Menuju konten utama

Bandara Soetta Tutup hingga 09.30 Imbas Abu Vulkanik Krakatau

Bandara Soetta ditutup hingga 09.30 WIB akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan berdampak pada 209 penerbangan.

Bandara Soetta Tutup hingga 09.30 Imbas Abu Vulkanik Krakatau
Pekerja menarik selang usai melakukan pengisian bahan bakar avtur ke sebuah pesawat komersil di Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (7/4/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup sementara hingga pukul 09.30 WIB pada Minggu (6/9/2026) akibat adanya indikasi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan penutupan dilakukan berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26 sejak pukul 01.30 WIB. Penutupan kemudian diperpanjang berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru terhadap sebaran abu vulkanik di sekitar area bandara.

"Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta pada pukul 06.05 WIB–06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta," demikian keterangan Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, Minggu (6/9).

Sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak selama periode penutupan. Total penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang.

Dari jumlah tersebut, penerbangan internasional tercatat mengalami 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali. Rute yang terdampak antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

Sementara itu, penerbangan domestik mengalami empat pembatalan dan satu pengalihan rute untuk penerbangan menuju Lampung, Denpasar, dan Surabaya.

Rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak adalah Makassar untuk penerbangan domestik dengan 16 pergerakan. Adapun pada rute internasional, Singapura menjadi yang terbanyak dengan 11 pergerakan.

Ditjen Perhubungan Udara juga memastikan 170 pesawat yang melakukan remain over night (RON) di area apron berada dalam kondisi aman. Sebanyak 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat di area kargo.

Pemerintah menyatakan penyesuaian operasional penerbangan akan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas.

Ditjen Perhubungan Udara juga mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing terkait status penerbangan. Penumpang juga diminta tidak datang ke bandara terlebih dahulu selama penutupan berlangsung.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana