Menuju konten utama

Atasi Krisis Lahan, Pemprov DKI Jakarta Revitalisasi 17 Makam

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merevitalisasi 17 makam di Jakarta agar tak terjadi tumpang-tindih makam.

Atasi Krisis Lahan, Pemprov DKI Jakarta Revitalisasi 17 Makam
TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019). tirto.id/ALfian putra abdi

tirto.id - Kepala Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, mengatakan pihaknya akan melakukan ubah sebanyak 17 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di Jakarta menjadi seperti taman. Hal tersebut , kata Suzi, untuk menghilangkan kesan seram di setiap TPU.

"Jadi ada 17 makam di Jakarta, yang nanti [TPU] Tanah Kusir sudah kita data, yang kita sudah punya desainnya itu seperti taman,” kata Suzi saat dihubungi, Jumat (18/10/2019) pagi.

Suzi tak membeberkan lebih rinci ihwal lokasi dan desain revitalisasi 17 TPU tersebut. Pihaknya menargetkan seluruh TPU yang direvitalisasi akan selesai pada tahun 2022 mendatang.

"Kita sudah jelas melakukan penataan perbaikan, InsyaAllah di tahun 2022 kita akan sudah membangun beberapa revitalisasi makam,” kata dia.

Ia mengklaim ketersediaan lahan pemakaman di Jakarta itu masih terhitung cukup luas. Namun, kata dia, krisis lahan makam muncul karena banyak masyarakat yang kerap pilih-pilih TPU bila ada sanak familinya yang meninggal dunia.

Ia berharap, dengan adanya revitalisasi ini maka dapat mencegah terjadinya fenomena pemakaman tumpang tindih. Sebab, nantinya, kata Suzi, seluruh TPU akan terlihat elok dan indah, sehingga menjadi pilihan setiap orang untuk menguburkan kerabat dan keluarganya.

“Keluarga itu suka ditumpang karena makam itu seperti rumah, banyak yang mau dijadikan idaman, idola. Jadi tidak pernah mau kita sampaikan ke tempat makam yang masih luas,” ujarnya.

Ia mengaku akan menyediakan seluruh fasilitas dalam proses penguburan setiap masyarakat tanpa adanya pemungutan biaya di setiap TPU. Salah satunya seperti penyediaan tenda dan pengeras suara.

Baca juga artikel terkait BISNIS PEMAKAMAN atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Widia Primastika