Menuju konten utama

Alfamidi Bidik 200 Gerai Baru pada 2026, Capex Rp1,5 Triliun

Alfamidi menargetkan buka 200 gerai baru pada 2026 dengan capex Rp1,5 triliun. Mayoritas ekspansi masih tumbuh pesat di luar Pulau Jawa.

Alfamidi Bidik 200 Gerai Baru pada 2026, Capex Rp1,5 Triliun
Finance Director PT Midi Utama Indonesia Tbk Suantopo Po saat konferensi pers di Alfa Tower, Tangerang, Banten, Kamis (4/6/2026). TIRTO.ID/Naufal

tirto.id - Direktur Keuangan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), Suantopo Po, mengungkapkan perseroan menargetkan pembukaan 200 gerai Alfamidi sepanjang 2026. Untuk merealisasikan ekspansi tersebut, perusahaan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp1,5 triliun.

"Dapat kami sampaikan bahwa perseroan menargetkan pembukaan gerai sebanyak 200 gerai tahun 2026, 200 gerai. Adapun kebutuhan capex-nya adalah sekitar Rp1,5 triliun. Jadi, untuk 200 gerai itu sekitar Rp1,5 triliun," ucap Suantopo di Alfa Tower, Tangerang, Banten, Kamis (4/6/2026).

Pada 2025, PT Midi Utama Indonesia telah membuka 152 gerai baru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135 gerai merupakan Alfamidi dan 18 gerai lainnya berformat Alfamidi Super.

Di sisi lain, perseroan menutup satu gerai Midi Fresh pada tahun lalu akibat berakhirnya masa sewa lokasi.

"Dari sisi jumlah gerai pada akhir tahun 2025 sebanyak 2.587 gerai, dengan detail, Alfamidi 2.503 gerai, Alfamidi Super 80 gerai, dan Midi Fresh empat gerai," tuturnya.

"Jadi, tahun lalu, untuk Alfamidi tumbuh 6 persen dari sisi jumlah gerai. Untuk Alfamidi Super, tumbuh 29 persen karena memang base-nya kecil," lanjut Suantopo.

Hingga 31 Desember 2025, sekitar 54 persen gerai Alfamidi berlokasi di luar Pulau Jawa. Sementara itu, gerai yang berada di luar Jabodetabek tetapi masih di Pulau Jawa mencapai 21,3 persen, sedangkan gerai di wilayah Jabodetabek berkontribusi sebesar 24,7 persen.

Menurut Suantopo, ekspansi gerai di luar Pulau Jawa menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat dibandingkan kawasan Jabodetabek maupun wilayah Jawa lainnya. Ia juga menegaskan bahwa Alfamidi masih menjadi format gerai utama yang menopang bisnis perseroan.

"Begitu pula dari sisi pendapatan neto, Alfamidi masih memberikan backbone atau kontributor utama dari pendapatan neto perseroan sebesar 92,9 persen. Dari sisi jaringan, untuk gudang kita masih sama, masih 11 gudang. Jadi tidak ada penambahan gudang baru pada tahun 2025," urai Suantopo.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana