tirto.id - Pada pertemuan besar Asian Football Confederation (AFC) di Vancouver, Kanada, menjelang Piala Dunia 2026, delegasi federasi sepak bola Iran tidak hadir. Absennya Iran ini tentu menimbulkan perhatian di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Presiden FIFA Gianni Infantino, namun tidak ada pembahasan khusus mengenai status partisipasi Iran dalam turnamen maupun kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan mereka dari Amerika Serikat akibat konflik politik yang sedang berlangsung.
Apakah Iran Tak Hadiri Kongres FIFA karena Masalah Visa?
Ketidakhadiran delegasi Iran pada pertemuan pra Piala Dunia pemimpin sepakbola Asia memunculkan spekulasi terkait masalah visa.
Muncul kekhawatiran bahwa proses administrasi perjalanan delegasi Iran bisa menghambat kehadiran mereka di pertemuan AFC, Kongres FIFA, hingga partisipasi dalam Piala Dunia yang akan dimulai pada 11 Juni 2026 dan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam situasi tersebut, belum dipastikan apakah absennya perwakilan Iran disebabkan oleh penolakan visa atau kendala administratif lainnya. Namun, dalam acara tersebut disebutkan bahwa Iran akan tetap menerima simbol penghargaan partisipasi mereka setelah delegasi hadir.
Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan bahwa tim nasional mereka tengah mempersiapkan diri untuk tampil dengan penuh kebanggaan dan sukses di turnamen tersebut, meskipun situasi politik internasional sedang memanas.
“Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengumumkan kesiapan penuh tim sepak bola nasional kami untuk tampil di Piala Dunia 2026 di AS, atas perintah menteri,” kata juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohejerani, kepada televisi pemerintah Iran dikutip AP News, 23 April 2026.
“Persiapan yang diperlukan bagi mereka untuk partisipasi tim yang membanggakan dan sukses telah dilakukan,” tambah Mohejerani.
Di sisi lain, FIFA juga menaruh kepercayaan jika timnas Iran tetap akan berlaga di Piala Dunia. FIFA juga menegaskan bahwa jadwal pertandingan Iran tidak akan diubah, tetap mengikuti keputusan yang telah ditetapkan sejak Desember, sebelum meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel pada Februari 2026.
Meski sebelumnya, pihak Iran telah meminta FIFA untuk memindahkan lokasi pertandingan ke negara lain seperti Meksiko, namun usulan tersebut ditolak.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga menekankan pentingnya sepak bola sebagai sarana pemersatu di tengah ketegangan global. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam situasi yang sangat sensitif, sulit, dan berbahaya akibat berbagai konflik internasional, sehingga sepak bola harus menjadi jembatan yang menyatukan masyarakat, bukan justru terpecah oleh politik.
“Sekarang bahkan lebih lagi, karena dunia sedang melewati masa yang sangat, sangat sulit, berbahaya dengan banyak konflik, dan banyak dari Anda secara langsung terpengaruh dan terlibat dalam konflik-konflik ini,” kata Infantino kepada para pemimpin AFC dikutip Al Jazeera (29/4/2026).
Ia menekankan bahwa olahraga ini harus menjadi ruang untuk membangun kompetisi yang mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang secara damai.
Iran sendiri berada di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Tim nasional Iran dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Tucson, Arizona, Amerika Serikat, sebelum memulai pertandingan perdana pada 15 Juni 2026 melawan Selandia Baru di Inglewood, California.
Mereka kemudian akan menghadapi Belgia di lokasi yang sama pada 21 Juni, dan menutup fase grup dengan pertandingan melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































