Menuju konten utama

Apa Itu New Gaza & New Rafah Usulan Board of Peace Trump?

Penjelasan soal konsep New Gaza dan New Rafah yang diusulkan oleh Board of Peace/Dewan Perdamaian Trump. Sementara itu, warga Gaza merasa terabaikan.

Apa Itu New Gaza & New Rafah Usulan Board of Peace Trump?
Jared Kushner mempresentasikan maket "Gaza Baru" dan "Rafah Baru" pagi ini dalam upacara "Dewan Perdamaian". x/@VaughnHillyard/ Dewan Perdamain

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meresmikan Board of Peace pada Kamis (22/1/2026) di Davos, Swiss. Dalam acara tersebut, diperkenalkan master plan pembangunan kembali dengan nama New Gaza dan New Rafah.

Donald Trump membentuk Board of Peace, sebuah badan yang bertujuan untuk mendorong penyelesaian konflik global dan mempromosikan perdamaian dunia.

Di awal pembentukan, Trump menyebut pembentukan Board of Peace sebagai upayanya mengakhiri konflik di Gaza, namun cakupan tugas dewan ini diperluas agar tidak hanya fokus pada Gaza, namun juga menangani konflik di berbagai wilayah dunia.

Apa Itu New Gaza & New Rafah yang Diusulkan Board of Peace Trump?

Rencana membangun kembali Gaza dipresentasikan oleh Jared Kushner, pengembang properti yang juga menantu Trump, dalam forum internasional di Davos.

Newa Gaza Newa Rafah

Jared Kushner mempresentasikan maket 'Gaza Baru' dan 'Rafah Baru' pagi ini dalam upacara 'Dewan Perdamaian'. x/@VaughnHillyard/ Dewan Perdamain

Kushner memperkenalkan apa yang disebut sebagai “master plan” untuk merekonstruksi wilayah Gaza yang hancur akibat serangan Israel.

Rencana ini menekankan pembangunan kawasan tepi laut, gedung-gedung modern, serta fasilitas mewah yang diklaim akan mengubah Gaza menjadi kota baru yang menyerupai kawasan maju di Timur Tengah.

"Kami telah mengembangkan cara untuk membangun kembali Gaza. Gaza, seperti yang telah dikatakan Presiden Trump, memiliki potensi yang luar biasa, dan ini untuk rakyat Gaza," ujar Kushner dikutip laman ABC.

Dalam pemaparannya, Kushner menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan dibagi ke dalam beberapa zona atau kota, yaitu:

  • Rafah atau "kota 1";
  • Khan Younis atau "kota 2";
  • Kamp Pusat atau "kota 3"; dan
  • Kota Gaza atau "kota 4".
Setiap zona dirancang memiliki perumahan permanen dalam jumlah besar, fasilitas pendidikan, pusat budaya dan keagamaan, serta layanan kesehatan.

Salah satu bagian paling menonjol adalah konsep “coastal tourism”, yang menampilkan hotel, apartemen bertingkat tinggi, vila mewah, pusat data, dan kawasan industri modern di sepanjang pantai.

Di "New Rafah" Kushner merencanakan akan ada lebih dari 100.000 unit perumahan permanen, 200 pusat pendidikan, 180 pusat budaya, keagamaan, dan kejuruan, serta 75 fasilitas medis.

Sebuah bagian menunjukkan "pariwisata pantai" dengan 170 menara dengan area untuk perumahan dan pusat data kompleks industri serta manufaktur canggih di belakangnya, dipisahkan oleh taman, pertanian, dan fasilitas olahraga.

Kushner menyebutkan bahwa tahap awal selama 100 hari akan difokuskan pada bantuan kemanusiaan, termasuk perbaikan infrastruktur dasar seperti air, listrik, sanitasi, rumah sakit, dan toko roti, serta pembersihan puing-puing dalam jumlah sangat besar.

Tujuannya adalah menciptakan kondisi minimum yang memungkinkan warga Gaza bertahan hidup dan secara bertahap beralih ke fase rekonstruksi permanen.

Newa Gaza Newa Rafah

Jared Kushner mempresentasikan maket 'Gaza Baru' dan 'Rafah Baru' pagi ini dalam upacara 'Dewan Perdamaian'. x/@VaughnHillyard/ Dewan Perdamain

Kushner dan Trump menggambarkan proyek ini sebagai peluang investasi besar yang diyakini dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi, dan memberi harapan baru bagi masa depan Gaza. Trump sendiri menilai New Gaza memiliki lokasi strategis dan potensi ekonomi tinggi sebagai kawasan pesisir.

"Saya pada dasarnya adalah orang yang berkecimpung di bidang properti, dan semuanya tentang lokasi, dan saya pikir, lihat lokasi ini di tepi laut, lihat lahan yang indah ini, apa yang bisa terjadi bagi begitu banyak orang. Orang-orang yang hidup sangat miskin akan hidup jauh lebih baik," tambah Trump.

Kata Warga Palestina Soal New Gaza

Terkait agenda Board of Peace ini, warga Palestina di Gaza merasa terabaikan. Mereka tidak optimistis terhadap rencana ini, kata Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Gaza pada Kamis.

“Di kalangan warga Palestina ada perasaan mendalam bahwa mereka dibicarakan sebagai masalah yang harus dikelola, bukan sebagai manusia dengan hak-hak yang harus sepenuhnya dipenuhi,” ujar Abu Azzoum.

“Orang-orang di Palestina meyakini bahwa pembentukan Dewan Perdamaian yang baru terasa terlepas dari realitas yang mereka hadapi.”

Ia menambahkan bahwa warga Palestina “merasa bahwa membuka lembaran baru tidaklah semudah yang dipikirkan oleh pihak Amerika”.

Manal al-Qouqa, seorang ibu pengungsi di Gaza, mengatakan bahwa “dewan perdamaian itu tidak ada dalam kenyataan”.

“Setiap kali mereka mengumumkan sesuatu terkait rakyat Palestina, penderitaan kami justru semakin bertambah,” ujarnya.

“Perdamaian apa yang mereka bicarakan, ketika di lapangan tidak ada perdamaian maupun keamanan? Kami hidup dalam tragedi nyata. Keadaannya seperti Nakba 1948 yang pernah kami alami—ini adalah Nakba baru, Nakba modern, yang lebih maju dalam setiap aspek kehidupan. Tidak ada kebutuhan dasar untuk hidup,” katanya.

Suhail al-Hanawi, warga Palestina pengungsi lainnya, mengatakan bahwa Netanyahu dan Trump, yang sama-sama menjadi bagian dari dewan tersebut, “adalah pihak-pihak di balik perang di seluruh dunia”.

“Terkait Dewan Perdamaian dan kami, para pengungsi di kamp, tidak ada sesuatu yang nyata yang membuat kami merasa bahwa keadaan benar-benar akan diperbaiki atau penderitaan kami akan diringankan.”

Baca juga artikel terkait TRUMP atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra