Menuju konten utama

Beda Hari Ibu 22 Desember dan Mother's Day Bulan Mei

Hari Ibu & Mother's Day merupakan dua peringatan Hari Ibu yang berbeda. Namun, keduanya memiliki pesan makna yang sama..

Beda Hari Ibu 22 Desember dan Mother's Day Bulan Mei
Ilustrasi Hari Ibu. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Hari Ibu diperingati pada 22 Desember setiap tahunnya. Peringatan Hari Ibu dapat disambut dengan berbagai cara menarik untuk menghargai dan mengapresiasi perjuangan seorang ibu dalam berbagai lini kehidupan.

Berkaitan dengan Hari Ibu, ada pula peringatan lain yang disebut dengan Mother’s Day yang diperingati pada 10 Mei.

Dua hari peringatan terkait Hari Ibu tersebut memunculkan pertanyaan terkait beda Hari Ibu 22 Desember dan Mother’s Day yang diperingati setiap 10 Mei. Tentu dua hari peringatan terkait Hari Ibu tersebut memiliki latar belakang peringatan yang berbeda.

Singkat kata, Hari Ibu 22 Desember merupakan Hari Ibu Nasional yang dilatarbelakangi oleh Kongres Perempuan Indonesia Ketiga. Sementara itu, Mother’s Day 10 Mei merupakan Hari Ibu yang diperingati di negara-negara barat, termasuk Amerika Serikat yang kemudian ditetapkan juga sebagai hari libur nasional pada 1914.

Simak informasi lebih lanjut tentang sejarah Hari Ibu Indonesia dan sejarah Mother’s Day di bulan Mei. Artikel ini akan mengulas informasi seputar Hari Ibu.

Perbedaan Hari Ibu 22 Desember dan Mother’s Day Bulan Mei

Ilustrasi Hari Ibu

Ilustrasi Hari Ibu. FOTO/iStockphoto

Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember merupakan Hari Ibu Nasional. Sementara itu, Mother’s Day yang diperingati pada 10 Mei merupakan Hari Ibu Internasional.

Keduanya memiliki persamaan esensi pesan makna yang hendak disampaikan kepada para ibu di dunia. Dua hari tersebut sama-sama Hari Ibu yang bertujuan untuk mengapresiasi dan menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya untuk figur mulia seorang ibu.

Dalam ruang lingkup peringatan, keduanya memiliki perbedaan. Mother’s Day 10 Mei diperingati oleh masyarakat Amerika Serikat dan negara-negara barat. Sementara itu, Hari Ibu 22 Desember merupakan Hari Ibu Nasional yang diperingati oleh masyarakat Indonesia.

Sejarah Hari Ibu 22 Desember di Indonesia

Sejarah Hari Ibu 22 Desember di Indonesia dilatarbelakangi oleh Kongres Perempuan Indonesia. Hari Ibu Nasional ini berkaitan erat dengan pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia 1 di Yogyakarta pada 1928.

Rapat tersebut dilaksanakan pada masa pra-kemerdekaan dan digelar pada 22-25 Desember. Tepatnya dua bulan usai Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Kongres Perempuan Indonesia 1 dipimpin oleh R. A. Soekanto, Nyi Hadjar Dewantara, dan Soejatin. Sejumlah 30 organisasi dari 12 kota di Jawa dan Sumatera terlibat dalam pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia.

Hasil dari Kongres Perempuan Indonesia berupa keputusan untuk membentuk federasi organisasi wanita bernama Perikatan Perempuan Indonesia (PPI). Penetapan Hari Ibu Nasional 22 Desember ini kemudian diusulkan pada Kongres Perempuan Indonesia III pada 23-28 Juli 1938.

Pelaksanaan kongres ini digagas oleh Komite Perlindungan Kaum Perempuan dan Anak-Anak Indonesia (KPKPAI) yang dipimpin oleh Emma Puradiredja. Saat itu, Perkumpulan Isteri Indonesia (PII) mengusulkan penetapan Hari Ibu pada 22 Desember.

Usulan tanggal 22 Desember bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia 1. Selain penetapan Hari Ibu, hasil kongres juga mengusulkan terkair penyusunan Undang-Undang Perkawinan untuk umat Islam yang diusulkan oleh Maria Ulfah.

Perjalanan Hari Ibu selanjutnya berlangsung ditandai pada 1959. Hari Ibu Nasional diperingati setiap 22 Desember sebagai hari besar nasional melalui Dekrit Presiden RI No. 316 Tahun 1959. Pengesahan Hari Ibu merupakan wujud apresiasi dan pengakuan bangsa terhadap sejarah dan peran perempuan dalam pembangunan negara.

Sejarah Mother’s Day yang Diperingati pada Bulan Mei

Ilustrasi Hari Ibu

Ilustrasi Hari Ibu. FOTO/iStockphoto

Berbeda dari Hari Ibu Nasional 22 Desember, Mother’s Day diperingati pada 10 Mei. Peringatan Hari Ibu pada bulan Mei ini disambut oleh masyarakat Amerika Serikat pada setiap Minggu kedua bulan Mei.

Meskipun berbeda waktu dengan Hari Ibu di Indonesia, peringatan Mother's Day juga ditujukan untuk menghormati sosok ibu tercinta. Berdasarkan sejarahnya, Mother’s Day bermula dari peringatan hari kematian Juliet Calhoun Blakely pada akhir 1800-an di Michigan.

Menurut berbagai informasi, disebutkan bahwa tokoh penting yang menginisiasi Mother’s Day adalah Julia Ward Howe dan Anna Jarvis. Howe memulai kampanye Mother’s Day pada era tahun 1870.

