tirto.id - Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Ahmad Najib Burhani, mengatakan proses pembelajaran SMA Unggul Garuda akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027 di empat sekolah dan masing-masing berada di provinsi yang berbeda.
Keempat SMA Unggul Garuda tersebut berada di di Belitung Timur, Bangka Belitung; Konawe, Sulawesi Tenggara; Bulungan, Kalimantan Utara; dan Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dia menegaskan bahwa proses pembangunan gedung sekolah terus berjalan dan hingga saat ini pihak kontraktor yang mengerjakan proyek telah berkomitmen untuk menyelesaikan pengerjaan sebelum Juni 2026.
Karena pada saat tersebut para siswa dari berbagai wilayah di Indonesia telah tiba di SMA Unggul Garuda.
"Progres sekolahnya itu kemarin sudah kontrak ya Bapak Ibu semuanya dengan kontraktor dari eh dua dari PP, satu dari Nindya Karya, satu dari Wika-WG kayak gitu ya. Di dalam kontrak itu adalah memang semuanya itu harus selesai pada bulan Juni untuk penggunaan eh tahun ajaran 2026/2027," kata Najib dalam agenda Ngopi Bareng Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Najib meminta kepada semua pihak untuk berpikiran positif bahwa proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai rencana, sehingga diharapkan seluruh bangunan kelas dan asrama dapat digunakan oleh 640 siswa yang masing-masing akan dihuni oleh 160 siswa.
"Saya selalu mengajak teman-teman jangan berpikir tidak selesai, insyaAllah selesai gitu ya. InsyaAllah selesai dan itu adalah bagian daripada kontrak kita kayak gitu ya. Eh apa namanya, progresnya sekarang adalah sesuai dengan skema," jelasnya.
Dirinya menuturkan bahwa para pekerja telah mengantisipasi sejumlah kendala demi mengejar target pembangunan fasilitas bagi para siswa dan guru SMA Unggul Garuda. Sehingga, hal itu tak menjadi kendala yang menghambat proses pembangunan.
"Mungkin akan ada pertanyaan gimana mengantisipasi dengan hari raya dan sebagainya, apakah pekerjanya pulang dan sebagainya. Itu sudah dihitung di dalam katakanlah proses di dalam pembangunan bahwa itu nanti akan ada sebagian pekerjanya akan pulang ke kampungnya dan sebagainya dan akan diantisipasi untuk bergantian dan sebagainya kayak gitu ya," jelasnya.
Selain itu, Najib menegaskan bahwa dirinya bersama pihak Kemdiktisaintek terus melakukan pemantauan terhadap proses pembangunan keempat SMA Unggul Garuda melalui layar monitor. Dia menyebut keempat sekolah tersebut telah dipasang CCTV, oleh karenanya dapat dipantau langsung dari jarak jauh.
"Bapak Ibu bisa melihat progres tadi kan sudah dilihat ya eh bangunannya dan sebagainya. Hari ini misalnya di-update, eh kita sebetulnya bisa menonton Bapak Ibu semuanya, di lantai 10, lantai 17, lantai 13 video progres daripada pembangunan di empat titik tersebut kayak gitu ya. Jadi ada CCTV yang bisa untuk kita tonton di lantai 10, 13, dan 17 tentang progres pengembangan di tiap titik tersebut. Dan keruntutan waktunya itu adalah bahwa ini adalah selesai bulan Juni," terangnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id



























