tirto.id - Bareskrim Polri mengungkap peningkatan peredaran narkoba menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Peningkatan ini diduga berkaitan dengan persepsi tahun baru yang diidentikkan dengan pesta dan aktivitas tempat hiburan malam. Tempat-tempat hiburan tersebut menjadi pasar potensial peredaran narkoba jenis ekstasi dan sabu.
"Ada [peningkatan peredaran narkoba]. Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor utama, terutama menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), di antaranya peningkatan keramaian dan hiburan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba (Tipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).
Selain faktor peningkatan keramaian dan hiburan, liburan panjang saat Nataru juga menjadi pemicu kenaikan permintaan narkoba.
"Faktor lainnya karena jaringan pengedar dan bandar mencoba memanfaatkan momentum Nataru untuk meraup keuntungan besar sebelum dan selama periode perayaan," ucap Eko.
Atas dasar itu, Eko menerangkan, aparat kepolisian akan memasifkan penindakan dan pengecekan, khususnya di titik-titik rawan. Kemudian, Direktorat Tipidnarkoba Bareskrim juga melakukan operasi gabungan secara rutin di tempat hiburan malam, termasuk diskotik, club, dan bar, di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar.
Kepolisian juga akan melakukan pengamanan yang lebih ketat di pintu-pintu masuk Indonesia seperti perbatasan, bandara, dan jalur-jalur tikus untuk mencegah masuknya narkoba impor dari jaringan transnasional. Beberapa negara yang diantisipasi adalah Malaysia, negara-negara Golden Triangle narkoba (Myanmar, Laos, dan Thailand), maupun negara lain.
"Kami juga melakukan penggerebekan dan operasi di "kampung narkoba" atau wilayah yang diidentifikasi sebagai sarang peredaran, dengan tujuan mengubahnya menjadi "Kampung Bersinar" (atau Kampung Bersih Narkoba)," tutur dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























