tirto.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa menyatakan, operasional Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Sabtu (5/9/2026), berjalan normal setelah Gunung Anak Krakatau erupsi.
Menurut dia, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menerima laporan dari pihak Bandara Soekarno-Hatta terkait adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu pagi.
Kemenhub kemudian mengecek jarak sebaran abu vulkanik terhadap sejumlah bandara di Ibu Kota dan sekitarnya.
"Tercatat jarak sebaran abu vulkanik terhadap sejumlah bandar udara sebagai berikut, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sekitar 31,4 kilometer, Bandar Udara Pondok Cabe sekitar 18,5 kilometer, dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma sekitar 31,4 kilometer," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (5/9/2026).
Kata Lukman, di Bandara Soekarno-Hatta, pengamatan menggunakan paper test VA telah dilakukan. Hasilnya, hingga saat ini tidak terdeteksi adanya abu vulkanik.
Operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta lantas disebut tetap berjalan aman, normal, dan lancar.
Meski demikian, Ditjen Perhubungan Udara terus memantau dan berkoordinasi secara intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta maskapai penerbangan guna memastikan keselamatan dan kelanjutan operasional penerbangan, khususnya setelah bandara terdampak abu vulkanik.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga mengimbau seluruh maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan penerbangan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dan perkembangan terbaru melalui NOTAM/ASHTAM terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik," urai Lukman.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































