Menuju konten utama

9 Kuliner Khas Ramadhan dari Berbagai Daerah di Indonesia

Setidaknya ada 9 kuliner dari berbagai daerah di Indonesia yang dikenal sebagai makanan khas Ramadhan, mulai dari kicak, mi glosor, hingga kue bingke.

9 Kuliner Khas Ramadhan dari Berbagai Daerah di Indonesia
Jajanan tradisional Barongko. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan keragaman kuliner tradisionalnya. Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan dengan ciri khas masing-masing.

Beberapa di antara makanan tradisional di berbagai daerah Indonesia bahkan hanya bisa ditemui di momen-momen tertentu, seperti Ramadhan. Seiring berjalannya waktu, makanan-makanan tersebut justru dikenal sebagai makanan khas Ramadhan.

Setidaknya ada 9 kuliner tradisional Indonesia yang mendapat gelar sebagai kuliner khas Ramadhan, sebagai berikut:

1. Bubur pacar cina, Jabodetabek

Bubur pacar cina adalah kuliner manis khas Betawi yang ada di wilayah Jabodetabek. Meskipun terbuat dari bahan-bahan sederhana, bubur pacar cina nyaris hanya bisa ditemui saat memasuki bulan Ramadhan.

Sesuai dengan namanya, bubur pacar cina sendiri terbuat dari pacar cina dan sagu mutiara. Dikutip dari Indonesia Travel, untuk membuat bubur ini, pacar cina perlu direbus hingga mengembang dan kenyal, kemudian disiram kuah santan.

Meskipun disebut bubur, tekstur bubur pacar cina tidak lembek seperti bubur beras. Bubur pacar cina justru memiliki tekstur bergerindil dan kenyal. Bubur pacar cina ini bisa dihidangkan dingin atau hangat.

2. Kicak, Yogyakarta

Yogyakarta memiliki kuliner ikonik yang hanya bisa ditemui saat Ramadhan bernama kicak. Kicak adalah sejenis jajanan tradisional yang terbuat dari beras ketan kelapa, dan potongan daging nangka.

Masih menurut Indonesia Travel, kicak ternyata sudah dikenal oleh masyarakat Jogja sejak tahun 1970-an. Jajanan ini dijual oleh sosok bernama Mbah Wono di pasar sore yang ada di Kauman.

Pada awalnya, kicak terbuat dari adonan singkong. Namun, seiring berjalannya waktu bahan dasar kicak diubah menjadi beras ketan.

Kicak memiliki rasa gurih manis sehingga cocok dijadikan takjil berbuka puasa.

3. Barongko, Makassar

Barongko adalah kuliner khas Ramadhan yang berasal dari Makassar. Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) barongko dibuat dari perpaduan pisang, telur, santan, gula, dan garam.

Jajanan ini umumnya dibungkus dengan daun pisang dan dikukus sehingga memiliki aroma yang khas. Tekstur barongko sendiri lembut dengan rasa manis-gurih.

4. Mi glosor, Bogor

Masyarakat Bogor memiliki kuliner khas Ramadhan bernama Mi Glosor. Mi glosor adalah makanan yang terbuat dari tepung tapioka atau kanji (aci) sehingga memiliki tekstur yang unik dan licin.

Mi glosor tampil dengan warna kuning karena diberi pewarna alami berupa kunyit. Umumnya, mi glosor diolah dengan cara ditumis dengan sayur-sayuran lalu dihidangkan dengan kerupuk, gorengan, dan sambal kacang.

5. Bubur kanji rumbi, Aceh

Bubur kanji rumbi dikenal sebagai hidangan Ramadhan khas Aceh karena selalu disajikan setiap acara buka puasa bersama di masjid-masjid.

Meskipun disebut sebagai bubur kanji, bahan utama bubur kanji rumbi bukan terbuat dari tepung kanji, melainkan beras. Menurut Indonesia Travel, bubur kanji rumbi dipengaruhi oleh hidangan India karena menggunakan banyak rempah-rempah.

Bubur kanji rumbi khas Aceh dibuat dari beras yang direbus dengan santan, kaldu daging sapi, dan rempah-rempah. Bubur ini memiliki tampilan yang meriah dengan kuah kecokelatan.

6. Putu mangkok, Riau

Jajanan tradisional lainnya yang identik dengan makanan khas Ramadhan adalah putu mangkok dari Riau. Sama seperti putu yang ada di Jawa, putu mangkok khas Riau ini dibuat dari tepung beras dan parutan kelapa.

Bedanya, putu mangkok tidak dicetak panjang-panjang menggunakan bambu, melainkan menggunakan mangkok. Putu mangkok adalah jenis jajanan manis gurih yang biasa dihidangkan sebagai takjil buka puasa.

7. Bongko kopyor, Gersik

Bongko kopyor adalah salah satu jajanan tradisional khas Gersik, Jawa Timur. Jajanan ini biasa dijual sepanjang bulan Ramadhan.

Bongko kopyor sendiri merupakan bubur yang berisi nangka, roti tawar, pisang, mutiara, dan kelapa kopyor yang disiram kuah santan.

Jajanan ini biasanya dibungkus dengan daun pisang sehingga bahan-bahan di dalamnya menyatu satu sama lain. Bongko kopyor biasa dimakan dingin-dingin sebagai takjil berbuka puasa.

8. Toge panyabungan, Mandailing Natal

Masyarakat Mandailing Natal juga memiliki kuliner khas Ramadhan bernama toge panyabungan.

Toge panyabungan adalah sejenis es campur yang isinya terdiri dari cendol, tape, ketan merah, ketan putih, dan lupis. Bahan-bahan isian itu dicampur menjadi satu, lalu disiram dengan kuah santan dan gula merah.

9. Kue bingke, Pontianak

Kuliner Pontianak bernama kue bingke merupakan jajanan yang identik dengan bulan puasa. Hal ini karena kue bingke paling sering dijumpai saat bulan Ramadhan.

Kue bingke adalah terbuat dari tepung beras, telur, dan santan kelapa. Tampilannya padat dan tidak berongga, namun sangat lembut bila digigit.

Ciri khas kue bingke terletak dari bentuknya yang mirip bunga. Bentuknya ini dihasilkan dari proses pengolahan kue yang menggunakan cetakan bentuk bunga.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2023 atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Gaya hidup
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora