Menuju konten utama

Apa Itu Goldman Sachs yang Turunkan Peringkat Saham Indonesia?

Penjelasan dan definisi soal Goldman Sachs yang menurunkan peringkat saham Indonesia. Apa kaitannya dengan IHSG?

Apa Itu Goldman Sachs yang Turunkan Peringkat Saham Indonesia?
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

tirto.id - Goldman Sachs menurunkan rekomendasi saham Indonesia setelah MSCI memperingatkan potensi penurunan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.

MSCI menyoroti masalah investabilitas, terutama jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan (free float) yang rendah, sehingga likuiditas terbatas dan harga saham bisa lebih mudah terpengaruh.

Goldman Sachs menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight. Jika terjadi skenario terburuk menurut Goldman Sachs, arus keluar dana dari pasar saham Indonesia bisa berada di rentang sekitar 36,9-130,9 triliun rupiah.

Penurunan peringkat saham Indonesia ini turut disorot oleh media internasional. Seperti diberitakan Reuters, banyak investor asing telah menarik diri dari Indonesia karena kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mengkhawatirkan.

Prabowo memperlebar defisit anggaran dan meningkatkan keterlibatan negara dalam pasar keuangan. Kepercayaan investor juga terguncang setelah pengangkatan Thomas Djiwandono, keponakan presiden, menjadi pejabat tinggi di Bank Indonesia.

Sri Mulyani Indrawati juga dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadhewa membuat rupiah melemah ke level terendah, sehingga menambah tekanan pada pasar.

Apa Itu Goldman Sachs

Goldman Sachs merupakan lembaga jasa keuangan global terkemuka yang menyediakan berbagai layanan keuangan bagi perusahaan, institusi keuangan, pemerintah, dan individu di seluruh dunia.

Didirikan pada tahun 1869 dan berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, Goldman Sachs telah beroperasi selama lebih dari satu abad dan memiliki jaringan kantor di lebih dari 60 kota yang mencakup pusat-pusat keuangan utama di Amerika, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Sebagai bank investasi global, Goldman Sachs berperan penting di pusat pasar modal dunia untuk membantu klien mencapai tujuan bisnis dan keuangan mereka. Kegiatan usahanya terbagi dalam beberapa segmen utama, yaitu Global Banking & Markets, Asset & Wealth Management, serta Platform Solutions.

Melalui segmen Global Banking & Markets, Goldman Sachs menyediakan layanan penasihat keuangan strategis seperti merger dan akuisisi, restrukturisasi, penjaminan emisi saham dan obligasi, pembiayaan korporasi, serta transaksi pasar modal dan derivatif.

Segmen Asset & Wealth Management berfokus pada pengelolaan aset dan kekayaan klien melalui berbagai instrumen investasi, termasuk saham, obligasi, real estat, private equity, dan perencanaan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Platform Solutions menawarkan layanan perbankan transaksi, pengelolaan kas, pembayaran, serta produk kartu kredit dan solusi keuangan digital.

Selain aktivitas bisnis, Goldman Sachs juga aktif berkolaborasi dengan jaringan kepemimpinan World Economic Forum dalam mendukung kerja sama sektor publik dan swasta untuk mendorong inovasi dan pembangunan ekonomi global yang berkelanjutan.

Di Indonesia, Goldman Sachs beroperasi melalui PT Goldman Sachs Indonesia Sekuritas yang didirikan pada tahun 2014 dan telah memperoleh izin sebagai penjamin emisi efek dari Otoritas Jasa Keuangan.

Perusahaan ini menjalankan kegiatan jasa keuangan dan pasar modal dengan visi menjadi lembaga jasa keuangan terkemuka di Indonesia, serta berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada klien dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip bisnis dan tata kelola Goldman Sachs.

Dalam perkembangannya, Goldman Sachs juga dikenal aktif melakukan riset dan analisis pasar global, termasuk terhadap pasar modal Indonesia, yang kerap menjadi rujukan investor dalam mengambil keputusan investasi.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Insider
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra