tirto.id - Pemerintah akan membagikan bantuan sosial (bansos) dan beasiswa Natal 2025 bagi beberapa kalangan masyarakat. Lantas, siapa saja yang akan mendapatkannya? Simak ulasan lengkapnya.
Perayaan Natal 2025 akan segera berlangsung. Di Indonesia, Natal biasanya dirayakan dengan meriah dan penuh khidmat. Berbagai acara penting digelar untuk memperingati Kelahiran Yusus Kristus.
Seturut unggahan resmi Instagram @sekretariat.kabinet pada Rabu (29/10), pemerintah mengagendakan beberapa kegiatan penting peringatan Natal 2025 yang berada di bawah tanggung jawab Panitia Natal Nasional 2025.
Melalui kepanitiaan tersebut, pemerintah berharap perayaan Natal 2025 dapat berorientasi pada solidaritas serta menumbuhkan semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan antar umat beragama di Indonesia.
Beberapa kegiatan penting yang akan digelar untuk merayakan Natal 2025 ialah memberikan bansos, beasiswa, hingga pelayanan publik berupa ambulans kepada beberapa masyarakat yang termasuk dalam daftar kelompok rentan.
Siapa Saja yang Dapat Bansos dan Beasiswa Natal 2025?
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) telah menetapkan tema yang diusung pada Natal 2025. Tema Natal 2025 ialah “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Bdk. Matius 1:21-24).
Tema ini menyoroti pentingnya keluarga sebagai ruang pertama bagi pertumbuhan iman, pembentukan karakter, dan tempat kasih Allah dialami secara nyata.
Kemudian, pemerintah juga merancang perayaan Natal 2025 dengan nilai-nilai solidaritas dan menjunjung tinggi persaudaraan dan kebangsaan. Peda perayaan kali ini, Natal 2025 tidak hanya ritual keagamaan semata. Namun, juga terwujud dalam gerakan kemanusiaan untuk seluruh elemen masyarakat.
Per Selasa (25/11), Panitia Natal Nasional 2025 telah mengumpulkan dana sebesar Rp47 miliar untuk bansos dan beasiswa Natal 2025. Dana tersebut dihimpun dari gotong royong lintas iman dan masyarakat umum dengan berbagai latar belakang.
Dana yang telah terkumpul akan dialokasikan untuk bansos sebesar 70 persen. Sementara, 30 persen lainnya akan digunakan untuk penyelenggaraan acara.
Adapun bantuan tersebut berupa 10 ribu paket sembako yang berasal dari komunitas umat Buddha, kemudian, dana 10 miliar dialokassikan untuk program beasiswa di 10 wilayah prioritas yang mencakup wilayah Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Toraja, NTT, Kalimantan Barat, Mentawai, Nias, dan kawasan Danau Toba.
Dari total anggaran program beasiswa tersebut, masing-masing wilayah memiliki kuota 100 orang dengan jumlah beasiswa yang diterima sebesar Rp10 juta per orang. dengan begitu, anggaran dana 10 miliar akan diberikan kepada 1.000 penerima.
Beasiswa ini diberikan kepada pelajar, mahasiswa, pemuda gereja, dan warga dari komunitas adat di wilayah terluar, tertinggal, dan kepulauan. Program beasiswa Natal 2025 dirancang untuk membangun sumber daya manusia yang lebih unggul, khususnya masa depan anak-anak Indonesia.
Selain itu, Panitia Natal Nasional 2025 juga menyiapkan 30 unit ambulans Kesehatan yang akan disalurkan kepada daerah yang memiliki keterbatasan akses atau daerah rentan. Ambulans diprioritaskan untuk wilayah terpencil dan wilayah kepulauan yang ada di Indonesia.
Kemudian, Panitia Natal Nasional 2025 mengagendakan puncak acara Natal yang akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Acara ini akan diikuti oleh sekitar 4.000 tamu undangan.
3.000 di antaranya merupakan anak yatim, koster, guru, disabilitas, dan pekerja gereja lainnya. Adapun penyedia konsumsi dan logisstik acara tersebut akan dikelola oleh UMKM lokal.
Berikut rincian bansos, beasiswa, dan layanan ambulans yang akan dibagikan pada peringatan Natal 2025:
- 10 paket sembako untuk masyarakat rentang.
- Beasiswa Rp10 juta untuk 1.000 penerima yang berasal dari kelompok rentan.
- 30 unit ambulans untuk wilayah terpencil dan kepulauan (daerah rentan).
- Total dana per Selasa (25/11): Rp47 miliar.
- Rincian penggunaan anggaran: 70 persen untuk bansos dan 30 persen untuk penyelenggaraan acara.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































