Menuju konten utama

Bahlil: Perusahaan Rusia Mau Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan

Bahlil mengatakan, Rusal akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina dan perizinannya sudah masuk tahap final.

Bahlil: Perusahaan Rusia Mau Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan, perusahaan aluminium asal Rusia, UC Rusal, bakal menggarap proyek hilirisasi bauksit menjadi alumina di Tanah Air.

Menurut dia, Rusal berencana membangun pabrik pengolahan tersebut di Pulau Kalimantan. Saat ini, proses perizinan proyek tersebut hampir selesai.

"Iya, itu dengan Rusal, mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina. Itu [pabrik] di daerah Kalimantan. Untuk urusan perizinannya, sudah tahap hampir final," sebutnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2026).

Bahlil menyatakan, Rusal nantinya akan berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri dalam menjalankan proyek tersebut. Meski demikian, Bahlil belum menyampaikan perusahaan dalam negeri mana yang bakal ikut menggarap proyek tersebut.

"Kita memang melakukan kolaborasi dan mereka melakukan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri," sebut dia.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, Rusal bakal berinvestasi dalam jumlah besar ke Tanah Air. Menurut Prabowo, perusahaan tersebut akan mengembangkan pabrik pengolahan aluminium bersama kelompok usaha Indonesia.

“Kami bekerja sama dengan entitas aluminium terbesar di dunia,Rusal. Rusal datang secara besar-besaran ke Indonesia, mengembangkan kilang bersama dengan grup-grup Indonesia,” ungkapnya dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, seperti yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2026).

Perlu diketahui, Rusal merupakan salah satu perusahaan aluminium besar dunia. Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah membuka ruang kerja sama dengan perusahaan tersebut, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan industri.

Masuknya Rusa lke Indonesia menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas hilirisasi sumber daya mineral. Sebab, menurut Prabowo, kerja sama Indonesia dan Rusia tidak hanya terbatas pada sektor energi, tetapi juga mulai diarahkan ke sektor pengolahan dan pertambangan.

Oleh karena itu, Prabowo menilai kerja sama dengan Rusia memiliki ruang yang besar, tidak hanya dalam perdagangan komoditas, tetapi juga melalui investasi dan pembangunan industri bersama.

Selain membuka kerja sama di bidang pertambangan, Indonesia juga membuka peluang untuk Rusia dalam bidang eksplorasi minyak dan gas. Dalam forum tersebut, dia menawarkan 138 blok minyak dan gas (migas) untuk dieksplorasi menggunakan teknologi yang mereka miliki.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher