tirto.id - Anjloknya nilai mata uang merupakan salah satu pemicu terjadinya gelombang protes yang berlangsung secara nasional di Iran sejak 28 Desember 2025 lalu. Berapa nilainya kini jika dibandingkan dalam rupiah?
Setidaknya sejak perang 12 hari Iran vs Israel pada Juni 2025 lalu, juga pemberlakuan kembali sanksi PBB untuk Negeri Para Mullah tersebut, ekonomi Iran terus memburuk.
Nilai mata uang Iran, rial, terus merosot secara konstan sepanjang tahun 2025. Puncaknya, nilai Rial berada di titik terendah dalam sejarah negara tersebut pada Desember lalu. Kala itu, 1 dolar AS dihargai 1,4 juta rial.
Laju inflasi Iran pada periode tersebut menukik tajam, angkanya lebih dari 42 persen. Sekolah dan kantor terpaksa tutup demi menghemat.
Dengan situasi ekonomi yang begitu mencekik, pecah unjuk rasa para pedagang di Grand Bazaar di Ibu Kota Teheran. Sejak itu, gelombang protes mengalami eskalasi yang terus meninggi hingga kini.
Per Rabu (4/1/2026), kondisi ekonomi Iran tak membaik. Nilai rial masih di angka yang mengkhawatirkan, yakni 1,06 juta rial untuk 1 dolar AS menurut kalkulator konversi laman Xe.
Uang Rp100.000 Berapa Rial Iran?
Berdasarkan nilai kurs pada Rabu (14/1/2026), nilai rupiah menjadi sangat kuat dibandingkan rial yang terperosok sejak tahun lalu. Uang Rp1 kini dihargai 63 rial (pembulatan) Iran menurut kurs hari ini di laman Xe. Dengan nilai kurs tersebut, uang Rp100.000 memiliki nilai sekitar Rp6.339.680 rial Iran.
Padahal, pada Mei 2025 lalu, nilai mata uang rial tak jauh berbeda dari rupiah. Seturut Exchange-Rates.org, 1 rial Iran dihargai Rp0,394 pada 1 Mei 2025 lalu. Nilai kurs kala itu membuat nilai uang Rp100.000 setara dengan 253.421 rial.
Dengan situasi tersebut, nilai rial terhadap rupiah telah anjlok lebih dari 23 kali hanya dalam tempo waktu tak sampai setahun.
Situasi di Iran sendiri sedikit banyak tergambarkan dari anjloknya nilai mata uangnya. Hingga kini, gelombang protes masyarakat sipil masih berkecamuk di Iran.
Pada Selasa (13/1), otoritas Iran mengonfirmasi kepada Reuters bahwa jumlah korban meninggal dalam aksi protes mencapai angka 2.000 jiwa.
Pada Senin (12/1), BBC merilis laporan kesaksian dari seorang pengunjuk rasa di salah satu kota kecil di Iran bagian selatan. Menurut pria yang tak disebutkan namanya itu, aparat keamanan Iran menembaki warganya sendiri dengan peluru tajam.
"Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, mereka menembak langsung ke barisan pengunjuk rasa, orang-orang berjatuhan di tempat mereka berdiri," katanya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






























