tirto.id - Perayaan Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru) tinggal menghitung hari. Lantas, adakah jadwal work from anywhere (WFA) Nataru 2025 yang diterapkan pemerintah? Ini penjelasan lengkapnya.
Menjelang peringatan Nataru 2025, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Dalam forum tersebut membahas sejumlah poin penting seperti persiapan operasi lilin, prediksi puncak mudik, hingga prediksi lalu lintas.
Sebagai informasi, sebagian besar masyarakat memilih untuk mudik saat libur Nataru. Sebab, pada momen tersebut, terdapat sejumlah tanggal merah dan hari libur yang berdekatan yang dapat dimanfaatkan untuk bertemu sanak saudara di kampung halaman.
Akibatnya, pergeseran masyarakat dan kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan perlu kebijakan khusus agar lalu lintas tetap aman dan lancar. Hal ini perlu dilakukan oleh berbagai lintas sektor kementerian/Lembaga di tingakat pusat hingga daerah.
Info Jadwal WFA Nataru 2025
Korlantas Polri memprediksi puncak mudik Nataru 2025 diperkirakan terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025. Sementara itu, puncak arus balik Nataru 2025 diprediksi terjadi pada tanggal 28 Desember 2025 dan tanggal 4 Januari 2026.
“Prediksi puncak mudik pertama itu tanggal 20 Desember dan prediksi puncak mudik kedua itu adalah tanggal 24 Desember,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, dikutip dari Antaranews, Kamis (27/11).
Penetapan tanggal tersebut juga berkaitan dengan rencana pemerintah menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) maupun work from home (WFH). Apabila tidak ada perubahan, WFA/WFH berlangsung selama tiga hari, yaitu 22, 23, dan 24 Desember 2025 atau saat puncak arus mudik Natal.
Dengan adanya peraturan tersebut, pergeseran masyarakat diperkirakan terjadi mengiringi tanggal-tanggal tersebut. Berdasarkan pengamatan Polri, pergeseran masyarakat yang menuju ke Trans Jawa dan Pelabuhan Merak, Lampung diprediksi lebih awal dari kebijakan WFA.
Namun, rencana WFA dapat bergeser di waktu arus balik Nataru 2025, tepatnya pada 29, 30, dan 31 Desember 2025. Rencana kebijakan WFA diharapkan dapat mengurai volume arus lalu lintas di berbagai ruas jalan.
Jumlah kendaraan yang akan bergerak dalam arus mudik dan arus bali Nataru 2025 diperkirakan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Korlantas Polri memprediksi sebanyak 2,9 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta melalui jalur tol
Jika rencana WFA terealisasi, maka puncak arus balik diprediksi turut berubah. Hingga kini, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan resmi kapan WFA Nataru 2025 berlangsung.
Guna menyiasati pergerakan masyarakat saat Nataru 2025, Polri berencana menggelar Operasi Lilin 2025 pada tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026.
Selain WFA, pemerintah juga menggelar program mudik gratis bagi masyarakat pada saat Nataru. Kebijakan ini dikoordinasikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Program mudik gratis digelar dengan tujuan mendukung kelancaran arus perjalanan sekaligus menekan risiko kecelakaan, terutama bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Pemerintah menyiapkan fasilitas transportasi darat, laut, dan kereta api untuk mengangkut masyarakat maupun sepeda motor ke berbagai daerah tujuan. Kemudian, pemerintah juga memastikan kuota program mudik gratis akan lebih besar dari kuota tahun lalu.
Pada Nataru 2024, program mudik gratis Kemenhub menyediakan kapasitas total 38.772 penumpang dan 2.320 unit sepeda motor melalui moda bus, kapal laut, dan kereta api.
Selain pemerintah pusat, program mudik gratis juga akan digelar oleh sejumlah BUMN dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Info lebih lanjut tentang Nataru dapat diakses melalui tautan Tirto di bawah ini:
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id

































