tirto.id - Ada banyak dalil tawadhu dalam Islam. Kaum muslim seyogianya tahu dan paham makna dalil-dalil tersebut sehingga dapat menghiasi diri dengan sikap rendah hati.
Lantas, apa itu tawadhu dalam Islam? Apa saja ayat-ayat tentang rendah hati dalam Al-Qur'an? Apakah ada dalil tawadhu dalam hadis?
Tawadhu atau sikap rendah hati merupakan perilaku terpuji yang seharusnya dimiliki seorang muslim. Tawaduk ini digambarkan dengan sikap tidak menyombongkan diri di hadapan manusia lain sekalipun mempunyai banyak kelebihan dan kemampuan.
Sebaliknya, orang dengan sikap tawadhu memiliki pemikiran dan kesadaran bahwa semua kelebihannya adalah karunia dari Allah Subhanahu wata’ala.
Dalil dan Ayat Al-Quran tentang Tawadhu atau Rendah Hati
Islam begitu menganjurkan umat Islam memiliki sikap rendah hati. Hal ini ditegaskan dengan banyaknya dalil tentang rendah hati dalam Al-Qur'an maupun hadis.
Berikut ini dalil-dalil tawadhu:
1. Surah Al-Hijr Ayat 88
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَArab Latinnya:
Lā tamuddanna ‘ainaika ilā mā matta‘nā bihī azwājam minhum wa lā taḥzan ‘alaihim wakhfiḍ janāḥaka lil-mu'minīn(a).
Artinya:
"Jangan sekali-kali engkau [Nabi Muhammad] menunjukkan pandanganmu [tergiur] pada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka [orang kafir]. Jangan engkau bersedih hati atas [kesesatan] mereka dan berendahhatilah engkau terhadap orang-orang mukmin," (QS. Al-Hijr [15]: 88).
2. Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 215
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚArab Latinnya:
Wakhfiḍ janāḥaka limanittaba‘aka minal-mu'minīn(a).
Artinya:
"Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin," (QS. Asy-Syu'ara' [26]: 215).
3. Surah Al-Furqan Ayat 63
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًاArab Latinnya:
Wa ‘ibādur-raḥmānil-lażīna yamsyūna ‘alal-arḍi haunaw wa iżā khāṭabahumul-jāhilūna qālū salāmā(n).
Artinya:
"Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka [dengan kata-kata yang menghina], mereka mengucapkan, 'Salam,'" (QS. Al-Furqan [25]: 63).
4. Surah Al-Luqman Ayat 18
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚArab Latinnya:
Wa lā tuṣa‘‘ir khaddaka lin-nāsi wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥā(n), innallāha lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhūr(in).
Artinya:
"Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia [karena sombong] dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri," (QS. Al-Luqman [31]: 18).
5. Surah Al-Isra Ayat 37
وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًاArab Latinnya:
Wa lā tamsyi fil-arḍi marahā(n), innaka lan takhriqal-arḍa wa lan tablugal-jibāla ṭūlā(n).
Artinya:
"Janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung," (QS. Al-Isra [17]: 37).
6. Hadis Riwayat Tirmidzi
مَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُArab Latinnya:
Mā tawāḍa‘a aḥadun lillāhi illā rafa‘ahullāh.
Artinya:
"Tidaklah seseorang bersikap rendah hati karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya," (HR. Tirmidzi, hasan).
7. Hadis Riwayat Muslim
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا زَادَهُ اللَّهُ عِزًّاArab Latinnya:
Wa mā tawāḍa‘a aḥadun lillāhi illā zādahullāhu ‘izzā.
Artinya:
"Dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, kecuali Allah akan menambah kemuliaannya," (HR. Muslim).
Penulis: Cicik Novita
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id

































