Menuju konten utama

Belanja Masyarakat Melandai, Bansos Topang Konsumsi Kelas Bawah

Belanja masyarakat pada kuartal III 2026 tetap resilien sekitar 6%, ditopang kebutuhan pokok, bansos, stimulus pemerintah, serta momentum Nataru.

Belanja Masyarakat Melandai, Bansos Topang Konsumsi Kelas Bawah
Pengunjung menikmati hidangan di salah satu tempat makan di Kuningan City Mall, Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,8–6,5 persen dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 melalui percepatan investasi, penguatan daya beli masyarakat, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter sebagai penggerak utama perekonomian. ANTARA FOTO/Fauzan/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mayoritas kelompok pengeluaran dan konsumsi rumah tangga cenderung melambat pada kuartal II 2026. Tim Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat, Mandiri Spending Index (MSI) hingga akhir Juni 2026 tumbuh 6,1 persen, melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,4 persen.

Memasuki kuartal III 2026, belanja masyarakat yang tercermin dalam MSI masih tumbuh resilien di kisaran 6 persen.

"Jadi, data MSI terkini, jadi pertumbuhan belanja di kuartal III 2026 tadi masih resilien, walaupun sedikit melandai. Memang angkanya itu rata-rata pertumbuhan di kuartal III itu 6 persen year on year, mirip-mirip dengan kuartal II 2026," ungkap Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departemen Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, dalam Mandiri Macro and Market Brief Kuartal III 2026, Jakarta, dikutip Jumat (4/9/2026).

Jika dirinci, pertumbuhan belanja pada kuartal III 2026 ditopang oleh peningkatan belanja barang untuk kebutuhan sehari-hari (daily needs). Sebaliknya, belanja untuk kebutuhan sekunder, seperti mobilitas dan kebutuhan esensial, cenderung lebih landai.

"Household juga lebih terbatas, belanja terkait household, belanja terkait hiburan, itu justru juga mencatat kontraksi tipis, minus 0,1 persen. Jadi memang agak melandai dengan konsentrasi belanja lebih fokus pada kebutuhan pokok sehari-hari," terang Dian.

Meski melandai, Bank Mandiri menilai belanja masyarakat hingga akhir 2026 masih cukup stabil. Belanja bantuan sosial (bansos) pemerintah diperkirakan menjadi salah satu penopang pertumbuhan konsumsi masyarakat pada sisa tahun ini.

Selain bansos, momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga diperkirakan mendorong belanja masyarakat pada akhir 2026.

"Kita memang masih melihat potensi ada relatif stabil, kita melihat sampai akhir tahun karena memang masih akan ada topangan terutama dari belanja pemerintah dan juga dari stimulus-stimulus yang diluncurkan oleh pemerintah di semester II. Di akhir tahun kita tentunya akan ada di periode Nataru di mana belanja biasanya akan pick up dengan periode libur Natal dan Tahun Baru," jelas Dian.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana