Menuju konten utama

5 Fakta Dugaan Keracunan MBG Jombang, 256 Siswa-Guru Jadi Korban

Dugaan keracunan menu MBG di Jombang diduga berasal dari udang yang rasanya aneh. Sebanyak 256 korban dai siswa dan guru yang mendapat perawatan.

5 Fakta Dugaan Keracunan MBG Jombang, 256 Siswa-Guru Jadi Korban
Siswa SMP Negeri 1 Kabuh menjalani pemeriksaan kesehatan setelah diduga mengalami gejala keracunan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang berupaya memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ratusan siswa dan guru SMPN 1 Kabuh di Jombang diduga alami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menu MBG diduga membuat mereka keracunan selama beberapa hari. Berikut fakta-fakta terkait kasus keracunan massal MBG tersebut sejauh ini.

Kasus dugaan keracunan menu MBG di Jombang ini dilaporkan terjadi sejak Rabu (2/9/2026). Sejak hari itu, ratusan siswa dan beberapa guru sama-sama mengalami gejala keracunan, hingga akhirnya mendapatkan pelayanan medis khusus. Jumlah korban keracunan di Jombang mencapai 256 orang yang terdiri dari siswa dan guru.

Kasus ini menambah panjang daftar korban terkait dugaan keracunan MBG. Sejak Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9), sudah lebih dari 2.000 siswa dan guru yang menjadi korban keracunan MBG di berbagai wilayah, termasuk yang terjadi di Sidoarjo.

Sebelumnya, keracunan MBG lebih dulu dilaporkan terjadi di Sidoarjo dengan jumlah korban mencapai 730 orang pada Selasa. Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, juga dilaporkan mengalami kasus serupa dengan jumlah korban mencapai 276 orang. Kemudian, 16 orang di Bener Meriah di Aceh juga jadi korban kasus serupa.

Pada Rabu, ganti murid dan guru di Rembang yang alami keracunan, jumlah korban mencapai 777 orang. Kasus ini beriringan dengan kasus keracunan di Jombang. Keracunan juga melanda 152 orang di Tana Toraja, Sulawesi Selatan setelah menyantap menu MBG pada Rabu.

Seiring terjadinya gelombang keracunan MBG di berbagai wilayah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut bahwa mayoritas kasus-kasus tersebut terjadi karena pelanggaran pihak pengelola dapur. Menurutnya, banyak dari kasus tersebut terjadi karena proses masak yang tak sesuai prosedur.

Hal ini diungkap Sudaryono dalam rapat dengan Komisi IX DPR pada Kamis. Ia menyebut kasus keracunan akibat pelanggaran prosedur pihak pengelola dapur mencapai lebih dari 80 persen.

“Sebagian besar, lebih dari 80 persen, itu adalah pelanggaran SOP. Yang paling banyak adalah SOP konsumsi waktu,” tutur mantan asisten pribadi Prabowo Subianto itu.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak dari kasus keracunan yang muncul dilatarbelakangi oleh kecilnya kapasitas dapur. Menurutnya, banyak dapur kecil yang mendapatkan jatah pelayanan melebihi kapasitasnya.

Fakta-Fakta Kasus Keracunan MBG Jombang

Kasus keracunan massal MBG di Jombang masih terus bergulir hingga Jumat (4/9). Sejumlah siswa masih menjalani perawatan medis di puskesmas, sementara proses penyelidikan atas SPPG dimulai.

Oleh karenanya, fakta-fakta terkait kasus di Jombang masih terus berkembang. Namun, berikut adalah beberapa di antaranya yang telah terungkap.

1. Menu Udang Saus Padang Diduga Jadi Penyebab

Menurut penelusuran awal yang dilakukan pihak Puskesmas Kabuh, menu udang saus Padang diduga menjadi penyebab kasus keracunan massal di Jombang. Dugaan itu muncul setelah pihak puskesmas melakukan wawancara dengan para korban.

Puskesmas Kabuh menyebut mayoritas korban menduga bahwa menu udang menjadi biang keladi keracunan yang mereka alami. Hal ini lantaran rasa makanan itu disebut mereka aneh dan tidak seperti seharusnya.

Udang itu sebelumnya disantap para siswa dan guru SMPN 1 Kabuh pada Rabu. Namun, gejala keracunan baru muncul setelah pulang sekolah dan terus berlanjut hingga Kamis. Hal itu membuat pihak sekolah baru bisa menengarai adanya kasus keracunan massal pada Kamis.

2. Kepala SPPG Mangunan Klaim Sesuai Juknis

Menu MBG yang disantap para murid dan guru di SMPN 1 Kabuh tersebut merupakan bikinan SPPG Mangunan, sebuah dapur MBG milik Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta. Setelah terjadi kasus keracunan, pihak dapur masih tak mengetahui mengapa hal tersebut terjadi.

Kepala SPPG Mangunan Cakra Rizky Fortuna mengeklaim proses memasak menu MBG di dapurnya telah sesuai petunjuk teknis (juknis) BGN. Dalam keterangannya pada Kamis, ia juga mengaku pihaknya turut mencari tahu penyebab terjadinya keracunan.

Meski dugaan sementara mengarah pada menu udang saus Padang, namun juru masak dapur disebut Cakra membantah hal tersebut. Menurut Cakra, udang datang dalam keadaan segar dan tak berbau ketika dimasak.

Selain itu, Cakra juga mengungkap keheranannya atas kasus ini. Hal ini lantaran SPPG Mangunan melayani 19 sekolah, namun hanya satu sekolah yang keracunan.

3. Korban 256 Orang dan Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Pada Jumat (4/9), Dinas Kesehatan Jombang dilaporkan melakukan pengecekan terhadap SPPG Mangunan sebagai asal makanan yang disantap para siswa pada Rabu. Pihak Dinas Kesehatan juga turut mengambil sampel dari SPPG itu untuk diteliti di laboratorium.

Sampel yang diuji itu dilaporkan berupa udang, sayur, nasi, buah, serta air minum isi ulang yang digunakan. Sampel-sampel ini kemudian dikirim ke BBLK Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Jombang mengonfirmasi bahwa total korban keracunan MBG di Jombang berjumlah 256 warga sekolah SMPN 1 Kabuh. Mayoritas dari mereka sudah menjalani rawat jalan hingga pengobatan mandiri, namun tujuh orang dilaporkan masih menjalani rawat inap di puskesmas hingga Jumat.

4. Sertifikasi SPPG Dievaluasi

Imbas insiden keracunan massal, SPPG Mangunan di Jombang kini dalam pemeriksaan. Sertifikasi dapur SPPG itu tengah dievaluasi oleh Dinas Kesehatan.

Pihak Dinas Kesehatan Jombang menyebut proses evaluasi kini dilakukan terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik dapur tersebut. Hal ini dilakukan usai petugas dinas menemukan temuan bahwa SPPG Mangunan menggunakan air isi ulang untuk memasak MBG.

5. Pemprov Jatim akan Panggil Pengelola MBG Bahas SOP

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan akan memanggil seluruh pengelola dapur MBG di provinsinya untuk membahas standar operasional prosedur (SOP). Hal ini buntut terjadinya kasus keracunan massal.

Langkah tersebut diungkap Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono pada Rabu. Menurutnya, pihaknya akan memastikan apakah para pengelola SPPG memenuhi standar operasional atau tidak.

“[Ini untuk] seluruh pengusaha dapur, pengelola dapur,” katanya, dikutip dari Antara.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar