Menuju konten utama
Dasar-dasar Pariwisata

Apa Saja Isu-isu Global Terkait Industri Pariwisata?

Apa saja isu-isu global terkait industri pariwisata? Simak penjelasan selengkapnya di artikel berikut ini.

Apa Saja Isu-isu Global Terkait Industri Pariwisata?
Wisatawan mancanegara mengunjungi kawasan wisata Kota Tua, Jakarta, Rabu (23/8/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.

tirto.id - Industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat penting bagi ekonomi global. Mengingat kontribusinya sangat besar bagi perekonomian negara, ada beberapa isu krusial terkait pariwisata yang menjadi perhatian banyak negara saat ini.

Lalu, apa isu global dunia pariwisata? Isu-isu global terkait industri pariwisata yang kini menjadi sorotan mulai dari termasuk program pariwisata digital, dampak pariwisata, hingga inflasi.

Isu-isu terkait pariwisata itu tentunya tidak dapat diabaikan. Diperlukan kerja sama global untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan pariwisata, kesejahteraan sosial-ekonomi, dan lingkungan.

Upaya ini perlu dilakukan supaya industri pariwisata dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat nasional dan global secara berkelanjutan.

Isu-isu Global Terkait Industri Pariwisata

Menurut Chairany dan Darsini dalam Dasar - dasar Usaha Layanan Pariwisata (2022), salah satu isu global terkait industri pariwisata yang ramai dibicarakan saat ini adalah program pariwisata digital.

Program pariwisata digital memang ramai dibahas sejak dunia memasuki era Revolusi Industri 4.0.

Banyak pihak mengklaim bahwa sudah saatnya pengembangan teknologi merambat ke sektor pariwisata untuk meningkatkan efisiensi dan keterjangkauan.

Isu global industri pariwisata lainnya adalah dampak pariwisata. Dampak dari terbukanya pariwisata lokal, nasional, bahkan internasional dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi wilayah wisata itu sendiri.

Tak hanya itu, isu soal inflasi menjadi isu global terkait pariwisata saat ini. Inflasi yang melanda berbagai negara pasca-pandemi menyebabkan naiknya biaya perjalanan di berbagai wilayah.

Berikut penjelasan berbagai isu global industri pariwisata yang banyak disorot komunitas dunia:

1. Program Pariwisata Digital

Salah satu isu global yang paling mencolok dalam industri pariwisata adalah pengembangan program pariwisata digital. Beberapa upaya pengembangan program pariwisata digital dilakukan sebagai berikut:

a. Meningkatkan jumlah startup pariwisata

Salah satu program pariwisata digital adalah dengan meningkatkan jumlah startup atau perusahaan rintisan di bidang pariwisata.

Salah satu upaya Pemerintah RI meningkatkan jumlah startup pariwisata adalah dengan membuat program Wonderful Startup Academy.

Wonderful startup academy adalah program yang fokus untuk mendorong pertumbuhan startup di sektor wisata. Program ini berupa penyediaan pelatihan, pendampingan bisnis, serta sumber daya modal.

Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pariwisata Indonesia menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara.

b. Digitalisasi nomadic tourism

Nomadic tourism juga sedang disorot karena memiliki peluang digitalisasi pariwisata saat ini. Nomadic tourism sendiri adalah fenomena wisata di mana wisatawan lebih suka menjelajah dan berkunjung ke destinasi yang kurang konvensional.

Digitalisasi di bidang nomadic tourism dapat memberikan peluang keuntungan bagi destinasi yang kurang dikenal.

c. Pengembangan virtual tour

Layanan virtual tour saat ini memang marak ditawarkan oleh banyak perusahaan jasa dan biro wisata. Program pariwisata digital ini memungkinkan wisatawan untuk mengunjungi destinasi melalui pengalaman virtual.

Virtual tour dinilai dapat memperluas jangkauan destinasi pariwisata dengan harga yang lebih murah.

d. Kampanye staycation

Staycation adalah tren di mana orang menghabiskan liburan mereka di daerah lokal daripada bepergian jauh. Staycation dinilai dapat membantu menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Oleh karena itu, banyak pihak saat ini mulai meningkatkan kampanye staycation melalui platform digital seperti media sosial.

2. Dampak pengembangan pariwisata

Chairany dan Darsini juga menyebut dampak positif dan negatif pengembangan pariwisata menjadi isu krusial di berbagai negara saat ini.

Meningkatnya layanan moda transportasi saat ini mempermudah mobilisasi antarnegara untuk kebutuhan pariwisata. Meskipun menguntungkan dari aspek ekonomi, namun ada dampak negatif yang perlu diperhatikan dari sisi keamanan dan lingkungan.

Berikut dampak pengembangan pariwisata lokal dilihat dari aspek ekonomi, sosial, keamanan, dan lingkungan:

a. Aspek ekonomi

Pengembangan pariwisata lokal dan nasional secara signifikan dapat meningkatkan perekonomian suatu daerah atau negara.

Hal ini mencakup penciptaan lapangan kerja baru, pendapatan dari pajak pariwisata, dan peluang bisnis yang berkembang.

b. Aspek sosial-budaya

Pariwisata juga dapat membuka peluang interaksi antarbudaya dan pertukaran pengalaman. Ini dapat meningkatkan pemahaman lintas budaya dan mempromosikan perdamaian global.

Namun, dapat pula menghadirkan konflik budaya dan ketidaksetaraan dalam distribusi manfaat pariwisata.

c. Aspek keamanan

Industri pariwisata juga memiliki dampak signifikan pada aspek keamanan. Peningkatan jumlah wisatawan dapat menghadirkan berbagai masalah, seperti risiko terorisme, kriminalitas, imigran ilegal, dan kejahatan terorganisir.

d. Aspek lingkungan

Salah satu isu global terbesar yang terkait dengan pariwisata adalah dampaknya pada lingkungan. Pengembangan infrastruktur pariwisata, dapat meningkatan konsumsi energi dan polusi yang merusak ekosistem alam.

Selain itu, tingginya aktivitas perjalanan juga meningkatkan penggunaan bahan bakar fosil yang menyumbang gas rumah kaca. Jika tidak diperhatikan, masalah terkait aspek lingkungan ini dapat mengancam keberlanjutan destinasi pariwisata.

3. Inflasi meningkatkan biaya perjalanan

Isu global industri pariwisata yang juga sedang banyak dibahas saat ini adalah efek inflasi. Memasuki tahun 2022 sejumlah negara dilanda inflasi.

Tak hanya itu, World Bank juga memprediksi negara-negara juga dilanda resesi pada 2023 akibat inflasi yang berkepanjangan. Inflasi terjadi usai menyempitnya lapangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19 dan konflik geopolitik.

Padahal ondisi inflasi semacam ini dapat merugikan sektor pariwisata. Dikutip dari Oban International, hal ini karena inflasi berdampak pada biaya perjalanan yang lebih mahal, seperti:

    • meningkatnya harga tiket pesawat;
    • harga penginapan tidak stabil;
    • harga makanan meningkat.
Pada saat yang sama, sektor-sektor tersebut turut mengalami kesulitan rantai pasokan dan kekurangan staf akibat dampak pandemi yang lalu. Hal ini menyebabkan berkurangnya kualitas layanan yang bisa diberikan oleh penyedia jasa sektor pariwisata.

Penurunan kualitas layanan pariwisata berdampak pada rendahnya kepuasan pelanggan dan berujung pada penurunan pendapatan. Jika kondisi ini terus berlanjut maka dapat memicu kerugian bahkan kebangkrutan.

Baca juga artikel terkait PARIWISATA atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Dhita Koesno