tirto.id - Presiden Donald Trump, Vladimir Putin, dan Vlodymyr Zelensky disebut berkemungkinan bertemu di sela pertemuan KTT G7 di Prancis pada Selasa (16/6/2026). Kabar ini mencuat usai Trump dilaporkan telah berkontak dengan Presiden Rusia dan Presiden Ukraina itu secara terpisah.
Dinukil dari The Moscow Times, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan baru saja melakukan panggilan telepon dengan Putin dan Zelensky secara terpisah. Hal ini disebut terjadi ketika Trump berulang tahun pada Minggu (14/6) lalu.
Pasca-panggilan telepon itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut bahwa ia akan bertemu dengan Trump dalam pertemuan KTT G7 di Prancis. Menurutnya, pertemuan ini akan membahas Perang Rusia-Ukraina dan upanya untuk mengakhirinya.
“Kami sepakat bahwa kami akan membahas lebih lanjut selama pertemuan kami di KTT G7,” kata Zelensky pada Minggu.
Pernyataan itu dikeluarkan Zelensky tak lama setelah Kremlin merilis laporan tentang pembicaraan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Donald Trump. Penghentian Perang Rusia-Ukraina juga disebut jadi salah satu isi pembicaraan via telepon itu.
Perang Rusia-Ukraina kini telah berlangsung lebih dari empat tahun sejak invasi dilancarkan pada Februari 2022. Ribuan warga sipil dilaporkan tewas terbunuh karena perang, sementara korban jiwa dari pihak militer telah mencapai ratusan ribu tentara.
AS selama ini telah terlibat aktif dalam negosiasi perdamaian antara kedua negara. Namun, negosiasi perdamaian sebelumnya telah banyak terhenti karena Perang Iran-AS yang berlangsung pada awal tahun ini.
Belakangan, para pejabat pemerintahan Trump menyatakan bahwa mereka menginginkan agar perang di Ukraina bisa berakhir “secepat mungkin”. Hal ini membuka peluang terjadi pertemuan antara ketiga pemimpin negara tersebut.
Isi Pembicaraan Telepon Trump dengan Putin dan Zelensky
Pembicaraan telepon Trump dengan Putin dan Zelensky itu terjadi dalam momen hari ulang tahun Presiden AS itu. Seturut The Guardian, pembicaraan itu juga disebut banyak membahas tentang Perang Rusia-Ukraina, selain ucapan selamat berulang tahun kepada Trump.
Zelensky, dalam keterangannya pada Minggu, menyebut ia dan Trump banyak berbicara tentang upaya mengakhiri perang. Ia juga menyebut telah menjelaskan perkembangan terkini di medan perang, termasuk posisi Ukraina yang “telah menguat”.
“Kami berbicara tentang apa yang dapat membantu mendekatkan perdamaian saat ini, dan saya memberi tahu presiden [Trump] tentang perkembangan terbaru di medan perang dan bagaimana posisi kami telah menguat,” katanya.
Zelensky juga mengatakan pembicaraan itu kemudian berujung pada janji temunya dengan Trump selama penyelenggaraan KTT G7 di Prancis. Keduanya dijadwalkan berpartisipasi dalam sesi kerja G7 pada Selasa.
“Kami memiliki beberapa ide bagus yang dapat membantu memajukan perdamaian dan melindungi nyawa,” kata Presiden Ukraina itu.
Di sisi lain, Kremlin menyatakan Vladimir Putin telah berkontak dengan Trump dalam sambungan telepon selama kurang dari satu jam. Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, menyebut pembicaraan telepon itu berlangsung “ramah dan jujur”.
Ushakov mengatakan Putin dan Trump banyak membicarakan tentang situasi Perang Iran. Trump juga mengungkapkan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran “sudah dekat”.
Ushakov juga menyatakan duo utusan favorit Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan segera bertolak ke Rusia dalam waktu dekat. Tak dirinci agenda apa yang akan dilakukan duo utusan itu, namun Witkoff dan Jared Kushner sebelumnya telah terlibat aktif dalam negosiasi perdamaian Rusia dan Ukraina.
“Perwakilan khusus Presiden AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang saat ini terlibat erat dalam urusan Iran, akan segera berkunjung ke Rusia,” kata Ushakov, sembari menyebut hal itu sebagai hal yang telah disepakati Trump dan Putin.
Selain itu, kata Ushakov, Putin juga telah menyatakan via telepon bahwa “situasi kritis Ukraina di medan perang” tidak akan berubah sekalipun Kyiv “menyerang infrastruktur sipil di Rusia”.
Pernyataan itu tampaknya merupakan komentar Putin atas peningkatan jumlah serangan udara Ukraina ke Rusia dalam beberapa pekan terakhir. Ukraina mengeklaim serangan yang meningkat ini menargetkan infrastruktur minyak Rusia dan dilakukan untuk mengurangi keuntungan yang digunakan untuk mendanai perang.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































