tirto.id - Arab Saudi telah menginformasikan kepada Teheran bahwa wilayahnya tak akan digunakan Amerika Serikat (AS) dalam intervensi militer ke Iran. Hal itu disampaikan di tengah situasi kawasan Teluk yang memanas karena pernyataan provokatif Presiden AS Donald Trump.
Menukil Al Arabiya, dua sumber yang dekat dengan Kerajaan Arab Saudi mengatakan pada AFP pada Rabu (14/1/2026) bahwa Saudi tidak akan terlibat dalam segala bentuk intervensi militer AS jika ternyata terjadi.
"Arab Saudi telah memberi tahu Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari tindakan militer apa pun yang menargetkan Iran," kata sumber anonim tersebut.
Sebelumnya, Iran mengancam akan menyerang fasilitas militer AS di kawasan Teluk jika Trump menjalankan operasi militer di Teheran.
"Teheran telah mengatakan pada negara-negara regional, dari Arab Saudi, UEA, hingga Turki, bahwa pangkalan AS di negara-negara tersebut akan diserang jika AS menjalankan intervensi militer," tutur seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada Rabu lalu.
Ancaman Iran itu merupakan respons dari rangkaian pernyataan provokatif Trump untuk turun tangan secara militer jika gelombang unjuk rasa di Iran terus ditanggapi dengan kekerasan eksesif oleh otoritas setempat.
AS Mulai Menarik Personel dari Pangkalan Militer di Qatar
Ancaman Iran untuk menyerang fasilitas militer yang terafiliasi dengan AS di kawasan Teluk juga dilaporkan membuat sejumlah personel militer AS di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar ditarik mundur.
Seturut Al Arabiya, kantor berita negara Qatar, IMO, telah melaporkan penarikan mundur sebagian kecil personel militer AS tersebut. IMO memberitakan bahwa penarikan itu adalah respons terhadap ketegangan kawasan Teluk.
"Langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap ketegangan regional saat ini," tulis laporan IMO.
Dalam laporannya, IMO juga menekankan bahwa Qatar selalu memprioritaskan keselamatan dan keamanan warga negaranya ketika merespons situasi ketegangan.
"Termasuk tindakan yang berkaitan dengan perlindungan infrastruktur penting dan fasilitas militer," tulis mereka.
Namun, seorang diplomat mengatakan pada Reuters bahwa penarikan personel di Pangkalan Al Udeid tersebut terlihat sebagai "perubahan sikap", dan tidak tampak sebagai evakuasi.
Pada tahun 2025 lalu, Iran pernah menyerang pangkalan Al Udeid dengan 14 rudal balistik. Namun, serangan ini bersifat simbolis dan hanya berdampak pada rusaknya sebuah kubah geodesik di sana.
Tak ada korban jiwa dalam serangan pada 2025 tersebut karena personel yang bertugas telah dievakuasi ke tempat aman sebelum rudal tiba.
Menurut diplomat yang berbicara pada Reuters, skala penarikan personel di Al Udeid lebih kecil dari evakuasi yang dilakukan pada serangan 2025 lalu.
Sementara itu, pada Rabu (14/1), Trump menyatakan bahwa ia mengurungkan ancaman serangan ke iran untuk sementara. Dalam keteranganya, Trump menyatakan bahwa ia telah diyakinkan bahwa pembunuhan para pengunjuk rasa di Iran telah dihentikan.
"Kami telah diberitahu bahwa pembunuhan di Iran sedang berhenti -- telah berhenti -- sedang berhenti. Dan tak ada rencana eksekusi," katanya kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari The Guardian.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