Ia berharap perayaan ini dilaksanakan setiap tahun guna mendukung pasifisme dan pelucutan senjata di kalangan perempuan. Adapun Anna Jarvis menggelar peringatan Mother’s Day pada tahun 1907 secara pribadi di Grafton, West Virginia, untuk mengenang ibunya.

Kegiatan yang diadakan Anna Jarvis pada mulanya dilaksanakan secara pribadi bertujuan meningkatkan kesehatan dan kebersihan di tempat tinggalnya. Setahun setelahnya, tepatnya pada 12 Mei 1908, Anna Jarvis berhasil menggelar peringatan Mother's Day pertama di Andrew's Methodist Episcopal Church di Grafton.

Gelaran yang diadakan Anna berhasil diadakan berkat dukungan finansial dari John Wanamaker. Ia menjadi pelopor dalam pengembangan Department Store di Negara Amerika.

Acara tersebut dihadiri sejumlah 407 orang ibu dan anak-anak mereka. Sejak saat itu, Mother's Day terus dirayakan sebagai pengingat terkait peran penting ibu dan mereka yang memiliki peran serupa.

Selama kurun waktu lima tahun, hampir setiap negara bagian merayakan peringatan Hari Ibu. Beberapa tahun setelahnya, Presiden A.S. Woodrow Wilson menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur nasional pada 1914

Cara Masyarakat Merayakan Hari Ibu dan Mother’s Day

Masyarakat memiliki cara yang berbeda dalam merayakan peringatan Hari Ibu dan Mother’s Day. Ini berkaitan dengan budaya masyarakat setempat.

Hari Ibu Nasional dirayakan di Indonesia dan oleh masyarakat Indonesia. Sementara itu, Mother’s Day dirayakan di banyak negara barat termasuk Amerika Serikat oleh masyarakat Amerika Serikat.

Latar belakang sosial dan budaya berpengaruh terhadap cara menyambut dan merayakan Hari Ibu. Perayaan Hari Ibu di Indonesia terasa lengkap dengan nuansa kebersamaan.

Gelaran atau kegiatan seputar Hari Ibu biasanya dilaksanakan di sekolah-sekolah atau komunitas sosial lain. Perayaannya pun beragam, seperti pentas seni, pemberian bunga kertas buatan anak-anak, atau pembuatan karya untuk ibu.

Momentum peringatan Hari Ibu semakin manis dengan ajang memberi kado personal, seperti surat ucapan, rangkaian bunga, atau video pendek ucapan terima kasih. Kedekatan emosional antara ibu dan anak sangat terasa dalam perayaan Hari Ibu di Indonesia.

Makna mendalam terkait penghormatan terhadap perjuangan ibu selalu menjadi bagian tak terpisahkan dalam perayaan Hari Ibu di Indonesia. Untaian kata-kata manis dan berbagai suguhan konten di sosial media tentang Hari Ibu juga akan mewarnai peringatan Hari Ibu.

Sementara itu, peringatan Mother’s Day di negara barat cenderung personal dan konsumtif. Biasanya anak-anak menyuguhkan sarapan spesial untuk sang ibu, memberi bunga segar, atau memberi hadiah yang dibeli dari toko.

Anak-anak yang sudah dewasa pun dapat merayakan Mother’s Day dengan mengajak ibu makan bersama di restoran. Tak heran jika restoran biasanya penuh saat Mother’s Day berlangsung.

Meskipun terdapat perbedaan cara merayakan Hari Ibu dan Mother’s Day, pesan dan makna dari peringatan ini tetaplah sama. Kesempatan Hari Ibu sudah selayaknya menjadi momentum untuk menyampaikan kasih sayang, rasa hormat, dan apresiasi kepada sosok ibu.

Kenapa Hari Ibu di Indonesia Berbeda dengan Mother’s Day?

Terdapat perbedaan tanggal dan tradisi antara peringatan Hari Ibu dan Mother’s Day berdasarkan akar sejarah yang berbeda pula. Peringatan Mother’s Day di negara barat berawal dari pergerakan aktivis perempuan.

Esensi yang dibawa ialah untuk menekankan nilai kasih sayang, perdamaian, dan penghormatan terhadap peran ibu di rumah. Dalam perjalanannya, gerakan ini kemudian berkembang menjadi perayaan nasional yang jatuh pada Minggu kedua Mei.

Peringatan Hari Ibu di Indonesia tidak lahir dari tradisi keluarga atau sekolah, tetapi dari momentum perjuangan perempuan. Tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu berdasarkan Kongres Perempuan Indonesia I pada tahun 1928 di Yogyakarta.

Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting perjuangan perempuan untuk pendidikan, hak berorganisasi, dan kesetaraan sosial. Hari Ibu menjadi simbol pergerakan perempuan Indonesia dalam berbagai peran di tengah kehidupan.

Makna Hari Ibu di Indonesia lebih dari sekadar penghormatan terhadap peran ibu dalam keluarga. Hari Ibu juga menjadi pengingat kontribusi perempuan dalam ranah sosial, politik, dan pendidikan.

Kedua perayaan Hari Ibu, baik di Indonesia pada 22 Desember maupun di negara-negara barat pada 10 Mei memiliki esensi yang sama untuk menghargai perjuangan seorang ibu di mana pun berada. Kesempatan Hari Ibu menjadi momentum penting untuk terus menghadirkan penghormatan kepada ibu.

Simak informasi lain seputar Hari Penting di bawah ini:

Kumpulan Artikel Hari Penting

Baca juga artikel terkait HARI IBU atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Elisabet Murni P