tirto.id - Perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung tengah tahun ini telah banyak berpengaruh oleh peristiwa di luar lapangan. Dinamika geopolitik macam perang Amerika Serikat (AS) vs Iran, misalnya, telah mengubah sedikit banyak persepsi penggemar sepak bola terhadap edisi Piala Dunia kali ini.
Menukil CNN, kontroversi telah melekat pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan dilangsungkan di tiga negara Amerika Utara, yakni AS, Meksiko, dan Kanada. Bagaimana harga tiket melambung, intrik keikutsertaan Iran hingga keamanan negara tuan rumah membuat Piala Dunia edisi kali ini sudah jadi kontroversi bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Kontroversi yang terjadi pada edisi kali ini tak jauh berjarak dari AS selaku tuan rumah. Hubungan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden AS kini Donald Trump tampak begitu dekat.
Pada November 2025 lalu, Infantino tiba-tiba membuat penghargaan baru melalui FIFA, yakni Penghargaan Perdamaian FIFA. Penghargaan ini belum pernah ada sebelumnya dan pemenang pertama penghargaan ini adalah Donald Trump, yang kala itu getol ingin mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian namun gagal.
Sejak itu, pemerintahan Trump di AS melakukan serangkaian kebijakan politik luar negeri yang sporadis. Mulai dari penculikan Presiden Venezuela pada awal tahun, konflik dengan negara Eropa terkait pencaplokan Greenland, hingga Perang Iran.
Secara tak langsung, peristiwa itu telah menempatkan Piala Dunia 2026 dalam kontroversi. Politik luar negeri AS itu sempat membuat ide pemboikotan turnamen mengemuka di Eropa, selain membuat keikutsertaan Iran dalam ajang itu jadi polemik.
Tak hanya dari peristiwa di luar sepak bola, bagaimana FIFA dan negara tuan rumah membuat konsep acara juga menimbulkan kontroversi. Mulai dari kekhawatiran keamanan hingga cara FIFA menetapkan harga tiket.
Fakta-fakta Piala Dunia 2026 Terkini
Ada sejumlah fakta tentang Piala Dunia 2026 yang ramai jadi pembicaraan para pencinta sepak bola di dunia. Ajang empat tahunan ini memang kerap jadi magnet perhatian dunia setiap kali digelar, namun edisi kali ini telah riuh sejak sebelum dimulai.
Berikut adalah sejumlah fakta tentang Piala Dunia 2026 yang banyak diperbincangkan bahkan sebelum pertandingan dimulai.
1. Harga Tiket Terlalu Mahal
Harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026 telah ditetapkan FIFA dan melonjak ke level tertinggi. Pertandingan Piala Dunia edisi kali ini jadi yang paling mahal dibanding penyelenggaraan sebelumnya.Harga tiket termurah pada pertandingan fase grup tertentu dibanderol seharga USD60-USD180. Jika dirupiahkan, harga tiket termurah ini dijual dengan harga Rp1 juta hingga Rp3 jutaan. Namun, jumlah tiket ini sangat terbatas dan hanya berlaku bagi pertandingan non “big match”.
Harga rerata tiket sepanjang fase grup berkisar lebih tinggi, yakni antara USD180 hingga USD700 per pertandingan. Jika dirupiahkan, harganya mencapai Rp11 juta untuk satu orang per pertandingan.
Lonjakan tertinggi harga tiket terjadi pada laga final, yang dilaporkan telah mencapai antara USD4.185 hingga USD32.970 atau sekitar Rp66 juta hingga Rp573 juta per orang untuk satu pertandingan.
Kenaikan harga ini bahkan telah dicemooh Donald Trump sendiri selaku presiden negara tuan rumah. Ketika dimintai komentar tentang harga tiket pertandingan Timnas AS yang mencapai ribuan dolar tiap laga, Trump berseloroh ia juga ogah merogoh uang sebanyak itu.
“Sejujurnya, saya juga tidak akan membayarnya,” kata Trump kepada New York Post.
Kisaran harga tiket tersebut masih berpotensi meningkat tajam seiring skema penjualan kembali yang bisa dilakukan. Tiket penjualan kembali yang ada di pasaran kini dilaporkan dibanderol dengan harga puluhan hingga ratusan ribu dolar.
2. Keikutsertaan Iran
Perang Iran vs AS pecah pada 28 Februari lalu, ketika AS-Israel melancarkan serangan yang masif ke Iran dan membunuh pemimpin tertinggi mereka. Sejak itu, hubungan antara Iran dengan AS-Israel semakin terpecah.Perang itu tak kunjung mencapai kesepakatan damai hingga Mei, saat ketika Piala Dunia 2026 hanya tinggal sebulan lagi. Hal itu membuat bagaimana Iran akan ikut serta dalam Piala Dunia menjadi perhatian banyak pihak.
Iran ikut Piala Dunia 2026 setelah berhasil lolos melalui babak kualifikasi zona Asia. Mereka dijadwalkan menggelar tiga pertandingan di AS dalam ajang ini, dua laga di Los Angeles dan satu di Seattle.
Namun, isu bahwa Iran berkemungkinan mengundurkan diri dari Piala Dunia sempat santer berembus. Terlebih setelah Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa Iran diterima berlaga di ajang ini, namun menyarankan bahwa bermain di AS mungkin tidak bijak “demi kehidupan dan keselamatan mereka sendiri”.
Hal itu telah memicu perdebatan. Federasi sepak bola Iran bahkan dilaporkan telah bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan laga Iran ke Meksiko.
Perdebatan lain terkait hal ini juga muncul ketika penasihat Trump memberikan usulan aneh untuk menggantikan posisi Iran dengan Italia, sekutu AS yang tidak lolos di fase kualifikasi zona Eropa. Usulan itu memicu tanggapan yang keras karena menunjukkan tidak pahamnya penasihat presiden itu akan turnamen Piala Dunia.
Kabar terakhir, Kementerian Pemuda dan Olahraga Iran memutuskan untuk tetap menurunkan Team Mealli di ajang Piala Dunia 2026 dalam pernyataannya pada akhir 2026 lalu. Keputusan ini terbilang cukup berisiko.
3. Keamanan Negara Tuan Rumah Dipertanyakan
Selain bagaimana turnamen akan diselenggarakan, keamanan dalam negeri negara tuan rumah Piala Dunia 2026 juga jadi kekhawatiran tersendiri. Iklim politik dan keamanan dalam negeri AS dan Meksiko tengah bergejolak di tengah ajang yang sebentar lagi digelar.Pemerintahan Trump di AS telah menerapkan kebijakan imigrasi agresif dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menciptakan kekhawatiran akan kelancaran imigrasi para pendukung timnas peserta Piala Dunia yang hadir sepanjang turnamen nanti.
Trump bahkan telah merilis daftar 39 kewarganegaraan yang tidak diperkenankan masuk AS selama periode Piala Dunia. Daftar itu sebagian besar terdiri dari negara non kulit putih, Afrika, dan mayoritas muslim.
Larangan total itu berlaku, salah satunya, untuk Iran. Pemain, staf, dan pejabat diperkenankan, namun suporter timnas Iran di luar AS dipastikan tak dapat lolos proses imigrasi.
Kekhawatiran terkait proses imigrasi itu masih ditambah dengan kekhawatiran terkait kasus kekerasan petugas imigrasi (ICE). Petugas lembaga tersebut telah berkali-kali terlibat kasus penembakan warga sipil ketika melakukan penggerebekan imigrasi.
Berbeda dari AS, Meksiko justru menghadapi tantangan keamanan yang signifikan jelang Piala Dunia 2026. Pada Februari lalu, Meksiko menangkap pimpinan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.
Penangkapan itu berujung kematian El Mencho, dan memicu kemarahan anggota yang tersisa secara sporadis di Meksiko. Gelombang aksi kekerasan dan kekacauan itu turut berdampak di Guadalajara, salah satu kota yang jadi tuan rumah Piala Dunia 2026.
4. Jumlah Tim dan Para Debutan
Dalam Piala Dunia 2026 kali ini, jumlah tim yang berlaga di putaran final resmi bertambah jadi 48 tim. Jumlah ini telah naik dari jumlah tim Piala Dunia edisi 2022 lalu, yang hanya terdiri dari 32 negara.Kenaikan jumlah kontestan pada putaran final Piala Dunia sendiri sudah menuai pro dan kontra di antara para penggemar sepak bola. Pihak yang pro keputusan ini menilai penambahan jumlah peserta akan memperluas kesempatan bagi negara Afrika dan Asia untuk ikut serta dalam ajang empat tahunan ini.
Sementara itu, penggemar yang tak sepakat dengan keputusan ini karena dianggap akan menurunkan kualitas kompetisi dan memiliki motif komersial yang dominan. Selain itu, penambahan peserta juga berarti bertambahnya waktu yang dikritik telah menyebabkan para pemain terbebani secara fisik.
Akan tetapi, Piala Dunia 2026 telah diputuskan diikuti oleh 48 negara. Dari jumlah 48 negara itu, ada empat negara debutan yang akan berlaga di ajang Piala Dunia untuk kali pertama.
Keempat negara debutan itu terdiri dari dua negara Afrika dan dua negara Asia. Mereka adalah Yordania, Tanjung Verde, Curacao, dan Uzbekistan.
Sepanjang fase grup, keempatnya akan berlaga dengan para favorit juara. Yordania berada di grup yang sama dengan Argentina. Uzbekistan akan berlaga melawan Portugal. Tanjung Verde jadi kontestan grup H bersama Spanyol. Sementara Curacao berada di grup E bersama Jerman.
5. Para Pemain Top Dikejar Waktu
Piala Dunia 2026 masih akan diikuti pemain top macam Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Era dominasi keduanya di kompetisi tertinggi sepak bola sudah berakhir, namun keduanya mungkin akan menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai keikutsertaan terakhir mereka di ajang empat tahunan itu.Ronaldo kini berusia 41 tahun sementara Messi berusia 38 tahun. Hal itu membuat Piala Dunia 2026 mungkin bakal jadi ajang Piala Dunia terakhir bagi dua pemain itu.
Messi, yang telah membawa Argentina juara pada edisi 2022 lalu mungkin akan menjalani edisi 2026 kali ini dengan lebih lepas. Namun, waktu Ronaldo untuk merasakan gelar juara Piala Dunia makin pendek.
Sementara era lama pergi, era baru mulai menciptakan pemain top mereka sendiri. Hal ini juga akan tampak pada Piala Dunia 2026.
Salah satunya adalah para pemain top generasi Erling Haaland, Kylian Mbappe, Vinicius Junior, atau Phil Foden.
Tak hanya itu, era baru juga akan tampak pada pemain-pemain yang lebih muda. Hal ini mengingat Piala Dunia 2026 merupakan debut turnamen bagi bintang muda macam Lamine Yamal, estevao, dan Lennart Karl.
Namun, bagi Lamine Yamal, mimpi tampil di Piala Dunia 2026 kini berpotensi runtuh. Hal itu karena pemain sayap Barcelona itu kini mengalami cedera hamstring dan diburu waktu untuk segera pulih jika ingin bermain di Piala Dunia.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































