tirto.id - Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menghadirkan Program Pojok Laundry Cuma-Cuma sebagai layanan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
Mengutip dari Antara, sedikitnya 300 pakaian masyarakat terdampak banjir dapat dicuci setiap hari oleh tim kemanusiaan Dompet Dhuafa lewat program tersebut.
Pojok Laundry Cuma-Cuma beroperasi di Desa Stasiun, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
“Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan keluarga terdampak, terutama yang masih kesulitan mengakses air bersih dan fasilitas mencuci,” tertulis dalam siaran pers Dompet Dhuafa di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Selain layanan cuci pakaian gratis, tim Dompet Dhuafa bersama warga setempat juga mendirikan dapur umum di Jalan Banda Aceh–Medan, Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.
Dapur umum ini merupakan kolaborasi dengan pemilik usaha Keripik Cinta dan berhasil mendistribusikan 500 porsi makanan kepada masyarakat terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban jiwa sementara akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai 961 orang per Senin (8/12/2025).
"Per 8 Desember korban jiwa di Aceh bertambah 23 orang, sehingga menjadi 389 jiwa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Sedangkan di Sumatra Utara tercatat korban tewas mencapai 338 orang. Kemudian di Sumatra Barat ada 234 orang tewas.
Selain itu, tercatat masih ada 293 orang hilang dari tiga provinsi tersebut.
BNPB memperkirakan, biaya untuk memperbaiki kerusakan akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai Rp51,82 triliun.
Estimasi itu kemungkinan masih bertambah mengingat jumlah korban masih belum mencapai data final dan terus diperbarui setiap harinya.
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































