tirto.id - Amerika Serikat (AS) keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per hari ini Kamis (22/1/2026). Keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden bernomor 14155 yang dirilis pada 20 Januari 2025.
Keputusan itu berisi Withdrawing the United States From the World Health Organization atau menarik Amerika Serikat dari anggota WHO.
Banyak pihak memperingatkan tindakan ini akan berdampak pada situasi kesehatan di AS dan juga di dunia.
Langkah AS keluar dari WHO ini juga mengharuskan Washington untuk membayar badan kesehatan PBB tersebut sebesar $260 juta (sekitar Rp4,3 triliun) dalam bentuk biaya yang terutang.
Presiden Donald Trump menyebarkan pemberitahuan bahwa AS akan keluar dari WHO pada hari pertama masa kepresidenannya pada tahun 2025, melalui perintah eksekutif.
Berdasarkan hukum AS, Washington harus mengeluarkan pemberitahuan satu tahun sebelum keluar dan membayar semua biaya yang belum diselesaikan.
Kenapa AS Keluar dari WHO?
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dikutip Reuters, mengatakan bahwa kegagalan WHO dalam menahan, mengelola, dan berbagi informasi telah merugikan AS triliunan dolar.
"WHO terus menuntut pembayaran yang secara tidak adil memberatkan Amerika Serikat, jauh tidak sebanding dengan iuran yang dinilai kepada negara-negara lain," demikian bunyi pernyataan tertulis AS.
Trump telah menggunakan wewenangnya untuk menghentikan sementara transfer dana, dukungan, atau sumber daya pemerintah AS ke WHO di masa mendatang.
"Rakyat Amerika telah membayar lebih dari cukup kepada organisasi ini dan dampak ekonomi ini jauh melampaui uang muka atas kewajiban keuangan apa pun kepada organisasi tersebut," kata juru bicara AS.
Selama tahun lalu, banyak pakar kesehatan global telah mendesak untuk mempertimbangkan kembali, termasuk yang terbaru Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
“Saya berharap AS akan mempertimbangkan kembali dan bergabung kembali dengan WHO,” katanya kepada wartawan pada konferensi pers awal bulan ini.
“Keluar dari WHO adalah kerugian bagi Amerika Serikat, dan itu adalah kerugian bagi seluruh dunia.”
WHO juga mengatakan bahwa AS belum membayar biaya terutang untuk tahun 2024 dan 2025, total sebesar $260 juta.
Negara-negara anggota akan membahas keluarnya AS dan bagaimana hal itu akan ditangani di dewan eksekutif WHO pada bulan Februari, kata juru bicara WHO kepada Reuters.
Bagi WHO, kepergian AS telah memicu krisis anggaran yang menyebabkan pengurangan tim manajemen hingga setengahnya, mengurangi pekerjaan, dan memangkas anggaran di seluruh lembaga.
Washington merupakan pendukung keuangan terbesar badan kesehatan PBB, menyumbang sekitar 18% dari total pendanaannya.
Badan tersebut mengatakan telah bekerja sama dengan AS dan berbagi informasi selama setahun terakhir. Belum jelas bagaimana kolaborasi ini akan berjalan ke depannya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































