tirto.id - Arab Saudi menutup kilang minyak domestik terbesarnya imbas serangan Amerika Serikat (AS) serta Israel ke Iran, Senin (2/3/2026). Serangan tersebut memaksa penutupan fasilitas minyak dan gas di seluruh Timur Tengah.
Reuters melaporkan gelombang serangan di kawasan itu berlanjut hingga hari ketiga yang mengakibatkan penghentian sementara sebagai langkah pencegahan atas sebagian besar produksi minyak di Kurdistan Irak dan beberapa tempar produksi gas Israel. Hal ini lantas membatasi ekspor minyak ke Mesir.
Raksasa minyak milik Arab Saudi, Saudi Aramco, kilang Ras Tanura berkapasitas 550.000 barel per hari ditutup sebagai langkah pencegahan.
Kilang itu merupakan bagian kompleks energi di pesisir teluk Arab Saudi, berfungsi sebagai terminal ekspor penting bagi minyak mentah negara tersebut.
Sementara itu, Kurdistan Irak mengekspor 200.000 barel minyak per hari melalui pipa ke pelabuhan Ceyhan di Turki pada Februari. Perusahaan-perusahaan termasuk DNO, Gulf Keystone Petroleum, Dana Gas (DANA.AD), dan HKN Energy telah menghentikan produksi di ladang mereka sebagai langkah pencegahan, tanpa ada laporan kerusakan.
Kekhawatiran tentang gangguan pasokan mendorong lonjakan kontrak berjangka minyak mentah Brent sekitar 10 persen pada Senin ini menjadi di atas 82 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.
Di lepas pantai Israel, Pemerintah Israel menginstruksikan Chevron untuk sementara menutup ladang gas raksasa Leviathan. Adapun perusahaan itu sedang dalam proses memperluas kapasitas menjadi sekitar 21 miliar meter kubik per tahun sebagai bagian dari kesepakatan ekspor senilai 35 miliar dolar AS ke Mesir.
Juru bicara Chevron, yang juga mengoperasikan ladang gas Tamar di lepas pantai Israel, mengatakan fasilitasnya dalam kondisi aman.
Energean menutup kapal produksi yang melayani ladang gas yang lebih kecil.
Di Iran, ledakan terdengar pada Sabtu di Pulau Kharg, yang memproses 90 persen ekspor minyak mentah Iran. Tidak jelas bagaimana fasilitas tersebut terdampak.
Iran sebagai produsen terbesar ketiga dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memompa sekitar 4,5 persen pasokan minyak global. Produksi Iran sekitar 3,3 juta barel minyak mentah per hari, ditambah 1,3 juta barel per hari kondensat dan cairan lainnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






































