Menuju konten utama

Amran Akan Bongkar 500 Ribu Hektar Lahan Tebu Karena Tak Manis

Amran menilai kesalahan pola tanam, seperti penanaman multi-varietas dalam satu lahan, menjadi akar masalahnya.

Amran Akan Bongkar 500 Ribu Hektar Lahan Tebu Karena Tak Manis
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan arahan saat memimpin rapat koordinasi upaya khusus peningkatan produksi padi dan jagung tahun 2023-2024 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/11/2023). ANTARA FOTO/Moch Asim/foc.

tirto.id - Pemerintah berencana melakukan pembongkaran ulang terhadap lahan tebu petani di seluruh Indonesia seluas 500 ribu hektare.

Langkah ini diambil menyusul rendahnya kadar gula (rendemen) yang dihasilkan tanaman tebu selama bertahun-tahun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa rendemen tebu hanya mencapai 6,7 persen dalam tujuh tahun terakhir. Padahal, pemerintah menargetkan swasembada gula nasional pada 2027.

"Kenapa rendemen tidak pernah berubah? Karena regulasi yang ada. Ini cara tanamnya di (lahan) belakang, maaf, ini bermacam-macam varietas dan itu harus dibongkar ulang," tegas Amran dalam Rembuk Tani di lahan ketahanan pangan Lanud Adisutjipto, Sleman, DIY, secara daring, Selasa (8/7/2025).

Amran menilai kesalahan pola tanam, seperti penanaman multi-varietas dalam satu lahan, menjadi akar masalahnya. Ia mencontohkan kondisi lahan di Lanud Adisutjipto yang perlu segera diperbaiki.

Untuk pembongkaran seluruh lahan tebu, ia menargetkan akan selesai dalam tiga tahun. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas tebu demi mencapai swasembada gula.

Selain itu, Amran optimistis target swasembada gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi pada 2025 dapat tercapai. Namun, untuk gula industri, dibutuhkan waktu lebih lama. "Tapi, untuk gula industri mungkin tiga sampai empat tahun," ujarnya.

Di samping itu, untuk mendukung petani, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp1,5 triliun melalui BUMN guna menyerap GKP dengan harga acuan pembelian (HAP) Rp14.500 per kilogram.

"Itu tolong jangan dijual di bawah harga standar, itu perintah Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden," pesan Amran.

Baca juga artikel terkait GULA TEBU atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana