Menuju konten utama

Apa Saja Tipe Mulut Serangga, Contoh, dan Karakteristiknya?

Apa saja tipe mulut serangga? Berbagai tipe mulut serangga beserta contohnya bisa disimak dalam penjelasan berikut.

Apa Saja Tipe Mulut Serangga, Contoh, dan Karakteristiknya?
Ilustrasi mulut serangga. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Serangga adalah kelas hewan dalam filum Arthropoda dengan ciri umum memiliki tubuh beruas-ruas, enam kaki (3 pasang), exoskeleton (rangka luar) yang keras, dan sepasang antena. Serangga merupakan hewan yang sangat beragam dan tersebar luas di seluruh dunia. Ada lebih dari satu juta spesies serangga yang telah tercatat serta dideskripsikan.

Serangga dapat ditemukan di berbagai habitat darat maupun air. Mayoritas jenis serangga juga mempunyai peran yang penting dalam ekosistem.

Dalam ekosistem, serangga dapat berperan sebagai penyerbuk, pengurai bahan organik, pengendali hama alami, serta pemangsa maupun mangsa bagi hewan lain. Di kehidupan sehari-hari, contoh serangga yang mudah dikenali adalah lalat, lebah, semut, kupu-kupu, kumbang, dan nyamuk.

Salah satu aspek menarik dari morfologi serangga adalah keragaman tipe mulutnya. Tipe mulut serangga berbeda-beda tergantung pada makanan dan cara mereka memakannya.

11 Tipe Mulut Serangga dan Contohnya

Setiap jenis serangga mempunyai tipe mulut yang berbeda-beda untuk menyesuaikan diri dengan makanannya. Tipe mulut serangga merupakan hasil proses evolusi serta adaptasi di lingkungan yang beragam.

Berbagai tipe mulut serangga memungkinkan banyak jenis hewan ini bertahan hidup dan terus beregenerasi. Sebab, tipe mulut serangga umumnya amat terkait dengan aktivitas konsumsi makanan. Dibandingkan variasi warna dan morfologi tubuh, keragaman bentuk mulut serangga lebih menunjukkan cara hidup hewan ini dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, tipe mulut yang dimiliki oleh serangga kelompok diptera adalah mulut sungsang atau mulut menjilat (sucking mouthparts). Diptera merupakan ordo serangga yang memiliki dua sayap (depan dan belakang), seperti nyamuk dan lalat.

Mulut sungsang di serangga diptera tersusun dari struktur yang memungkinkan aktivitas mengisap cairan. Struktur ini berhubungan erat dengan kebiasaan makan dari serangga diptera yang mengonsumsi nektar, darah, atau bahan organik cair lainnya.

Masih banyak lagi tipe mulut serangga dengan struktur yang unik. Untuk memahaminya, mari mencermati 11 tipe mulut serangga dan contohnya:

1. Mulut Penggigit atau Pengunyah (Mandibula)

Salah satu tipe mulut serangga yang paling umum adalah mulut menggigit atau mandibula. Bentuk mulut mandibula mirip sepasang gunting yang kuat, memungkinkan serangga mengunyah makanan padat seperti daun, buah, atau hewan kecil. Contoh serangga dengan tipe mulut menggigit adalah kumbang, semut, dan belalang.

2. Mulut Pengisap (Proboscis):

Beberapa serangga berevolusi hingga memiliki tipe mulut mengisap atau proboscis. Tipe mulut proboscis memiliki struktur panjang yang dapat dilipat (mirip sedotan) yang digunakan untuk mengebor dan menyerap cairan makanan. Lebah madu dan kupu-kupu adalah contoh serangga yang memiliki mulut proboscis panjang sehingga keduanya bisa menyerap nektar dari bunga.

3. Mulut Penyedot (Haustellum):

Haustellum merupakan tipe mulut serangga yang mirip dengan proboscis (mengisap). Hanya saja, haustellum lebih berfungsi untuk menyedot cairan. Tipe mulut penyedot ini yang contohnya terlihat pada lalat.

4. Mulut Pengunyah-Penggigit (Chewing-Lapping/Mandibulata):

Kombinasi tipe mulut menggigit dan mengisap atau mengunyah dan menggigit terdapat pada beberapa serangga. Tipe mulut serangga ini berguna untuk menggigit. memotong, dan mengunyah makanan padat sekaligus mengisap cairan makanan. Contoh pemilik tipe mulut serangga mandibulata adalah lalat buah, larva kupu-kupu, belalang, larva lalat, dan kumbang.

5. Mulut Penusuk-Penghisap (Haustelata / Piercing-Sucking)

Tipe mulut serangga haustelata dirancang untuk mengambil makanan cair atau terlarut. Alat mulut ini memiliki stilet, yaitu bagian memanjang yang berbentuk serupa jarum. Dengan mulut ini, serangga bisa menembus kulit atau jaringan organisme dan menyedot cairannya. Contoh serangga pemilik tipe mulut menusuk dan menghisap adalah nyamuk, kutu daun, lalat penyerbuk, serta wereng. Serangga yang memiliki tipe mulut ini sering kali menyuntikkan enzim atau zat lain untuk membantu proses pencernaan atau menghambat pembekuan darah sasarannya.

6. Mulut Pengunyah-Penghisap (Chewing-Sucking):

Tipe mulut menguyah dan menghisap merupakan kombinasi. Namun, penekanan lebih besar pada mengisap. Serangga seperti nyamuk dan kutu memiliki mulut mengunyah dan menghisap yang memungkinkan mereka untuk menggigit sebelum menyedot cairan dari inangnya.

7. Tipe Pengunyah-Penjilat (Chewing-lapping)

Tipe mulut ini dapat digunakan untuk menyerap makanan cair seperti nektar dan madu. Serangga yang memiliki tipe mulut ini mempunyai mandibula yang bisa digunakan untuk memotong, pertahanan, dan membentuk sarang. Contohnya pada lebah madu.

8. Mulut Bor (Chewing-Boring):

Beberapa serangga seperti larva kumbang kayu memiliki mulut yang bisa melubangi kayu atau bahan organik lainnya. Mulut ini memungkinkan mereka untuk membuat lorong-lorong di dalam substrat, tempat untuk berkembang biak atau melindungi diri.

9. Mulut Siphoning (Sifon):

Tipe mulut sifon mirip dengan mulut menyedot, tetapi lebih fokus pada proses penyedotan cairan. Serangga seperti kupu-kupu memiliki mulut siphoning yang panjang dan ramping. Bentuk mulut ini memungkinkan kupu-kupu untuk mengonsumsi nektar dari bunga dengan efisien.

Serangga dengan tipe mulut ini biasa terlebih dahulu membasahi makanannya dengan air liurnya. Kemudian, menjilat makanan tersebut. Contohnya ialah lalat rumah dewasa.

10. Mulut Rasping-Sucking:

Beberapa serangga, seperti kutu daun atau kutu putih, memiliki mulut yang dirancang untuk merapikan permukaan tanaman dan mengisap cairan tumbuhan. Disebut tipe rasping, mulut ini mempunyai struktur seperti gergaji kecil yang bisa digunakan untuk mengikis jaringan tumbuhan. Dengan mulut rasping, sejumlah jenis serangga dapat menyerap cairan dari daun maupun bunga.

11. Mulut Filter (Filter-Feeding):

Beberapa serangga, terutama yang hidup di air seperti larva jantan Ephemeroptera (mayfly), memiliki mulut yang dapat menyaring partikel makanan dari air. Tipe mulut ini biasanya terdapat pada serangga yang hidup di sungai atau danau yang mengandung banyak plankton atau detritus.

Mengapa Tipe Mulut pada Serangga Berbeda-beda?

Sebenanya ada banyak faktor di lingkungan yang menyebabkan tipe mulut serangga bisa berbeda-deda. Namun, ada tiga faktor utama yang menyebabkan perbedaan tipe mulut serangga, yakni:

1. Jenis Makanan

Bentuk mulut serangga berbeda-beda karena mereka memiliki pola makan yang berbeda-beda. Struktur mulut serangga merupakan hasil adaptasi untuk dapat bertahan hidup di berbagai lingkungan.

Serangga yang memakan makanan padat, seperti daun, bunga, atau kayu, memiliki tipe mulut pengunyah. Contoh lainnya, serangga yang makan darah atau cairan tubuh hewan lain memiliki tipe mulut penusuk-penghisap.

2. Cara Makan

Jenis makanan yang berbeda juga memicu cara makan beda pula. Perbedaan cara makan pun turut memengaruhi keragaman tipe mulut serangga.

Serangga yang menggigit dan mengunyah makanannya memiliki mandibula yang kuat. Sementara serangga yang menghisap makanannya memiliki proboscis atau stilet yang Panjang dan serangga yang menjilat makanannya memiliki labellum yang seperti spons.

3. Kebiasaan Makan

Serangga yang melakukan aktivitas makan pada waktu malam memiliki tipe mulut yang berbeda dengan jenis yang makan pada siang hari. Serangga yang hidup di air memiliki tipe mulut yang berbeda pula dengan serangga yang hidup di darat. Pola makan hewan jenis serangga di darat dan air tentu tidak sama.

Tipe Mulut Jangkrik, Kupu-kupu, dan Lebah

Untuk lebih memahami perbedaan tipe mulut serangga, melihat beberapa contoh secara lebih mendetail bisa berguna. Berikut ini penjelasan mengenai tipe mulut serangga jenis kupu-kupu, lebah, dan jangkrik:

1. Tipe Mulut Jangkrik

Jangkrik memiliki tipe mulut penggigit-mengunyah. Jangkrik menggunakan mulut untuk makan berbagai makanan, termasuk tanaman, serangga, dan hewan kecil.

Jangkrik menggunakan mandibula untuk menggigit makanan menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian mereka menggunakan maksila dan labium untuk memanipulasi makanan dan memasukkannya ke mulut. Mandibula ini terletak di bagian depan kepala jangkrik.

2. Tipe Mulut Kupu-kupu

Kupu-kupu dan ngengat memiliki cara khusus untuk makan nektar bunga. Bentuk mulut kupu-kupu adalah memanjang seperti selang yang bisa digulung dan dijulurkan.

Selang itu terbentuk dari dua bagian mulut yang saling mengunci. Ketika tidak digunakan, selang digulung di bawah kepala kupu-kupu. Saat hendak makan, selang ini dipanjangkan dengan cara dipenuhi cairan.

Di mulut kupu-kupu dan ngengat, tidak terdapat labrum dan mandibula yang biasanya ada pada serangga lain.

3. Tipe Mulut Lebah

Tipe mulut lebah adalah Pengunyah-Penjilat (Chewing-lapping). Lebah punya alat khusus untuk mengumpulkan makanan dari bunga.

Lebah memiliki semacam bibir atas yang lebar (labrum) untuk menutupi mulut lainnya. Gigi lebah (mandibula) bisa digunakan untuk berbagai hal seperti mengambil serbuk sari, memadatkan lilin, dan membersihkan diri.

Bagian mulut lebah madu lainnya yaitu maksila dan labium bisa disatukan menjadi seperti selang (proboscis) yang bisa dipanjangkan. Ujung selangnya seperti lidah (glossa) yang mengandung saluran air liur.

Di samping lidah, terdapat palp labial yang panjang berfungsi sebagai sensor. Bagian maksila lainnya (galea) menjepit labium dan membentuk saluran tempat nektar mengalir.

Ada juga bagian lain yang tidak terlalu penting seperti lacinia dan palp maksila. Selain itu, terdapat bagian mulut lebah yang mudah dikenali yaitu cardo berbentuk batang dan tipe persegi panjang.

Baca juga artikel terkait SERANGGA atau tulisan lainnya dari Ruhma Syifwatul Jinan

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ruhma Syifwatul Jinan
Penulis: Ruhma Syifwatul Jinan
Editor: Addi M Idhom