Menuju konten utama

Alasan Koster Tak Ikut Retret: Situasi Internal Kurang Kondusif

Koster mengaku retret penting diikuti daerah sehingga dia ikut retret gelombang kedua bersama kader yang belum ikut & kepala daerah selesai sengketa di MK.

Alasan Koster Tak Ikut Retret: Situasi Internal Kurang Kondusif
Gubernur Bali, Wayan Koster, setelah meninjau stan-stan di perayaan HUT ke-237 Kota Denpasar, Kamis (27/02/2025). tirto.id/Sandra Gisela

tirto.id - I Wayan Koster resmi memulai pekerjaannya sebagai Gubernur Bali dengan memimpin upacara hari ulang tahun (HUT) Kota Denpasar ke-237, Kamis (27/02/2025). Dia sudah tiba di Bali sejak Selasa (25/02/2025) malam dan langsung mengerjakan tugas-tugas kantornya di rumah.

Saat ditanya wartawan, Koster memastikan tidak ikut bergabung dalam kegiatan pembekalan kepala daerah di Magelang seperti sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lainnya. Ia bersama 8 kepala daerah tingkat kabupaten/kota yang merupakan kader PDIP memilih menunggu proses penyelesaian sengketa di Mahkamah Konstitusi selesai dan ikut retret gelombang kedua.

"Ada pola gelombang satu, gelombang dua. Kita ikut gelombang kedua. Retret penting, membangun wahana kebersamaan, kolaborasi, dan sinergitas," kata Koster setelah upacara HUT Kota Denpasar di Lapangan Lumintang, Kamis (27/02/2025).

Alasan Koster tidak ikut retret gelombang pertama adalah karena instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang meminta kadernya menunda ikut kegiatan retret kepala daerah sampai ada instruksi lanjutan. Menurutnya, tindakan tersebut adalah bentuk empati dan solidaritas terhadap situasi internal partai.

"Karena kita lagi prihatin, ada situasi kurang mengenakan di internal. Ya, kita harus solid, berempati dengan situasi ini. Bukan kita melawan, kami sangat didorong untuk mengikuti retret. Cuma situasi dan kondisinya kemarin yang kurang kondusif," bebernya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bali itu menilai hubungan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan pemerintah pusat Kabinet Presiden Prabowo Subianto tidak terpengaruh ketidakhadiran para kepala daerah asal Bali dalam retret gelombang pertama.

"Tidak ada masalah (hubungan pusat dan daerah)," imbuh Koster.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan sepuluh kepala daerah dari PDIP dipastikan tidak mengikuti retret pembekalan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) periode 21-28 Februari 2025. Informasi tersebut juga tertuang secara resmi dari PDIP.

Sembilan dari sepuluh kepala daerah tersebut berasal dari Bali, di antaranya Gubernur Bali, Wayan Koster, tujuh orang Bupati, dan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Sesuai instruksi terbaru dari Megawati Soekarnoputri, mereka telah kembali ke daerah untuk menjalankan tugas, fungsi, dan tanggung jawab sebagai kepala daerah.

Baca juga artikel terkait KEPALA DAERAH atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Politik
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Andrian Pratama Taher