Menuju konten utama

Apa Itu Bibit Siklon Tropis 92S Penyebab Solo Banjir?

Penyebab banjir di Solo berkaitan dengan kemunculan bibit Siklon Tropis 92S. Kenali pengertian dan pergerakannya.

Apa Itu Bibit Siklon Tropis 92S Penyebab Solo Banjir?
Ilustrasi bibit Siklon Tropis. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa.

tirto.id - Penyebab banjir Solo (Surakarta), Jawa Tengah. pada Selasa (14/4/2026) dan Rabu (15/4) dipicu kemunculan bibit Siklon Tropis 92S. Bibit siklon ini disebut jadi alasan mengapa cuaca ekstrem mendera Pulau Sumatra dan Jawa.

Bibit Siklon Tropis 92S sebagai penyebab tak langsung banjir itu dijelaskan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada Kamis (16/4). Menurutnya, cuaca ekstrem merupakan salah satu dampak yang masih terasa meskipun Bibit Siklon Tropis 92S telah menjauhi Indonesia.

"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan," katanya, dikutip dari Antara.

Seturut laporan BNPB, Kota Solo dilanda banjir mulai Selasa malam pukul 21.42 WIB. Lalu, pada Rabu, sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) telah terdampak banjir tersebut. Korban banjir tersebar di 12 kelurahan, termasuk Kelurahan Pajang, Kedung Lumbu, dan Tipes.

Bencana ini tak hanya menyebabkan ratusan rumah terendam air. Di Kelurahan Pajang, talud penyangga tanah rusak akibat longsor. Hal ini menyebabkan sejumlah warga sempat mengungsi.

Tak hanya di Kota Solo, kejadian banjir di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, juga terjadi pada waktu bersamaan. Banjir diketahui pula melanda Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Mengenal Bibit Siklon Tropis 92S dan Arah Pergerakan

Bibit Siklon Tropis 92S merupakan label sementara yang digunakan untuk merujuk pada gangguan tropis yang terjadi di Samudra Hindia, sebelah barat daya Banten.

Bibit siklon ini pertama kali terpantau pada Selasa (14/4/2026) pagi sekitar 07.00 WIB. Pada waktu tersebut, bibit siklon ini terpantau oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pusat sirkulasi 92S terbentuk di sekitar 11,5 derajat lintangs selatan dan 95,6 derajat bujur timur di Samudra Hindia, sebelah barat daya Banten. Lokasi ini didasarkan pada pemantauan BMKG pada Rabu (15/4) pukul 07.00 WIB.

Bibit Siklon Tropis 92S ini bergerak ke arah barat. Seturut penjelasan BNPB, gangguan tropis ini telah bergerak menjauhi wilayah Indonesia pada Kamis.

BMKG menyebut bahwa sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai sekitar 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan udara minimum hingga 10006 hPa. Pengamatan BMKG juga menemukan bahwa bibit siklon sempat menunjukkan adanya sirkulasi siklonik dari permukaan hingga ketinggian 500 hPa.

Bibit Siklon Tropis 92S sempat menunjukkan tanda-tanda menguat. Namun, prakiraan BMKG menyatakan bahwa intensitas gangguan tropis ini akan relatif stabil. Hal ini membuat Bibit Siklon Tropis 92S masih berpotensi rendah untuk berubah jadi siklon tropis.

Akan tetapi, walaupun potensi menjadi siklon tropis tergolong rendah, 92S tetap berpotensi memberikan dampak pada cuaca, terutama di kawasan perairan. BMKG memprakirakan adanya potensi gelombang laut sedang (1,25-2,5 meter) di Samudra Hindia, mulai dari Kepulauan Nias hingga lampung, juga Banten hingga Nusa Tenggara Barat.

Baca juga artikel terkait BANJIR SOLO atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Sosial Budaya
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar