Menuju konten utama

Cerita Wisman di Bali Batal Terbang Imbas Perang AS-Iran

Terdapat 15 penerbangan mengalami pembatalan, dengan 8 keberangkatan internasional dan 7 kedatangan internasional.

Cerita Wisman di Bali Batal Terbang Imbas Perang AS-Iran
Kondisi Bandara Ngurah Rai pada Senin (02/03/2026). tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penutupan sejumlah wilayah udara di Timur Tengah berdampak pada penerbangan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan data Bandara Ngurah Rai pada Senin (02/03/2026), jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan berjumlah 3.197 penumpang keberangkatan.

Terdapat 15 penerbangan yang mengalami pembatalan penerbangan dengan 8 penerbangan merupakan keberangkatan internasional dan 7 penerbangan adalah kedatangan internasional. Maskapai yang terdampak di antaranya adalah Qatar Airways, Emirates, dan Etihad Airways.

Baptiste (21) dari Prancis adalah salah satu penumpang yang terdampak. Dia telah menyelesaikan liburannya di Bali dan hendak kembali ke tempat tinggalnya di Prancis. Namun, pesawat Qatar Airways yang hendak ditumpanginya mendadak dibatalkan akibat situasi di Doha.

"Saya mendengarnya (pembatalan penerbangan) ketika berada di restoran bandara. Saya benar-benar kecewa, tetapi saya tahu penerbangan telah mulai ditutup sejak tanggal 28. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan," kata Baptiste ketika ditemui di Lantai 2 Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Senin (02/03/2026).

Ketika berada di meja layanan pelanggan (help desk), dia diberikan dua pilihan oleh pihak maskapai, yakni menunggu penerbangan atau membatalkan tiket dan mencari penerbangan alternatif. Baptiste mengaku penat dalam menunggu, tetapi dia berusaha bersabar dan yakin situasi akan menjadi lebih baik lagi.

"Saya tidak memiliki hotel atau taksi, tidak ada apa-apa. Saya masih bingung harus melakukan apa. Ini baru hari pertama (terdampak penerbangan), tetapi saya pikir ini akan lama," tambahnya.

Cerita lainnya datang dari Salvatore (36), wisatawan asal Italia yang akan menggunakan maskapai Emirates untuk kembali ke Eropa. Pesawat yang kelak transit di Dubai tersebut juga dibatalkan imbas situasi di Timur Tengah.

"Saya mengetahui tadi pagi, ketika saya melihat berita. Jadi, saya periksa dan di situs milik Emirates mengatakan bahwa penerbangan saya dibatalkan. Saya baru saja dari Lombok dan memutuskan untuk terbang ke Bali," terangnya.

Salvatore telah memiliki hotel untuk menginap hingga penerbangannya dapat dilanjutkan. Dia juga menyebut bahwa pihak bandara memberikannya minuman dan makanan ringan selama mengurus penerbangannya di meja layanan penumpang.

"Saya sedikit penat, tetapi saya baik-baik saja. Pihak maskapai juga memberikan kompensasi untuk penginapan dan penerbangan saya," tutur Salvatore.

Hingga saat ini, beberapa ruang udara di kawasan Timur Tengah masih ditutup imbas konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.

Namun, pihak Bandara Ngurah Rai memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi melalui meja layanan pelanggan (help desk) yang terletak di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional, serta layanan contact center yang bisa diakses melalui sambungan telepon dengan nomor 172.

"Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaruan informasi jadwal penerbangan," kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Fadrik Aziz Firdausi