tirto.id - Apakah internet sudah bisa diakses di daerah terdampak banjir dan longsor di Sumatera? Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membeberkan bahwa pihaknya telah melakukan pemulihan usai pada Senin, 1 Desember 2025 kemarin sinyal internet di beberapa wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat mengalami gangguan.
Banjir Sumatera telah melanda beberapa titik vital di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 26-27 November 2025. Per Rabu (3/12/2025), dilaporkan bahwa banjir di beberapa wilayah tercatat masih belum surut, meskipun sebagian lainnya telah surut menyisakan puing-puing yang terbawa arus dan lumpur yang cukup tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa penyebab bencana banjir bandang hingga longsor di tiga provinsi Sumatera dipicu oleh hujan deras yang melanda tiga wilayah tersebut pada 25-27 November 2025. Adapun tingginya curah hujan dipicu akibat munculnya fenomena siklon tropis senyar di dekat tiga wilayah tersebut.
Akibatnya, curah hujan yang sangat tinggi itu mengakibatkan meluapnya air sungai dengan volume sangat tinggi hingga merendam ribuan rumah, merusak sejumlah bangunan. Tak hanya itu, banjir tersebut juga membawa puing-puing hingga ribuan gelondongan kayu yang mengakibatkan dampak banjirnya semakin fatal.
Dampak banjir Sumatera ini juga membuat akses menuju beberapa lokasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ikut terputus hingga lumpuh lantaran banyaknya infrastruktur yang terdampak parah.
Berdasarkan laporan terbaru, bencana banjir dan longsor Sumatera ini juga menyebabkan akses internet mengalami gangguan. Hal itu disebabkan lantaran ratusan Base Transceiver Station (BTS) yang ikut mengalami kerusakan. Akibatnya, akses telekomunikasi dan internet menjadi terganggu.
Lantas, apakah per Rabu, 3 Desember 2025 ini internet sudah bisa diakses daerah banjir Sumatera?
Apakah Internet Sudah Pulih di Daerah Banjir Sumatera?
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyampaikan bahwa sinyal di beberapa wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh telah pulih hingga 90% per Rabu hari ini (3/12/2025) setelah mengalami gangguan serentak pada Senin (1/12/2025) kemarin.
Dengan pulihnya internet, kini warga dapat kembali berkomunikasi dan mengakses informasi penting di tengah situasi genting bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga wilayah besar di Sumatera hingga menyebabkan kelumpuhan.
Melalui siaran pers pada Selasa (2/12/2025), Menteri Komdigi, Meutya Hafid, sebut bahwa pemulihan layanan komunikasi di wilayah terdampak bencana adalah prioritas utama pemerintah demi memastikan kebutuhan hingga koordinasi tindak lanjut terhadap penanganan bencana.
Meutya juga menyebut bahwa berdasarkan laporan para operator seluler, akses internet di Sumbar sudah pulih mencapai 95% dan 90% di Sumut. Sementara di Aceh masih terdapat kendala listrik yang menyebabkan 60% menara tidak beroperasi.
"Pemerintah bersama operator dan PLN terus bekerja agar layanan segera normal kembali," ujar Meutya dalam siaran pers.
Komdigi juga mencatat per Senin (1/12/2025) kemarin, total menara yang mengalami gangguan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 2.804 unit yang terbagi ke dalam 1.969 menara di Aceh, 681 menara di Sumut, serta 154 menara di Sumbar.
Meskipun belum sepenuhnya pulih, Komdigi memastikan upaya pemulihan bersama PLN dalam beberapa hari ke depan.
Update Terbaru Banjir Sumatera
Berdasarkan catatan laporan terbaru terkait banjir Sumatera per Rabu, 3 Desember 2025 pukul 14.20 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat bahwa dampak banjir dan tanah longsor ini mengakibatkan 755 meninggal dunia, 650 jiwa masih dinyatakan hilang, serta 2,6 ribu jiwa mengalami luka-luka.
Selain itu, sekitar 530 ribu lebih masyarakat di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mengungsi. Total, 3,3 juta terdampak akibat banjir Sumatera ini dan 49 kabupaten di tiga provinsi terimbas dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.
Sumatera Utara tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah dengan catatan total 1,7 juta orang terdampak, disusul Aceh 1,5 juta, dan Sumatera Utara sekitar 141.800 orang terdampak.
Akibat bencana banjir dan longsor Sumatera ini juga menyebabkan sekiar 3.600 lebih rumah rusak berat, 2.100 unit rumah rusak sedang, dan sekitar 3.700 unit rumah rusak ringan. Catatan tersebut belum termasuk total kerusakan sekolah, rumah peribadatan, hingga infrastruktur lainnya.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id





























