Menuju konten utama

Alasan Anies Terapkan PSBB Lagi: Corona Meningkat 12 Hari Terakhir

Kasus positif meningkat selama masa pelonggaran 12 hari jadi alasan Gubernur Anies menerapkan kembali PSBB.

Alasan Anies Terapkan PSBB Lagi: Corona Meningkat 12 Hari Terakhir
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan mengapa ia kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku efektif pada Senin 14 September besok. Menurutnya ini karena terjadi peningkatan kasus positif COVID-19 yang pesat dalam waktu 12 hari, yakni selama PSBB dilonggarkan atau saat masa transisi, 30 Agustus sampai 11 September.

"Dalam 12 hari terakhir, walaupun jumlah kesembuhan meningkat, namun penambahan kasus positif lebih cepat sehingga menyebabkan jumlah kasus positif meningkat pesat," kata Anies di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pemprov DKI, kasus positif COVID-19 per 30 Agustus sebanyak 39.280 dan per 11 September menjadi 52.321 orang. Artinya terjadi peningkatan kasus sebanyak 13.041 atau 33 persen.

Kemudian jumlah pasien yang sembuh per 30 Agustus sebanyak 30.134 dan per 11 September menjadi 39.115. Artinya terjadi peningkatan kasus sebanyak 8.981 atau 30 persen. Lalu, kasus yang meninggal akibat COVID-19 per 30 Agustus sebanyak 1.186 dan per 11 September menjadi 1.382 orang. Terjadi peningkatan kasus sebanyak 196 atau 17 persen.

Selanjutnya kasus yang masih aktif per 30 Agustus sebanyak 7.960 dan per 11 September menjadi 11.824--meningkat 3.864 atau 49 persen.

"Waspada peningkatan kasus aktif sebesar 49 persen dalam 12 hari terakhir," katanya.

Menurutnya, jika PSBB tidak kembali diperketat, itu berisiko membebani fasilitas kesehatan. Percepatan peningkatan kasus aktif menyebabkan tingkat keterpakaian kamar rawat inap dan ICU khusus COVID-19 di rumah sakit semakin penuh dan mendekati ambang batas.

Tanpa ada intervensi, rumah sakit rujukan diperkirakan akan penuh pada pekan ketiga September.

"Meski kapasitas ditingkatkan dalam waktu dekat ini, diperkirakan akan kembali penuh menjelang minggu kedua Oktober," katanya.

PSBB kali ini akan lebih fokus mengatur perkantoran, yang menurut Anies jadi tempat kemunculan kasus terbanyak. Anies mengatakan selama ini protokol kesehatan di kantor-kantor pemerintahan "telah berjalan baik." Namun "swasta harus ada peningkatan."

Kantor swasta bahkan kalah disiplin dibanding pasar. "Pasar jadi tempat kedisiplinan terjadi antar pedagang," katanya.

Baca juga artikel terkait PSBB DKI atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Rio Apinino