Menuju konten utama

Antisipasi Ricuh, PSIM Perketat Laga Kandang dari Suporter Tamu

PSIM akan menyaring suporter tamu yang datang secara sembunyi-sembunyi sebagai penonton biasa saat hendak masuk ke stadion.

Antisipasi Ricuh, PSIM Perketat Laga Kandang dari Suporter Tamu
Pesepak bola PSIM Yogyakarta Nermin Haljeta (kiri) menendang bola dan diadang pesepak bola Persib Bandung Rezaldi Hehanussa (tengah) dan Praticio Matricardi (kanan) pada pertandingan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Minggu (24/8/2025). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Senoadji, mengatakan akan memperketat akses suporter tamu saat laga kandang ke depan. Langkah tersebut dilakukan usai kericuhan antarsuporter PSIM vs Persib pada Senin (25/8/2025) dini hari.

“Setiap pelaksanaan, beberapa lapis [pengamanan] kita siapkan, sehingga pada saat nanti [laga] yang kita jalankan apa-apa saja yang sesuai dan menjadi larangan regulasi itu akan diterapkan,” kata Wendy saat memberikan keterangan kepada awak media melalui sambungan telepon, pada Selasa (26/8/2025).

Wendy menjelaskan bahwa manajemen PSIM akan mengacu pada Pasal 5 ayat (7) tentang suporter tamu yang tidak diperkenankan hadir. Selain itu, juga 11 Regulasi BRI Super League Tahun 2025/2026 dan Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.

Perihal antisipasi kericuhan, ke depan, PSIM akan melakukan penyaringan terhadap suporter tamu yang datang secara sembunyi-sembunyi sebagai penonton biasa saat hendak masuk ke stadion.

“Kami sampaikan kepada rekan-rekan di lapangan, suporter kalau di luar identifikasinya adalah atribut, kalau tidak memakai atribut berarti dia penonton biasa. Nah penonton biasa ini boleh [masuk] kalau dia menggunakan tiket,” lanjutnya.

Menyoal kejadian kerusuhan para suporter PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung pada Senin (25/8/2025) dini hari, Wendy menyatakan saat ini pihaknya telah mengevakuasi seluruh suporter Persib melalui Stasiun Lempuyangan.

Selaras dengan hal itu, Pejabat Sementara (Ps) Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi, juga menegaskan bahwa para suporter telah dipulangkan.

Sementara dua unit bus yang mengalami kerusakan pada badan dan kaca, masih diamankan di Mako Brimob Polda DIY. Bus baru akan diserahkan ke pemilik hingga ada titik temu antara yang berkepentingan.

“Untuk bus sementara masih di parkiran Mako Brimob, [ada] bus dan Toyota Hiace kaca pecah dan body-nya penyok-penyok, untuk mesin semuanya aman,” kata Gandung.

Sebelumnya, kericuhan yang melibatkan suporter sepak bola PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung terjadi di parkiran Ngabean, Kota Yogyakarta, DIY pada Senin (25/8/2025) dini hari.

Diketahui, pemicu kericuhan antarsuporter berawal dari gesekan kecil di Simpang Empat Pingit, Kota Yogyakarta.

Insiden itu pun sempat berakhir damai, bahkan suporter Persib menyerahkan santunan. Namun, insiden tersebut malah memicu kericuhan di Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean.

Baca juga artikel terkait SUPORTER RICUH atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah