Sementara itu, pertahanan udara Ukraina dilaporkan mengintersep 549 dan 55 rudal di antaranya. Sebanyak 19 rudal disebut gagal mencapai sasaran.
Rusia kemudian mengonfirmasi serangan tersebut, menyebut bahwa mereka telah meluncurkan rudal balistik hipersonik Oreshnik. Ini merupakan kali ketiga rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir ini digunakan dalam Perang Ukraina-Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut bahwa serangan pada Minggu merupakan respons dari “serangan teroris Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayah Rusia” pada Kamis (21/5).
Serangan tersebut dilaporkan mengenai infrastruktur sipil di Starobilsk dan pejabat Rusia menyebut 21 orang tewas karenanya.
“Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melakukan serangan besar-besaran menggunakan rudal balistik Oreshnik, rudal balistik yang diluncurkan dari udara Iskander, rudal balistik-hipersonik yang diluncurkan dari udara Kinzhal, dan rudal jelajah Tsirkon,” sebut kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Sebanyak 40 lokasi di beberapa distrik ibu kota Ukraina mengalami kerusakan karena serangan itu. Beberapa di antara lokasi itu adalah bangunan tempat tinggal, menurut kepala administrasi militer Kyiv Tymur Tkachenko via Telegram.
Serangan juga dilaporkan mengenai gedung kabinet Ukraina dan kantor Kementerian Luar Negeri mereka. Namun, skala kerusakan akibat serangan dilaporkan kecil.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyebut fasilitas penyediaan air juga dan Museum Chernobyl di Kyiv turut diserang. Ia menyebut kondisi museum “hancur total” akibat serangan pada Minggu.
“Mereka benar-benar gila,” kata Zelensky, dikutip dari The Guardian.
Dampak Serangan Rusia di Kyiv: 4 Tewas & 100 Luka-luka
Dampak serangan Rusia pada Minggu tak hanya membuat bangunan rusak, melainkan juga membuat manusia di Ukraina terbunuh dan terluka. Zelensky menyebut dalam keterangan di X bahwa 100 orang terluka dan empat orang tewas karenanya.
Seturut BBC, Walikota Kyiv Vitali Klitschko menyebut bahwa dua orang terbunuh di wilayah tersebut. Sebanyak 56 orang, termasuk dua anak, mengalami luka dan dirawat di rumah sakit.
Seorang tewas dilaporkan terjadi di Distrik Shevchenko ketika gedung apartemen terkena serangan. Di distrik yang sama, sebuah sekolah terdampak serangan, membuat akses keluar tertutup puing dan sejumlah orang terjebak di dalamnya.
Di luar wilayah Kyiv, serangan juga dilaporkan telah berdampak pada kerusakan di wilayah Cherkasy, Kharkiv, Odesa, Poltava, Sumy, dan Zhytomyr. Hal ini dikonfirmasi Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































