Menuju konten utama

Belanda Kembalikan 3 Benda Bersejarah ke Indonesia, Apa Saja?

Saat di Belanda, Arca Siwa dan Prasasti Damalung disimpan di Wereldmuseum Amsterdam, sementara mushaf Alquran Teuku Umar ada di Wereldmuseum Rotterdam.

Belanda Kembalikan 3 Benda Bersejarah ke Indonesia, Apa Saja?
Sekretaris Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia di Belanda, Bonnie Triyana (kedua dari kiri), melihat Prasati Damalung yang tersimpan di salah satu gudang museum yang ada di Belanda, Agustus 2024. (Foto: X @bonnietriyana)

tirto.id - Pemerintah Belanda mengembalikan tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Louakili, bersama Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung.

Ketiga benda bersejarah tersebut meliputi arca Dewa Siwa abad ke-13, batu berprasasti yang dikenal sebagai Prasasti Damalung, serta mushaf Alquran milik pahlawan nasional Teuku Umar.

Dalam keterangan yang dimuat di laman resmi Pemerintah Belanda, dikutip Sabtu (4/4/2026), Arca Siwa dan Prasasti Damalung dibawa dari Wereldmuseum Amsterdam. Sementara itu, mushaf Alquran dari koleksi pemerintah kota Rotterdam yang disimpan di Wereldmuseum Rotterdam.

“Penandatanganan persetujuan penyerahannya dilakukan Duta Besar Indonesia (untuk Belanda, red.) Laurentius Amrih Jinangkung, dan Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Youssef Louakili, dilakukan pada 31 Maret di (kantor) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan,” bunyi pernyataan tersebut, dilansir dari Antara.

Upaya repatriasi ini diawali oleh provenance research yang dilakukan bersama antara tim Commissie Koloniale Collecties dari Belanda dengan para pakar Indonesia dari Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia di Belanda, yakni I Gusti Agung Wesaka Puja sebagai Ketua dan Bonnie Triyana sebagai Sekretaris.

Penelitian ini kemudian diteruskan oleh Tim Repatriasi Objek Pemajuan Kebudayaan dan Pengembalian Cagar Budaya yang Berada di Luar Wilayah Republik Indonesia ke dalam Wilayah Republik Indonesia yang dipimpin Ismunandar. Kerja serupa juga telah menghasilkan repatriasi 472 benda bersejarah pada Juli 2023 dan 288 benda lainnya pada September 2024.

Ketiga benda yang baru dikembalikan ini akan disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Berikut tiga benda bersejarah tersebut:

1. Arca Siwa

Berdasarkan rilis Komite Penasihat untuk Koleksi Kolonial Belanda, arca Siwa setinggi 123 cm berasal dari Candi Kidal, dekat Malang, Jawa Timur. Indonesia mengajukan klaim atas benda ini pada September 2023.

Dalam proses restitusi disebutkan, “Metadata yang terkait dengan objek harus ditempatkan di bawah penguasaan Republik Indonesia.”

2. Prasasti Damalung

Prasasti Damalung, yang juga dikenal sebagai Prasasti Ngaduman, ditemukan di lereng utara Gunung Merbabu, yang kini masuk wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Prasasti bertahun 1371 Saka (1449/1450 M) ini terbuat dari batu trakit. Klaim atas benda ini juga diajukan Indonesia pada September 2023.

3. Mushaf Alquran Teuku Umar

Mushaf Alquran milik Teuku Umar telah diklaim Indonesia sejak 2022. Naskah suci tersebut dirampas oleh tentara Belanda saat penyerbuan ke kediaman Teuku Umar di Lampisang pada 23–25 Mei 1896.

Hasil penelitian asal-usul (provenance research) menunjukkan, “Dalam serangan itu, rumahnya dijarah dan dihancurkan oleh tentara KNIL, kemudian dibakar.”

Sumber-sumber kolonial menyebutkan sedikitnya empat mushaf Al-Qur’an dijarah dari rumah tersebut pada Mei 1896.

Baca juga artikel terkait BENDA BERSEJARAH

tirto.id - Sosial Budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto