Menuju konten utama

Apa itu ISF Pasukan Indonesia yang Dikirim ke Gaza & Tugasnya?

Indonesia berencana mengirim pasukan TNI untuk bergabung dalam ISF (International Stabilization Force). Simak penjelasan soal ISF dan tugasnya.

Apa itu ISF Pasukan Indonesia yang Dikirim ke Gaza & Tugasnya?
Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Foto: Tangkapan layar YouTube White House)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Indonesia sedang mematangkan rencana pengiriman 8.000 prajurit TNI ke Gaza sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera International Stabilization Force (ISF). Apa itu ISF?

Ramai diberitakan tidak hanya di media lokal, namun juga media internasional, rencana Pemerintah Indonesia untuk mengirimkan sejumlah 8.000 TNI ke Gaza.

Indonesia disebut sebagai negara anggota Board of Peace (BoP) pertama yang mempersiapkan pasukannya untuk misi kemanusiaan BoP di Gaza.

"Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dikutip Antara (10/2/2026).

Namun, rencana pemerintah ini mendapat kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI meminta pemerintah berhati-hati dan meninjau ulang rencana tersebut karena kerangka misi perdamaian dinilai belum jelas.

MUI menyoroti ketidakpastian apakah misi ini benar-benar berada di bawah mandat resmi PBB atau lebih condong pada skema ISF yang dianggap berpotensi berada di bawah pengaruh negara-negara besar seperti Amerika Serikat.

“Misi perdamaian dalam perspektif ISF sangat berbahaya. Sepanjang yang saya ketahui, ISF belum menjadi entitas resmi tunggal seperti UNIFIL (Lebanon) atau UNDOF (Golan) yang jelas di bawah mandat DK PBB. Jangan sampai terperangkap atau terjebak dengan agenda hegemonik Amerika dan Israel yaitu menundukkan Gaza/Palestina,” urai Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim dikutip Antara (11/2).

Definisi ISF dan Tugasnya

Pada November 2025, Amerika Serikat mengajukan dan berhasil meloloskan Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR 2803) yang mendukung rencana perdamaian 20 poin antara Israel dan Hamas.

Salah satu poin penting dalam resolusi itu adalah pembentukan Board of Peace (BoP) sebagai badan pengawas transisi, serta pembentukan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional.

Mengutip dari laman Al Jazeera dan Middle East Institute, ISF dirancang sebagai pasukan multinasional yang akan ditempatkan di Gaza untuk membantu menjaga keamanan setelah gencatan senjata, melindungi warga sipil, mengamankan distribusi bantuan kemanusiaan, membantu proses pelucutan senjata (terutama senjata milik Hamas), serta melatih pasukan polisi Palestina yang baru dan tidak berada di bawah Hamas maupun Otoritas Palestina.

Secara sederhana, ISF dimaksudkan untuk mengambil alih banyak fungsi keamanan yang selama hampir 19 tahun terakhir dijalankan oleh Hamas di Gaza.

Pasukan ini akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir untuk “mendemiliterisasi” Gaza, termasuk mengawasi perbatasan dan memastikan tidak ada lagi kelompok bersenjata yang beroperasi bebas.

Namun, meski resolusi telah disahkan dengan suara 13-0 (Rusia dan China abstain), pelaksanaan ISF sampai sekarang masih belum jelas.

Pemerintahan Presiden Donald Trump pada 16 Januari menunjuk seorang jenderal bintang dua AS Jasper Jeffers sebagai komandan ISF.

Namun hingga kini, belum ada kejelasan detail tentang mandat operasional ISF, wilayah penugasannya, struktur komando, anggaran, dan apakah pasukan ini bersifat “penjaga perdamaian” (peacekeeping) atau bisa melakukan tindakan militer aktif (peace enforcement).

Bagi Amerika Serikat, ISF merupakan bagian penting dari rencana besar Trump untuk mengakhiri perang dan membentuk tatanan keamanan baru di Gaza.

Keterlibatan Indonesia dalam BoP bentukan Trump mendapat tentangan dari banyak pihak, namun Pemerintah menegaskan jika fokus keanggotaan BoP adalah untuk membantu Palestina keluar dari konflik berkepanjangan.

"Setidaknya kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza, sehingga saudara-saudara kita berkurang penderitaannya. Dengan sekarang proses tersebut, bantuan-bantuan makanan bisa masuk ke Gaza. Yang ini kita berharap meringankan beban saudara-saudara kita," papar Mensesneg Prasetyo Hadi.

Baca juga artikel terkait GAZA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra