Menuju konten utama

AS Buka Peluang Berunding dengan Iran di Tengah Eskalasi

Turki, Mesir, dan Qatar tengah berupaya mengatur pertemuan di Ankara, pekan ini antara utusan Gedung Putih Steve Witkoff dan pejabat senior Iran.

AS Buka Peluang Berunding dengan Iran di Tengah Eskalasi
Ilustrasi Konflik antara AS dan Iran. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan kepada Iran, lewat jalur diplomatik. Hal ini meski Negeri Paman Sam meningkatkan keberadaan militernya di Teluk Persia, menurut laporan Axios pada Minggu (1/2), yang dirangkum Antara.

Mengutip seorang pejabat senior AS, laporan itu menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan akhir untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran dan masih mengupayakan solusi diplomatik.

Disebutkan pula bahwa Turki, Mesir, dan Qatar tengah berupaya mengatur pertemuan di Ankara, ibu kota Turki, pekan ini antara utusan Gedung Putih Steve Witkoff dan pejabat senior Iran.

Dua sumber di kawasan Teluk juga mengatakan kepada Axios bahwa ketiga negara itu menjalin koordinasi erat dengan AS dan Iran.

"Prosesnya sedang berjalan. Kami mengusahakan yang terbaik," kata seorang pejabat dari salah satu negara mediator.

Upaya diplomatik itu dilakukan setelah Trump menyatakan dalam unggahan media sosial pada Rabu bahwa sebuah "armada besar" tengah bergerak menuju Iran, sembari mendesak negara itu untuk segera memasuki perundingan.

Sementara itu Sputnik melaporkan Teheran dan Washington dapat segera mencapai kesepakatan nuklir yang adil. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, peluang untuk meraih kesepakatan tersebut tidak boleh disia-siakan.

“Jangan membicarakan hal-hal yang mustahil dan jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai kesepakatan nuklir yang adil dan setara guna memastikan tidak ada senjata nuklir. Seperti yang saya sampaikan, hal itu dapat dicapai bahkan dalam waktu yang singkat,” kata Araghchi kepada CNN, Minggu (1/2/2026)

Pada Sabtu (31/1/2025), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan bahwa pembentukan struktur perundingan nuklir antara Teheran dan Washington terus mengalami kemajuan, meskipun menghadapi apa yang ia sebut sebagai perang media yang terkoordinasi.

Presiden AS itu sebelumnya mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan menyusul aksi unjuk rasa anti pemerintah di Iran pada akhir Desember 2025.

Iran kemudian memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan respons yang "cepat dan menyeluruh."

Baca juga artikel terkait AS VS IRAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Alfons Yoshio Hartanto