Menuju konten utama

Banjir Semarang: Ratusan KK Terdampak, 2 Tewas karena Hanyut

BPBD Semarang mencatat total ada 556 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.825 jiwa terdampak banjir semalam. 

Banjir Semarang: Ratusan KK Terdampak, 2 Tewas karena Hanyut
Petugas gabungan pada Senin (16/5/2026), mengevakuasi jenazah korban hanyut imbas banjir Semarang Jumat (15/5/2026) malam. Foto Polrestabes Semarang.

tirto.id - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Semarang pada Jumat (15/5/2026) malam menyebabkan ratusan KK terdampak banjir dan dua orang meninggal karena hanyut.

"Wilayah terdampak banjir ada di Kecamatan Ngaliyan, Semarang Barat, dan Tugu. Senin pagi, banjir mayoritas sudah surut,” kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, Sabtu (16/5/2026).

Data BPBD Semarang mencatat total ada 556 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.825 jiwa terdampak banjir semalam.

Di Kecamatan Ngaliyan, banjir merendam Kelurahan Purwoyoso dan Bambankerep. Total tercatat 177 KK terdampak dengan sekitar 362 jiwa. Luapan Sungai Silandak juga menyeret sejumlah sepeda motor milik warga.

Sementara itu, di Kecamatan Semarang Barat, dampak banjir merambah Kelurahan Kembangarum, Kalibanteng Kulon, dan Krapyak. Sedikitnya 81 KK atau 251 jiwa terdampak. Di Kembangarum, dua titik tanggul Sungai Silandak jebol dan memaksa warga mengungsi ke posko darurat.

Wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Tugu, tepatnya Kelurahan Mangkang Kulon. Sebanyak 313 KK atau 1.252 jiwa terdampak setelah tanggul Sungai Plumbon jebol sepanjang kurang lebih 48 meter.

Selain merendam permukiman, banjir di Kota Semarang pada pertengahan Mei ini juga menimbulkan korban jiwa. Endro menyebut dua warga meninggal dunia akibat terseret arus banjir.

Kasihumas Polrestabes Semarang, Riki Fahmi Mubarok, menjelaskan korban tewas pertama adalah perempuan muda bernama Kurnia SM (22), warga Kecamatan Semarang Utara.

Korban ditemukan pada Jumat (15/5/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB di belakang rumah warga di Jalan Sriyatno, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan. Menurut hasil penyelidikan kepolisian, korban saat itu sedang menuju tempat kerjanya di Kawasan Industri Candi Semarang sebelum diduga terseret derasnya arus banjir.

Korban kedua adalah Maryam (71), warga Mangkang Kulon yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat tanggul Sungai Plumbon jebol sejak Jumat malam. Endro menambahkan, pencarian korban lansia di Mangkang dilakukan semalaman oleh tim gabungan lintas instansi. Tim menyisir aliran sungai hingga area permukiman terdampak.

"Pencarian Mbah Maryam korban banjir tanggul jebol Sungai Plumbon sejak Jumat malam . Korban ditemukan Sabtu pagi sekitar pukul 07.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Endro.

Selain korban jiwa, cuaca ekstrem semalam juga memicu berbagai kerusakan lain di wilayah Semarang. Di Kecamatan Ngaliyan, tercatat ada talud ambrol, longsor di Jalan Panembahan Senopati, baliho puskesmas roboh menimpa kendaraan, hingga atap sekolah MI Baitul Huda rusak diterjang angin.

Baca juga artikel terkait BENCANA BANJIR atau tulisan lainnya dari Baihaqi Annizar

tirto.id - Flash News
Kontributor: Baihaqi Annizar
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Fadrik Aziz Firdausi