tirto.id - Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah hingga 15 juta dolar AS untuk seorang wanita asal Cina, Baoxia Liu, karena diduga menyelundupkan teknologi Amerika Serikat (AS) ke Iran.
Liu dituduh telah menjalankan praktik ini selama 20 tahun terakhir. Surat perburuan terhadap Liu ini dikeluarkan oleh Biro Investigasi Federal atau FBI pada pertengahan Maret lalu.
Ia diduga bekerja sama dengan tiga rekannya untuk menggunakan perusahaan-perusahaan kedok di Tiongkok guna mengirim komponen elektronik AS ke perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Para rekannya diidentifikasi sebagai Li Yongxin, yang juga dikenal sebagai Emma Lee; Yung Yiu Wa, yang juga dikenal sebagai Stephen Yung; dan Zhong Yanlai, yang juga dikenal sebagai Sydney Chung.
Kasus yang dialami Liu ini mirip dengan kasus yang pernah menjerat sebuah toko hobi di Surabaya. Toko dengan entitas CV Surabaya Hobby ini disanksi AS pada Desember 2023.
Toko milik Agung Surya Dewanto, yang disanksi AS ini diduga memasok 100 servomotor ke Pishgam Electronic Safeh Company (PESC) di Iran untuk produksi kendaraan udara nirawak (UAV) atau lebih dikenal dengan drone.
“Pemilik dan perwakilan Surabaya Hobby yang berbasis di Indonesia, Agung Surya Dewanto (Dewanto), berkoordinasi dengan PESC untuk pengiriman ini,” tulis dokumen AS tersebut.
Namun, pihak Surabaya Hobby membantah bahwa mereka memasok servomotor untuk negara Iran. Mereka menyebut bahwa pembeli produknya beralamat di Indonesia, baik dalam perdagangan daring maupun luring.
"Kami tidak pernah menjual ke orang luar negeri maupun mengirim ke luar negeri," ungkap pengelola toko Surabaya Hobby, dikutip dari Beritasatu.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































