Menuju konten utama

BCA Proyeksikan Rupiah Bergerak di Kisaran Rp16.800 Tahun Depan

Menurut BCA, yang harus diperhatikan pemerintah adalah bagaimana caranya menjaga agar rupiah tetap stabil dan tidak terdepresiasi terlalu dalam.

BCA Proyeksikan Rupiah Bergerak di Kisaran Rp16.800 Tahun Depan
Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 akan berada di kisaran 5-5,4 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

tirto.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.800 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 2026.

Kepala Biro Banking Research & Analytics BCA Victor George Petrus Matindas mengatakan, pola tersebut bisa diprediksi dengan mempertimbangkan pergerakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve alias The Fed.

Jika Presiden AS Donald Trump mengganti pemimpin The Fed, dan penurunan suku bunga acuan terjadi sesuai perkiraanyakni 3 kali—, rupiah memiliki kesempatan lebih besar untuk menguat terhadap indeks dolar.

“Itu yang sisi positifnya ya, seandainya itu terjadi. Sisi dari negatifnya, yang bisa membuat rupiah itu tertekan lebih dalam adalah kalau seandainya misalnya efek dari Trump tarif ini cukup signifikan ke neraca dagang kita," jelasnya dalam Indonesia Economic Outlook 2025, di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (24/11/2025).

"Jadi, kita berubah misalnya dari surplus menjadi kurang surplusnya, itu turun. Kalau seandainya makin surplus, itu kan rupiah itu menguat,” imbuhnya.

Kemudian, dari sisi perbaikan konsumsi, belanja yang meningkat di satu sisi akan berdampak positif bagi perekonomian nasional. Namun, di sisi lain akan disertai dengan peningkatan impor.

“Sehingga, kalau seandainya harga komoditas itu relatif weak, itu bisa membuat rupiahnya ini sedikit melemah,” tambah Victor.

Namun, jika berbicara tentang pergerakan mata uang, yang paling penting bukanlah rupiah akan menguat atau melemah di tahun depan. Sebab, yang harus diperhatikan pemerintah adalah bagaimana caranya menjaga agar rupiah tetap stabil dan tidak terdepresiasi terlalu dalam.

“Karena di satu sisi, selama nggak signifikan, itu sebenarnya kan tetap ada pihak-pihak yang diuntungkan juga. Mata uang sedikit melemah itu juga bisa memperkuat dari sisi ekspor, dari sisi kompetitif ekspor. Tapi kita yakin bahwa Bank Indonesia ini pasti akan menjaga nilai rupiah kita itu di level yang sehat, level fundamental yang cukup kuat,” tukas Victor.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana